Setan dan manusia memang pada dasarnya 2 makhluk berbeda yang ditakdirkan Allah saling bermusuhan. Manusia pada umumnya pasti benci kepada setan ... Namun, di balik niat jahat dan kebusukannya ternyata setan mempunyai banyak sifat “yang perlu kita tiru”
7 Kelebihan Setan yg patut ditiru Manusia ....
1. Pantang menyerah ...
Setan tidak akan pernah menyerah selama keinginannya untuk menggoda manusia belum tercapai. Sedangkan manusia banyak yang mudah menyerah dan malah sering mengeluh.
2. Kreatif ...
Setan akan mencari cara apapun dan bagaimanapun untuk menggoda manusia agar tujuannya tercapai, selalu kreatif dan penuh ide. Sedangkan manusia ingin enaknya saja, banyak yang malas.
3. Konsisten ....
Setan dari mulai diciptakan tetap konsisten pada pekerjaannya, tak pernah mengeluh dan berputus asa. Sedangkan manusia??? Banyak manusia yang mengeluhkan pekerjaannya, padahal banyak manusia lain yang masih ngaggur dan membutuhkan pekerjaan.
4. Solider ...
Sesama setan tidak pernah saling menyakiti, bahkan selalu bekerjasama untuk menggoda manusia. Sedangkan manusia, jangankan peduli terhadap sesama, kebanyakan malah saling bunuh dan menyakiti.
5. Jenius ...
Setan itu paling pintar otaknya dalam mencari cara agar manusia tergoda. Sedangkan manusia banyak yang tidak kreatif, bahkan banyak yang jadi peniru dan plagiat.
6. Tanpa Pamrih ...
Setan itu bekerja 24 Jam tanpa mengharapkan imbalan apapun. Sedangkan manusia, apapun harus dibayar. Materi seharusnya bukanlah hal yang terpenting dalam hidup ini!
7. Suka berteman dan kompak ...
Setan adalah mahluk yang selalu ingin berteman, berteman agar banyak temannya di neraka kelak. Sedangkan manusia banyak yang lebih memilih mementingkan diri-sendiri dan egois. Manusia dalam mengerjakan sesuatu cenderung ingin menonjolkan kemampuannya sendiri dibanding bekerja sama dengan orang lain.
Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts
Monday, June 25, 2012
Tuesday, June 19, 2012
Enggan berjilbab
Berikut beberapa alasan anak muda yang enggan berjilbab dan sanggahan halusnya. Semoga yang belum berjilbab mendapat hidayah.
1. Saya nggak mau jilbaban! Jilbaban itu kuno
“Lha, itu zaman flinstones, lebih kuno lagi, nggak pake jilbab”
2. Tapi kan itu hal kecil, kenapa jilbaban harus dipermasalahin?!
“Yang besar2 itu semua awalnya dari perkara kecil yang diremehkan”
3. Yang penting kan hatinya baik, bukan lihat dari jilbabnya, fisiknya!
“trus ngapain salonan tiap minggu? make-upan? itu kan fisik? Dan Islam meyakini bahwa iman itu bukan hanya perkara hati, namun juga ditunjukkan dalam fisik atau amalan lahiriyah. Hati pun cerminan dari lahiriyah. Jika lahiriyah rusak, maka demikianlah hatinya”
4. Jilbaban belum tentu baik
“Betul, yang jilbaban aja belum tentu baik, apalagi yang … (isi sendiri)”
5. Saya kemarin lihat ada yang jilbaban nyuri!
“So what? yang nggak jilbaban juga banyak yang nyuri, gak korelasi kali”
6. Artinya lebih baik jilbabin hati dulu, buat hati baik!
“Yup, ciri hati yang baik adalah jilbabin kepala dan tutup aurat”
7. Kalo jilbaban masih maksiat gimana? dosa kan?
“Kalo nggak jilbaban dan maksiat dosanya malah
2. Malah nggak jilbaban itu dosa besar. ″
8. Jilbaban itu buat aku nggak bebas!
“Oh, berarti lipstick, sanggul, dan ke salon itu membebaskan ya?”
9. Aku nggak mau dibilang fanatik dan ekstrimis!
“Nah, sekarang kau sudah fanatik pada sekuler dan ekstrim tidak mau taat”
10. Kalo aku pake jilbab, nggak ada yang mau sama aku!?
“Banyak yang jilbaban dan mereka nikah kok”
11. Kalo calon suamiku gak suka gimana?
“Berarti dia tak layak, bila didepanmu dia tak taat Allah, siapa
menjamin dibelakangmu dia jujur? Dan ingatlah al khobitsaatu lil khobitsiin, perempuan rusak ditakdirkan dengan lelaki yang sama. Demikian sebaliknya.”
12. Susah cari kerja kalo pake jilbab!
“Lalu enggan taat pada perintah Allah demi kerja? emang yang kasih rizki siapa sih? Bos atau Allah? Dan asalnya wanita itu berdiam di rumah: wa qorna fii buyutikunna (menetaplah kalian di
rumah-rumah kalian)”
13. Ngapa sih agama cuma diliat dari jilbab dan jilbab?
“Sama aja kayak sekulerisme melihat wanita hanya dari paras dan lekuk tubuh”
14. Aku nggak mau diperbudak pakaian arab!
“Ini simbol ketaatan pada Allah, justru orang arab dulu (di zaman jahiliyah) gak pake jilbab. Syari’at jilbab ini untuk
seluruh wanita, bukan hanya Arab sebagaimana ditegaskan dalam surat Al Ahzab ayat 59: “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak- anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka".”
15. Jilbab cuma akal2an lelaki menindas wanita
“Perasaan yang adain miss universe laki2 deh, yang larang jilbab di prancis jg laki2″
16. Aku nggak mau dikendalikan orang tentang apa yang harus aku pake!
“Sayangnya sudah begitu, tv, majalah, sinetron, kendalikan fashionmu”
17. Jilbab kan bikin panas, pusing, ketombean
“Jutaan orang pake jilbab, nggak ada keluhan begitu, mitos aja”
18. Apa nanti kata orang kalo aku pake jilbab?!
“Katanya tadi jadi diri sendiri, nggak peduli kata orang laen…”
19. Jilbab kan nggak gaul?!
“Lha mbak ini mau gaul atau mau menaati Allah?”
20. Aku belum pengalaman pake jilbab!
“Pake jilbab itu kayak nikah, pengalaman tidak diperlukan, keyakinan akan nyusul”
21. Aku belum siap pake jilbab
“Kematian juga nggak akan tanya kamu siap atau belum dear”
22. Mamaku bilang jangan terlalu fanatik!
“Bilang ke mama dengan lembut dan santun, bahwa cintamu padanya
dengan menaati Allah penciptanya”
23. Aku kan gak bebas ke mana-mana, gak bisa nongkrong, clubbing, gosip, kan malu sama baju!
“Bukankah itu perubahan baik?”
24. Itu kan nggak wajib dalam Islam!?
“Kalo nggak wajib, ngapain Rasul perintahin semua wanita Muslim nutup aurat?”
1. Saya nggak mau jilbaban! Jilbaban itu kuno
“Lha, itu zaman flinstones, lebih kuno lagi, nggak pake jilbab”
2. Tapi kan itu hal kecil, kenapa jilbaban harus dipermasalahin?!
“Yang besar2 itu semua awalnya dari perkara kecil yang diremehkan”
3. Yang penting kan hatinya baik, bukan lihat dari jilbabnya, fisiknya!
“trus ngapain salonan tiap minggu? make-upan? itu kan fisik? Dan Islam meyakini bahwa iman itu bukan hanya perkara hati, namun juga ditunjukkan dalam fisik atau amalan lahiriyah. Hati pun cerminan dari lahiriyah. Jika lahiriyah rusak, maka demikianlah hatinya”
4. Jilbaban belum tentu baik
“Betul, yang jilbaban aja belum tentu baik, apalagi yang … (isi sendiri)”
5. Saya kemarin lihat ada yang jilbaban nyuri!
“So what? yang nggak jilbaban juga banyak yang nyuri, gak korelasi kali”
6. Artinya lebih baik jilbabin hati dulu, buat hati baik!
“Yup, ciri hati yang baik adalah jilbabin kepala dan tutup aurat”
7. Kalo jilbaban masih maksiat gimana? dosa kan?
“Kalo nggak jilbaban dan maksiat dosanya malah
2. Malah nggak jilbaban itu dosa besar. ″
8. Jilbaban itu buat aku nggak bebas!
“Oh, berarti lipstick, sanggul, dan ke salon itu membebaskan ya?”
9. Aku nggak mau dibilang fanatik dan ekstrimis!
“Nah, sekarang kau sudah fanatik pada sekuler dan ekstrim tidak mau taat”
10. Kalo aku pake jilbab, nggak ada yang mau sama aku!?
“Banyak yang jilbaban dan mereka nikah kok”
11. Kalo calon suamiku gak suka gimana?
“Berarti dia tak layak, bila didepanmu dia tak taat Allah, siapa
menjamin dibelakangmu dia jujur? Dan ingatlah al khobitsaatu lil khobitsiin, perempuan rusak ditakdirkan dengan lelaki yang sama. Demikian sebaliknya.”
12. Susah cari kerja kalo pake jilbab!
“Lalu enggan taat pada perintah Allah demi kerja? emang yang kasih rizki siapa sih? Bos atau Allah? Dan asalnya wanita itu berdiam di rumah: wa qorna fii buyutikunna (menetaplah kalian di
rumah-rumah kalian)”
13. Ngapa sih agama cuma diliat dari jilbab dan jilbab?
“Sama aja kayak sekulerisme melihat wanita hanya dari paras dan lekuk tubuh”
14. Aku nggak mau diperbudak pakaian arab!
“Ini simbol ketaatan pada Allah, justru orang arab dulu (di zaman jahiliyah) gak pake jilbab. Syari’at jilbab ini untuk
seluruh wanita, bukan hanya Arab sebagaimana ditegaskan dalam surat Al Ahzab ayat 59: “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak- anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka".”
15. Jilbab cuma akal2an lelaki menindas wanita
“Perasaan yang adain miss universe laki2 deh, yang larang jilbab di prancis jg laki2″
16. Aku nggak mau dikendalikan orang tentang apa yang harus aku pake!
“Sayangnya sudah begitu, tv, majalah, sinetron, kendalikan fashionmu”
17. Jilbab kan bikin panas, pusing, ketombean
“Jutaan orang pake jilbab, nggak ada keluhan begitu, mitos aja”
18. Apa nanti kata orang kalo aku pake jilbab?!
“Katanya tadi jadi diri sendiri, nggak peduli kata orang laen…”
19. Jilbab kan nggak gaul?!
“Lha mbak ini mau gaul atau mau menaati Allah?”
20. Aku belum pengalaman pake jilbab!
“Pake jilbab itu kayak nikah, pengalaman tidak diperlukan, keyakinan akan nyusul”
21. Aku belum siap pake jilbab
“Kematian juga nggak akan tanya kamu siap atau belum dear”
22. Mamaku bilang jangan terlalu fanatik!
“Bilang ke mama dengan lembut dan santun, bahwa cintamu padanya
dengan menaati Allah penciptanya”
23. Aku kan gak bebas ke mana-mana, gak bisa nongkrong, clubbing, gosip, kan malu sama baju!
“Bukankah itu perubahan baik?”
24. Itu kan nggak wajib dalam Islam!?
“Kalo nggak wajib, ngapain Rasul perintahin semua wanita Muslim nutup aurat?”
Setan-pun Butuh Integritas
Ini obrolan suatu sore. Boleh percaya, boleh tidak. Konon pemerintah SBY lagi pusing karena menghadapi tuduhan ‘kebohongan publik'. ‘Bohong' ,kalo orang cadel bicara akan terdengar seperti ‘bodong'. Tapi ini bukan urusan udel bodong. Menurut para pintar cendekia, ‘kebohongan' adalah suatu moral, dan ihwal ‘kebohongan publik' ini yang menuduh juga tidak tanggung-tanggung, tokoh lintas agama, orang-orang yang awam pahami paling sahih mengeluarkan pernyataan yang berkaitan dengan moral.
Melakukan kebohongan berarti berbuat tidak jujur. Tidak jujur berarti tidak memiliki integritas, karena integritas adalah kejujuran. Tidak murni berarti ‘kejujuran', integritas mempunyai pengertian lebih dari sebuah ‘kejujuran', tetapi didalamnya merupakan wujud utuh dari moral dan etika sehingga memiliki kemampuan untuk memancarkan kewibawaan.
Rakyat Indonesia dibuat pusing karena kasus Gayus. Pusing bukan karena Gayus-nya, yang notabene hanyalah pesakitan, tetapi karena perilaku aparat-aparat pemerintah dalam menanganinya. Rakyat bingung, ada yang namanya Satgas Mafia Hukum, ada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan terakhir tapi justru yang tertua adalah ada juga Kepolisian RI, yang kesemuanya menangani kasus Gayus.
Rakyat sudah kadung tidak percaya, mau dibuat komisi apapun kok sepertinya muspro, percuma alias sia-sia belaka. Karena satu yang tidak dimiliki oleh Pemerintah, Departemen, Komisi, Satgas, Badan atau apalah namanya, yaitu ‘integritas'.
Untuk melihat integritas suatu pemerintahan, atau organisasi lainnya, yang pertama dilihat adalah siapa pemimpinnya. Integritas pemimpinnya. Apabila pemimpinnya sudah dikenal mempunyai integritas yang tinggi, maka lembaga yang dipimpinnya juga dianggap mempunyai integritas yang tinggi juga, atau dengan kata lain lembaga tersebut sangatlah kredibel. Kredibel (asal kata credible) artinya dapat dipercaya, dapat dijadikan sandaran, dapat diikuti, sahih atau dapat diterima.
Kalau integritas lebih bersifat inheren, proses internal, karakter atau pembawaan diri, sedangkan kredibel merupakan semacam akreditasi, hasil dari perbuatan atau penilaian dari orang luar terhadap internal kita. Integritas akan menghasilkan kredibilitas.
Integritas berubah naik dan turun. Karena integritas merupakan sifat dari dalam, merupakan hati atau kalbu. Jagalah agar integritas selalu menaik, jaga agar tidak menurun dan bahkan sampai pada suatu titik sehingga mendapat cap ‘Orang yang tidak mempunyai integritas!'.
Waktu awal memimpin KPK, nama Antasari Azhar sempat diragukan. Akar dari keraguannya adalah karena Antasari berasal dari institusi Kejaksaan. Rakyat melihat bahwa lembaga penegak hukum dari pemerintah sudah tidak mempunyai integritas lagi, tidak kredibel. Siapapun yang datang dari lembaga penegak hukum pemerintah seperti Kejaksaan, Kepolisian ataupun Pengadilan, rakyat akan melihatnya dengan mata awas, ragu-ragu dan gamang. Karena secara intitusional, lembaga-lembaga tersebut sudah dipandang tidak kredibel. Antasari berasal dari kejaksaan, dan Antasari-pun terkooptasi.
Secara perlahan, Antasari-pun membenahi KPK, gebrakannya membuat banyak nyali koruptor ciut. Seiring dengan banyaknya koruptor yang berhasil digiring ke bui, integritasnyapun meningkat. Antasari berhasil membuktikan bahwa ia mempunyai integritas, integritas pribadi. Antasari mampu ‘mengatakan', agar ia jangan disama-ratakan tidak mempunyai integritas meskipun berasal dari korps yang tidak kredibel, ‘busuk seruas, buang seruas'. Integritas pribadi Antasari lama - lama menyeruak menjadi integritas lembaga barunya, KPK. KPK menjadi organisasi yang kredibel yang menjadi momok menakutkan bagi orang - orang yang bergelimang korupsi, bahkan menakutkan bagi penguasa sekalipun. Tak heran, kalangan penguasa juga bersentuhan dengan korupsi.
BTW, ini obrolan soal integritas, bukan politik. Ternyata banyak pemimpin atau pribadi yang menunjukkan sebaliknya. Pada waktu awal mendapatkan mandat, ia mendapatkan kepercayaan yang tinggi. Tetapi perlahan kepercayaan tersebut menyurut sebelum sirna.
Ada orang yang berteriak paling lantang dan didepan untuk membela rakyat, menentang koruptor, memberikan kemakmuran dan keadilan, tetapi begitu diberikan kepercayaan, seakan lupa terhadap apa yang dijanjikan. Janji tidak dilaksanakan, mengingkari janji, bahkan ia juga tidak berusaha untuk memenuhi janji tersebut. Artinya, pada waktu ia mengucapkan janji, ia telah mengucapkan kebohongan. Wajar, jika reaksi pertama yang diucapkan orang ketika mereka kampanye adalah ‘Mereka bohong!'. "Mereka bodong!", gitu kata orang cadel.
Orang yang mempunyai integritas akan membuat orang percaya dan mendukungnya. Ini berarti, ia akan bekerja lebih mudah. Karena itu orang atau lembaga ingin dikenal mempunyai integritas yang tinggi sehingga dianggap kredibel.
Sebagai contoh, banyak lembaga yang menyatakan sebagai lembaga penerima zakat, infak dan sedekah, tetapi untuk urusan yang satu inipun, orang juga pilih-pilih, hanya menyalurkan zakat atau bantuanpun pada lembaga yang kredibel. Lembaga sosial yang telah kredibel, akan rutin menyalurkan bantuan tanpa pamrih, memberikan informasi terbuka mengenai bantuan yang diterima dan penyalurannya, dan memakai orang-orang yang jujur didalam operasinya, pasti akan dipercaya oleh banyak orang. Untuk alasan inilah, kenapa kadang orang lebih percaya menyalurkan bantuan kepada LSM yang kredibel daripada ke Dinas Sosial dari pemerintah.
Sangat dimaklumi, ketika kasus Gayus mencuat, maka kesadaran membayar pajak dari masyarakat justru menurun. Begitu mudahnya seorang pegawai yang masih muda dan dengan jabatan yang tidak terlalu tinggi memperoleh kekayaan dari pajak. Mandat untuk mengelola pajak untuk kesejahteraan rakyat banyak malah dikorupsi. Dan slogan-slogan yang dikampanyekan oleh Dirjen Pajak menjadi tidak bermakna. Slogan-slogan Dirjen Pajak seperti: ‘Manusia Bijak Taat Bayar Pajak', ‘Kenapa Harus Risih, Jika Bersih' atau ‘Bayar Pajaknya, Awasi Penggunaannya' menjadi slogan kosong saja yang malah membuat antipati rakyat jika membacanya. Rakyat sudah terlanjur mencap orang-orang pajak tidak mempunyai integritas. Gayus men-cap rekan korps-nya menjadi seirama. Bahkan halte bus di kantor pajak berubah nama menjadi ‘halte Gayus'.
Integritas juga akan membuat kita bertahan lama eksistensinya. Tokoh yang akan dikenang jasanya adalah tokoh yang mempunyai integritas, ketokohannya akan melintas zaman. Demikian juga suatu organisasi. Entitas bisnis di bumi ini yang sudah berusia ratusan tahun pasti merupakan organisasi bisnis yang berhasil meyakinkan dan membuktikan bahwa ia mempunyai integritas tinggi. Sebut saja Exxon, Unilever, Nestle, P&G, Walmart, 3M, IBM, General Electric, Toyota, Honda dan lainnya.
Orang yang tidak mempunyai integritaspun membutuhkan orang yang mempunyai integritas. Saya pernah mempunyai teman kerja yang dikenal suka membocorkan rahasia perusahaan kepada perusahaan pesaing. Akhirnya ia diketahui perbuatannya dan dipecat. Lalu apakah ia kemudian bekerja di perusahaan pesaing yang telah dibantunya selama ini? Ternyata tidak, karena perusahaan pesaing tersebut berkeyakinan bahwa sangatlah mungkin karyawan tersebut akan berbuat hal yang sama nantinya apabila direkrut. Perusahan tersebut hanya membutuhkan ‘data'nya dan bukan orangnya, kasihan.
Orang yang melakukan pengkhianatan adalah orang yang tidak mempunyai integritas. Bahkan untuk seorang Don Vito Corleone, yang telah dianggap Godfather oleh para mafioso New York (Film Godfather), tidak segan-segan akan membunuh pengikutnya yang terbukti berkhianat dan tidak loyal. Godfather mempunyai takaran sendiri terhadap makna ‘integritas' pengikutnya.
Boleh percaya boleh tidak. Ternyata setan-pun membutuhkan pengikut yang mempunyai integritas!
Melakukan kebohongan berarti berbuat tidak jujur. Tidak jujur berarti tidak memiliki integritas, karena integritas adalah kejujuran. Tidak murni berarti ‘kejujuran', integritas mempunyai pengertian lebih dari sebuah ‘kejujuran', tetapi didalamnya merupakan wujud utuh dari moral dan etika sehingga memiliki kemampuan untuk memancarkan kewibawaan.
Rakyat Indonesia dibuat pusing karena kasus Gayus. Pusing bukan karena Gayus-nya, yang notabene hanyalah pesakitan, tetapi karena perilaku aparat-aparat pemerintah dalam menanganinya. Rakyat bingung, ada yang namanya Satgas Mafia Hukum, ada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan terakhir tapi justru yang tertua adalah ada juga Kepolisian RI, yang kesemuanya menangani kasus Gayus.
Rakyat sudah kadung tidak percaya, mau dibuat komisi apapun kok sepertinya muspro, percuma alias sia-sia belaka. Karena satu yang tidak dimiliki oleh Pemerintah, Departemen, Komisi, Satgas, Badan atau apalah namanya, yaitu ‘integritas'.
Untuk melihat integritas suatu pemerintahan, atau organisasi lainnya, yang pertama dilihat adalah siapa pemimpinnya. Integritas pemimpinnya. Apabila pemimpinnya sudah dikenal mempunyai integritas yang tinggi, maka lembaga yang dipimpinnya juga dianggap mempunyai integritas yang tinggi juga, atau dengan kata lain lembaga tersebut sangatlah kredibel. Kredibel (asal kata credible) artinya dapat dipercaya, dapat dijadikan sandaran, dapat diikuti, sahih atau dapat diterima.
Kalau integritas lebih bersifat inheren, proses internal, karakter atau pembawaan diri, sedangkan kredibel merupakan semacam akreditasi, hasil dari perbuatan atau penilaian dari orang luar terhadap internal kita. Integritas akan menghasilkan kredibilitas.
Integritas berubah naik dan turun. Karena integritas merupakan sifat dari dalam, merupakan hati atau kalbu. Jagalah agar integritas selalu menaik, jaga agar tidak menurun dan bahkan sampai pada suatu titik sehingga mendapat cap ‘Orang yang tidak mempunyai integritas!'.
Waktu awal memimpin KPK, nama Antasari Azhar sempat diragukan. Akar dari keraguannya adalah karena Antasari berasal dari institusi Kejaksaan. Rakyat melihat bahwa lembaga penegak hukum dari pemerintah sudah tidak mempunyai integritas lagi, tidak kredibel. Siapapun yang datang dari lembaga penegak hukum pemerintah seperti Kejaksaan, Kepolisian ataupun Pengadilan, rakyat akan melihatnya dengan mata awas, ragu-ragu dan gamang. Karena secara intitusional, lembaga-lembaga tersebut sudah dipandang tidak kredibel. Antasari berasal dari kejaksaan, dan Antasari-pun terkooptasi.
Secara perlahan, Antasari-pun membenahi KPK, gebrakannya membuat banyak nyali koruptor ciut. Seiring dengan banyaknya koruptor yang berhasil digiring ke bui, integritasnyapun meningkat. Antasari berhasil membuktikan bahwa ia mempunyai integritas, integritas pribadi. Antasari mampu ‘mengatakan', agar ia jangan disama-ratakan tidak mempunyai integritas meskipun berasal dari korps yang tidak kredibel, ‘busuk seruas, buang seruas'. Integritas pribadi Antasari lama - lama menyeruak menjadi integritas lembaga barunya, KPK. KPK menjadi organisasi yang kredibel yang menjadi momok menakutkan bagi orang - orang yang bergelimang korupsi, bahkan menakutkan bagi penguasa sekalipun. Tak heran, kalangan penguasa juga bersentuhan dengan korupsi.
BTW, ini obrolan soal integritas, bukan politik. Ternyata banyak pemimpin atau pribadi yang menunjukkan sebaliknya. Pada waktu awal mendapatkan mandat, ia mendapatkan kepercayaan yang tinggi. Tetapi perlahan kepercayaan tersebut menyurut sebelum sirna.
Ada orang yang berteriak paling lantang dan didepan untuk membela rakyat, menentang koruptor, memberikan kemakmuran dan keadilan, tetapi begitu diberikan kepercayaan, seakan lupa terhadap apa yang dijanjikan. Janji tidak dilaksanakan, mengingkari janji, bahkan ia juga tidak berusaha untuk memenuhi janji tersebut. Artinya, pada waktu ia mengucapkan janji, ia telah mengucapkan kebohongan. Wajar, jika reaksi pertama yang diucapkan orang ketika mereka kampanye adalah ‘Mereka bohong!'. "Mereka bodong!", gitu kata orang cadel.
Orang yang mempunyai integritas akan membuat orang percaya dan mendukungnya. Ini berarti, ia akan bekerja lebih mudah. Karena itu orang atau lembaga ingin dikenal mempunyai integritas yang tinggi sehingga dianggap kredibel.
Sebagai contoh, banyak lembaga yang menyatakan sebagai lembaga penerima zakat, infak dan sedekah, tetapi untuk urusan yang satu inipun, orang juga pilih-pilih, hanya menyalurkan zakat atau bantuanpun pada lembaga yang kredibel. Lembaga sosial yang telah kredibel, akan rutin menyalurkan bantuan tanpa pamrih, memberikan informasi terbuka mengenai bantuan yang diterima dan penyalurannya, dan memakai orang-orang yang jujur didalam operasinya, pasti akan dipercaya oleh banyak orang. Untuk alasan inilah, kenapa kadang orang lebih percaya menyalurkan bantuan kepada LSM yang kredibel daripada ke Dinas Sosial dari pemerintah.
Sangat dimaklumi, ketika kasus Gayus mencuat, maka kesadaran membayar pajak dari masyarakat justru menurun. Begitu mudahnya seorang pegawai yang masih muda dan dengan jabatan yang tidak terlalu tinggi memperoleh kekayaan dari pajak. Mandat untuk mengelola pajak untuk kesejahteraan rakyat banyak malah dikorupsi. Dan slogan-slogan yang dikampanyekan oleh Dirjen Pajak menjadi tidak bermakna. Slogan-slogan Dirjen Pajak seperti: ‘Manusia Bijak Taat Bayar Pajak', ‘Kenapa Harus Risih, Jika Bersih' atau ‘Bayar Pajaknya, Awasi Penggunaannya' menjadi slogan kosong saja yang malah membuat antipati rakyat jika membacanya. Rakyat sudah terlanjur mencap orang-orang pajak tidak mempunyai integritas. Gayus men-cap rekan korps-nya menjadi seirama. Bahkan halte bus di kantor pajak berubah nama menjadi ‘halte Gayus'.
Integritas juga akan membuat kita bertahan lama eksistensinya. Tokoh yang akan dikenang jasanya adalah tokoh yang mempunyai integritas, ketokohannya akan melintas zaman. Demikian juga suatu organisasi. Entitas bisnis di bumi ini yang sudah berusia ratusan tahun pasti merupakan organisasi bisnis yang berhasil meyakinkan dan membuktikan bahwa ia mempunyai integritas tinggi. Sebut saja Exxon, Unilever, Nestle, P&G, Walmart, 3M, IBM, General Electric, Toyota, Honda dan lainnya.
Orang yang tidak mempunyai integritaspun membutuhkan orang yang mempunyai integritas. Saya pernah mempunyai teman kerja yang dikenal suka membocorkan rahasia perusahaan kepada perusahaan pesaing. Akhirnya ia diketahui perbuatannya dan dipecat. Lalu apakah ia kemudian bekerja di perusahaan pesaing yang telah dibantunya selama ini? Ternyata tidak, karena perusahaan pesaing tersebut berkeyakinan bahwa sangatlah mungkin karyawan tersebut akan berbuat hal yang sama nantinya apabila direkrut. Perusahan tersebut hanya membutuhkan ‘data'nya dan bukan orangnya, kasihan.
Orang yang melakukan pengkhianatan adalah orang yang tidak mempunyai integritas. Bahkan untuk seorang Don Vito Corleone, yang telah dianggap Godfather oleh para mafioso New York (Film Godfather), tidak segan-segan akan membunuh pengikutnya yang terbukti berkhianat dan tidak loyal. Godfather mempunyai takaran sendiri terhadap makna ‘integritas' pengikutnya.
Boleh percaya boleh tidak. Ternyata setan-pun membutuhkan pengikut yang mempunyai integritas!
Wednesday, June 6, 2012
Makalah Akhlak
Diskusi Islam - Makalah Akhlak. Sebelum saya membahas tentang Makalah akhlak ini insya_allah pada lain kesempatan saya akan mengemukakan tentang pembahasan mengenai akhlak, diantaranya pada posting berjudul Makalah Akhlak dan Persoalannya, Berakhlak sesuai Al-Quran, dan Peranan akhlak terpuji dalam kehidupan. Dan berikut ini beberapa penjelasan mengenai akhlak, tentunya dari sudut pandang yang berbeda. Selamat menikmati.
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Setiap manusia yang lahir di dunia ini, pasti membawa naluri yang mirip dengan hewan, letak perbedaannya karena naluri manusia disertai dengan akal. Sedangkan naluri hewan tidak demikian halnya. Oleh karena itu naluri manusia dapat menentukan tujuan yang dikehendakinya. Segala sesuatu itu dinilai baik atau buruknya, terpuji atau tercela, semata-mata karena syara’ (al-Qur’an dan Sunnah) hati nurani atau fitrah dalam bahasa al Qur’an memang dapat menjadi ukuran baik dan buruk karena manusia di ciptakan oleh Allah Swt memiliki fitrah bertauhid, mengakui keesaannya (QS. Ar-Rum: 30-30). Hati nurani manusia selalu mendambakan dan merindukan kebenaran, ingin mengikuti ajaran-ajaran Allah Swt. Namun fitrah manusia tidak selalu terjamin dapat berfungsi dengan baik karena pengaruh dari luar misalnya pengaruh pendidikan, lingkungan, pakaian dan juga pergaulan. Masyarakat yang hati nuraninya sudah tertutup dan akal fikiran sudah di kotori oleh sikap dan perilaku yang tidak terpuji. Namun bukan Cuma perilaku yang harus diperbaiki asupan dalam tubuhpun harus dijaga agar tetap halal. Karena itulah diperlukan adanya suatu jaminan dan kepastian akan kehalalan produk pangan yang dikonsumsi umat Islam.
B. RUMUSAN MASALAH
Dalam kehidupan sehari-hari tentu banyak panorama-panorama dalam kehidupan sehari-hari dan yang terpenting adalah bagaimana kita hidup dalam bermasyarakat, saling menghargai dan saling menghormati di dalam kehidupan sehari-hari tentunya kita di tuntut untuk bagaimana kita dapat hidup bersosialisasi. Tentunya di dalamnya itu banyak aturan dan etika yang harus kita jaga sebab kebebasan kita dibatasi oleh kebebasan orang lain. Seperti berpakaian, kita tidak boleh berpakaian yang berlebihan, kita tetap menjaga etika dalam berpakaian, tidak boleh tampil sembrono, tampil yang berlebihan dan sebagainya. Selain dari pada itu, yang paling penting juga adalah akhlak, bagaimana kita menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga kita dapat hidup tenang. Saling menghargai dan saling menghormati.
Makalah Akhlak
A. PENGERTIAN AKHLAK
Secara etimologis akhlaq adalah bentuk jamak dari khuluq yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat.
Kata akhlaknya yang berarti menciptakan seakan dengan kata khaliq (pencipta), makhaliq yang (diciptakan) dan khalq (penciptaan).
Kata di atas mengisyaratkan bahwa dalam akhlak tercakup pengertian terciptanya keterpaduan antara kehendak khaliq (Tuhan).
Secara terminologis (ishthilabah) ada beberapa definisi tentang akhlaq :
1. Imam Al-Ghazali
Akhlaq adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan perbuatan-perbuatan dengan gampang dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.
2. Ibrahim Anis
Akhlaq adalah sifat yang tertanam dalam jiwa, yang dengannya lahirlah macam-macam perbuatan.
3. Abdul Karim Zaidan
Akhlaq adalah nilai-nilai dan sifat-sifat yang tertanam dalam jiwa, yang depan sorotan dan timbangannya seseorang dapat menilai perbuatannya baik atau buruk.
Dari keterangan diatas. Jelaslah bagi kita bahwa akhlaq itu haruslah bersifat konstan, spontan, tidak temporer dan tidak memerlukan pemikiran dan pertimbangan serta dorongan dari luar. Sekalipun dari beberapa definisi di atas kata akhlak bersifat netral, belum merunjuk kepada baik dan buruk, tapi pada umumnya apabila disebut sendirian, tidak dirangkai dengan sifat tertentu, maka yang dimaksud adalah akhlak yang mulia. Misalnya, bila seseorang berlaku tidak sopan kita mengatakan padanya. “kamu tidak berakhlak”. Padahal tidak sopan itu adalah akhlaknya.
Sumber akhlak
Yang dimaksud dengan sumber akhlak atau yang menjadi ukuran baik dan buruk atau mulia dan tercela.
Dalam konsep akhlak segala sesuatu itu dinilai baik atau buruk, terpuji atau tercela semata-mata karya syara’ (Al-Quran dan Sunnah) menilainya demikian.
Apakah Islam menafikan peran hati nurani, akal dan pandangan masyarakat dalam menyimpulkan baik dan buruk.
Hati nurani atau fitrah dalam bahasa al-Qur’an memang menjadi ukuran baik dan buruk karena manusia diciptakan oleh Allah Swt. Memiliki fitrah bertauhid, mengakui keesaannya.
Demikian juga halnya dengan akal pikiran. Ia hanyalah salah satu kekuatan yang dimiliki manusia untuk mencari kebaikan dan keburukan.
Demikianlah bentang hati nurani dan akal pikiran. Bagaimana dengan pandangan masyarakat? Pandangan masyarakat juga bisa dijadikan ukuran baik dan buruk, tetapi sangat relatif, tergantung sejauh mana kesucian hati nurani masyarakat dan kebersihan pikiran mereka dapat terjaga.
Ruang Lingkup Akhlak
Muhammad Abdullah dias dalam bukunya dhuztur al ahlak fial-Islam membagi ruang lingkup akhlak menjadi lima bagian.
1. Akhlak Pribadi (al-Fardiyah) terdiri dari : a. Kewajiban timbal balik orang tua dan akhlak, b. Kewajiban suami istri, c. kewajiban terhadap kerabat
2. Akhlak bermasyarakat : terdiri dari (a) yang dilarang, (b) yang diperintahkan, (c) keadaan-keadaan adab.
3. Akhlak bernegara: Terdiri dari a. Berhubung antara pemimpin dan rakyat, b. Hubungan luar negeri.
1. Akhlak beragam yaitu kewajiban terhadap Allah SWT
2. Akhlak pribadi = a. Yang diperintahkan, b. Yang dilarang, c. Yang dibolehkan.
Kedudukan dan Keistimewaan Akhlak dalam Islam
Dalam keseluruhan ajaran Islam akhlak menempati kedudukan yang istimewa dan sangat penting. Hal itu dapat dilihat dalam beberapa nomor berikut.
1. Rasulullah SAW menempatkan penyempurnaan akhlak yang mulia sebagai risalah pokok Islam.
2. Akhlak merupakan salah satu ajaran pokok agama Islam.
FUNGSI AKHLAK DALAM HAL MAKANAN, PAKAIAN & PERGAULAN DALAM ISLAM
a. Fungsi Aqidah dalam Hal Makanan
1. Waspadai makanan dan minuman di sekitar kita
a) Makanan dan gaya hidup Modern
Dunia semakin modern banyak orang yang menyebutnya ERA TEKHNOLOGI. Manusia semakin mudah menggapai keinginan-keinginan dengan teknologi.
Dalam pandangan futurlog terkemuka asal Amerika Serikat. Era global yang serba teknologis seperti sekarang ini disebutnya sebagai “global lifestyle”.
Budaya global yang mengalami perkembangan amat dahsyat adalah = food, fashion dan fun (makanan, pakaian, dan hiburan).
Khusus pada budaya makanan dan minuman telah menjadi varian yang menonjol dalam lingkungan masyarakat kita.
b) Konsumen muslim di tip uterus
Ada anggapan bahwa orang mayoritas muslim penduduk Indonesia. Maka masalah konsumsi pangan pasti terjamin kehalalannya.
Anggapan ini diistilahkan oleh Dr. Ir. Amir Aziz sebagai fallasi semu artinya, Jaminan tersebut ternyata tidak terjadi dengan sendirinya tanpa ada sistem dan peraturan yang mendukung keseimbangan mental kita menjadi keharusan agama.
MENGAPA ALLAH
MENGHARAMKAN SESUATU
Seorang khatib dengan memaparkan fakta-fakta di negeri kita. Menurutnya, negeri ini berantakan dan kacau bala dengan berbagai kerusuhan, huru hara etnis, agama dan ras, kericuhan politik, saling fitnah, dll, disebabkan oleh perilaku mungkar para pemimpinnya. Mereka membangun ketamakan kekuasaan melalui jalan menghalalkan segala cara dan mengembangkan “terorisme” mental dengan budaya KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) ironisnya, perilaku ini diikuti oleh sebagian besar pejabat Negara dan masyarakat umum lainnya.
Dampak makanan haram
Secara substansi, setiap barang atau benda yang diharamkan oleh Allah pada dasarnya mempunyai kandungan hikmah dan manfaat. Namun, manusia tidak selalu mampu menelusuri kandungan hikmah dan manfaat apa yang menjadi ketentuan Allah, karena keterbatasan daya jangkau akalnya.
Keharaman khamar atau tidak selalu dapat kita temukan hikmah yang bersifat zhabir (nampaknya) saja. Dulu banyak orang berfikir bahwa haramnya khamar karena memabukkan yang bisa merusak kesehatan manusia.
Salah satu kaidah fikih menyebutkan sebuah ketentuan yang artinya janganlah kamu tanyakan apa yang ditetapkan oleh Allah.
Fungsi akhlak dalam pakaian
Sebagai seorang muslim kita wajib menutup aurat kapan pun dimanapun kita berada. Jika kita hendak bepergian sebagai seorang muslimah tidak sepantasnya tidak memamerkan aurat kita di muka umum. Sebagai seorang muslimah sangatlah tidak wajar jika kita berjalan di tempat umum. Kita mempertontonkan segala bentuk tubuh kita, sangatlah tidak wajar dan tidak sepantasnya jika segala bentuk tubuh kita di lihat oleh yang bukan muhrim. Sebagai seorang muslimah patutlah kita merasa malu dan merasa berdosa jika kita tidak menutup aurat. Logikanya adalah jika kita hendak kemana-mana hendaknya menutup aurat dan menutup aurat itu adalah kewajiban bagi setiap muslimah.
Makalah Akhlak
Fungsi Akhlak dalam Pergaulan dalam Islam
Tindakan Manusia
Manusia itu dinilai oleh manusia lain dalam tindakannya. Kalau ‘tindakan’ ini di ambil seluas-luasnya, maka ada beberapa macam penilaian. Mungkin tindakan nilai sebagai sehat atau kurang sehat, misalnya perasaan, pencernaan, peredaran darah, yang menilai cara ilmiah hal-hal yang demikian itu dokter dan kalau kesehatan seseorang di anggap kurang, diusahakan obatnya, supaya kesehatan itu pulih kembali, penilaian di atas di sebut penilaian medis.
Adapula tindakan yang dinilai menurut indah-tidaknya. Orang mungkin indah tindakannya, indah (merdu) nyanyiannya, indah gerak-geriknya. Penilaian ini di sebut penilaian estetis untuk mengetahui mengapa sesuatu (pun tindakan) di sebut indah, tidaklah amat mudah, rupa-rupanya penentuan indah-tidaknya sesuatu itu amat terpengaruhi oleh rasa dan rasa manusia itu amat sukar tertentukan. Berbeda-beda dan tergantung dari banyak hal.
Tindakan mungkin juga dinilai sebagai baik atau lawannya, ialah buruk, kalau tindakan manusia dinilai atas baik-buruknya. Tindakan itu seakan-akan keluar dari manusia, dilakukan dengan sadar atas pilihan dengan satu perkataan: sengaja, faktor kesengajaan mutlak untuk penilaian baik-buruknya yang disebut penilaian etis atau normal.
Walaupun tidak mudah pula memberi penentuan tentang kesengajaan ini, yang terang indah bahwa ada pengetahuan (kesadaran) bahwa orang bertindak dan ada pilihan terhadap tindakan itu. Orang yang dalam tidurnya nyenyak mendengkur, takkan dikatakan bahwa ia mendengkur dengan sengaja. Ia tak tahu, bahwa ia lebih suka mendengkur! Begitu pula jika ada keadaan yang betul-betul memaksa, maka di situasi itu tidak disengaja, melainkan terpaksa misalnya jika seorang pengemudi mobil menabrak orang, karena orang ini sekonyong-konyong menyeberang jalan serta amat dekat dengan mobil itu sehingga tidak mungkin mengerem atau mengerak, maka ia dalam keadaan terpaksa. Situasinya tak memungkinkan memilih tindakan yang lebih pantas untuk dilakukannya. Tidak tidak mampu mengontol tindakannya, apalagi pergaulannya dengan sesama. Dalam bergaul itu, kita harus mampu membedakan antara mana yang pantas dan tidak pantas untuk kita temani.
Seperti dalam ajaran agama Islam tentang pergaulan, kita harus pintar-pintar memilih mana yang terbaik untuk kita karena semua dampak dari pergaulan akan kembali kepada yang menjalani pergaulan tersebut.
Pergaulan dapat dibedakan menjadi 2 :
Pergaulan Positif Yakni bergaul kepada orang-orang yang berhati mulia, dan selalu menjalankan perintah Allah, dan menjauhi segala larangannya, dan selalu membantu seseorang, dan tidak memiliki sifat sombong.
Pergaulan Negatif Yakni pergaulan yang dicekam oleh Allah karena tidak sejalan dengan ajaran Islam. Misalnya saja bergaul kepada orang-orang yang suka mabuk, judi, zina, dan tidak pernah menjalankan perintah dan apalagi menjalankan shalat 5 waktu.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Akhlak tidak dapat dipisahkan oleh kehidupan sehari-hari karena akhlak berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari. Misalkan saja dalam pergaulan, tanpa akhlak pergaulan akan kacau, karean saling tidak menghargai dan saling meremehkan.
Kemudian akhlak juga berkaitan erat dalam makanan sehari-hari karena tanpa akhlak bisa saja orang yang lapar dengan tanpa fikir panjang langsung mengambil makanan orang tanpa mengetahui makanan itu telah diberikan atau tidak.
Dan yang terakhir aklak dalam berpakaian sehari-hari Adalah kewajiban yang mutlak yang harus di laksanakan oleh setiap muslimah yang beriman. Selain dari pada itu, kalau kita bepergian, lantas kita menutup aurat, kita terlepas dari segala fitnah. Makalah Akhlak
copasmania : http://www.masbied.com/2012/02/24/makalah-akhlak/
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Setiap manusia yang lahir di dunia ini, pasti membawa naluri yang mirip dengan hewan, letak perbedaannya karena naluri manusia disertai dengan akal. Sedangkan naluri hewan tidak demikian halnya. Oleh karena itu naluri manusia dapat menentukan tujuan yang dikehendakinya. Segala sesuatu itu dinilai baik atau buruknya, terpuji atau tercela, semata-mata karena syara’ (al-Qur’an dan Sunnah) hati nurani atau fitrah dalam bahasa al Qur’an memang dapat menjadi ukuran baik dan buruk karena manusia di ciptakan oleh Allah Swt memiliki fitrah bertauhid, mengakui keesaannya (QS. Ar-Rum: 30-30). Hati nurani manusia selalu mendambakan dan merindukan kebenaran, ingin mengikuti ajaran-ajaran Allah Swt. Namun fitrah manusia tidak selalu terjamin dapat berfungsi dengan baik karena pengaruh dari luar misalnya pengaruh pendidikan, lingkungan, pakaian dan juga pergaulan. Masyarakat yang hati nuraninya sudah tertutup dan akal fikiran sudah di kotori oleh sikap dan perilaku yang tidak terpuji. Namun bukan Cuma perilaku yang harus diperbaiki asupan dalam tubuhpun harus dijaga agar tetap halal. Karena itulah diperlukan adanya suatu jaminan dan kepastian akan kehalalan produk pangan yang dikonsumsi umat Islam.
B. RUMUSAN MASALAH
Dalam kehidupan sehari-hari tentu banyak panorama-panorama dalam kehidupan sehari-hari dan yang terpenting adalah bagaimana kita hidup dalam bermasyarakat, saling menghargai dan saling menghormati di dalam kehidupan sehari-hari tentunya kita di tuntut untuk bagaimana kita dapat hidup bersosialisasi. Tentunya di dalamnya itu banyak aturan dan etika yang harus kita jaga sebab kebebasan kita dibatasi oleh kebebasan orang lain. Seperti berpakaian, kita tidak boleh berpakaian yang berlebihan, kita tetap menjaga etika dalam berpakaian, tidak boleh tampil sembrono, tampil yang berlebihan dan sebagainya. Selain dari pada itu, yang paling penting juga adalah akhlak, bagaimana kita menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga kita dapat hidup tenang. Saling menghargai dan saling menghormati.
Makalah Akhlak
A. PENGERTIAN AKHLAK
Secara etimologis akhlaq adalah bentuk jamak dari khuluq yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat.
Kata akhlaknya yang berarti menciptakan seakan dengan kata khaliq (pencipta), makhaliq yang (diciptakan) dan khalq (penciptaan).
Kata di atas mengisyaratkan bahwa dalam akhlak tercakup pengertian terciptanya keterpaduan antara kehendak khaliq (Tuhan).
Secara terminologis (ishthilabah) ada beberapa definisi tentang akhlaq :
1. Imam Al-Ghazali
Akhlaq adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan perbuatan-perbuatan dengan gampang dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.
2. Ibrahim Anis
Akhlaq adalah sifat yang tertanam dalam jiwa, yang dengannya lahirlah macam-macam perbuatan.
3. Abdul Karim Zaidan
Akhlaq adalah nilai-nilai dan sifat-sifat yang tertanam dalam jiwa, yang depan sorotan dan timbangannya seseorang dapat menilai perbuatannya baik atau buruk.
Dari keterangan diatas. Jelaslah bagi kita bahwa akhlaq itu haruslah bersifat konstan, spontan, tidak temporer dan tidak memerlukan pemikiran dan pertimbangan serta dorongan dari luar. Sekalipun dari beberapa definisi di atas kata akhlak bersifat netral, belum merunjuk kepada baik dan buruk, tapi pada umumnya apabila disebut sendirian, tidak dirangkai dengan sifat tertentu, maka yang dimaksud adalah akhlak yang mulia. Misalnya, bila seseorang berlaku tidak sopan kita mengatakan padanya. “kamu tidak berakhlak”. Padahal tidak sopan itu adalah akhlaknya.
Sumber akhlak
Yang dimaksud dengan sumber akhlak atau yang menjadi ukuran baik dan buruk atau mulia dan tercela.
Dalam konsep akhlak segala sesuatu itu dinilai baik atau buruk, terpuji atau tercela semata-mata karya syara’ (Al-Quran dan Sunnah) menilainya demikian.
Apakah Islam menafikan peran hati nurani, akal dan pandangan masyarakat dalam menyimpulkan baik dan buruk.
Hati nurani atau fitrah dalam bahasa al-Qur’an memang menjadi ukuran baik dan buruk karena manusia diciptakan oleh Allah Swt. Memiliki fitrah bertauhid, mengakui keesaannya.
Demikian juga halnya dengan akal pikiran. Ia hanyalah salah satu kekuatan yang dimiliki manusia untuk mencari kebaikan dan keburukan.
Demikianlah bentang hati nurani dan akal pikiran. Bagaimana dengan pandangan masyarakat? Pandangan masyarakat juga bisa dijadikan ukuran baik dan buruk, tetapi sangat relatif, tergantung sejauh mana kesucian hati nurani masyarakat dan kebersihan pikiran mereka dapat terjaga.
Ruang Lingkup Akhlak
Muhammad Abdullah dias dalam bukunya dhuztur al ahlak fial-Islam membagi ruang lingkup akhlak menjadi lima bagian.
1. Akhlak Pribadi (al-Fardiyah) terdiri dari : a. Kewajiban timbal balik orang tua dan akhlak, b. Kewajiban suami istri, c. kewajiban terhadap kerabat
2. Akhlak bermasyarakat : terdiri dari (a) yang dilarang, (b) yang diperintahkan, (c) keadaan-keadaan adab.
3. Akhlak bernegara: Terdiri dari a. Berhubung antara pemimpin dan rakyat, b. Hubungan luar negeri.
1. Akhlak beragam yaitu kewajiban terhadap Allah SWT
2. Akhlak pribadi = a. Yang diperintahkan, b. Yang dilarang, c. Yang dibolehkan.
Kedudukan dan Keistimewaan Akhlak dalam Islam
Dalam keseluruhan ajaran Islam akhlak menempati kedudukan yang istimewa dan sangat penting. Hal itu dapat dilihat dalam beberapa nomor berikut.
1. Rasulullah SAW menempatkan penyempurnaan akhlak yang mulia sebagai risalah pokok Islam.
2. Akhlak merupakan salah satu ajaran pokok agama Islam.
FUNGSI AKHLAK DALAM HAL MAKANAN, PAKAIAN & PERGAULAN DALAM ISLAM
a. Fungsi Aqidah dalam Hal Makanan
1. Waspadai makanan dan minuman di sekitar kita
a) Makanan dan gaya hidup Modern
Dunia semakin modern banyak orang yang menyebutnya ERA TEKHNOLOGI. Manusia semakin mudah menggapai keinginan-keinginan dengan teknologi.
Dalam pandangan futurlog terkemuka asal Amerika Serikat. Era global yang serba teknologis seperti sekarang ini disebutnya sebagai “global lifestyle”.
Budaya global yang mengalami perkembangan amat dahsyat adalah = food, fashion dan fun (makanan, pakaian, dan hiburan).
Khusus pada budaya makanan dan minuman telah menjadi varian yang menonjol dalam lingkungan masyarakat kita.
b) Konsumen muslim di tip uterus
Ada anggapan bahwa orang mayoritas muslim penduduk Indonesia. Maka masalah konsumsi pangan pasti terjamin kehalalannya.
Anggapan ini diistilahkan oleh Dr. Ir. Amir Aziz sebagai fallasi semu artinya, Jaminan tersebut ternyata tidak terjadi dengan sendirinya tanpa ada sistem dan peraturan yang mendukung keseimbangan mental kita menjadi keharusan agama.
MENGAPA ALLAH
MENGHARAMKAN SESUATU
Seorang khatib dengan memaparkan fakta-fakta di negeri kita. Menurutnya, negeri ini berantakan dan kacau bala dengan berbagai kerusuhan, huru hara etnis, agama dan ras, kericuhan politik, saling fitnah, dll, disebabkan oleh perilaku mungkar para pemimpinnya. Mereka membangun ketamakan kekuasaan melalui jalan menghalalkan segala cara dan mengembangkan “terorisme” mental dengan budaya KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) ironisnya, perilaku ini diikuti oleh sebagian besar pejabat Negara dan masyarakat umum lainnya.
Dampak makanan haram
Secara substansi, setiap barang atau benda yang diharamkan oleh Allah pada dasarnya mempunyai kandungan hikmah dan manfaat. Namun, manusia tidak selalu mampu menelusuri kandungan hikmah dan manfaat apa yang menjadi ketentuan Allah, karena keterbatasan daya jangkau akalnya.
Keharaman khamar atau tidak selalu dapat kita temukan hikmah yang bersifat zhabir (nampaknya) saja. Dulu banyak orang berfikir bahwa haramnya khamar karena memabukkan yang bisa merusak kesehatan manusia.
Salah satu kaidah fikih menyebutkan sebuah ketentuan yang artinya janganlah kamu tanyakan apa yang ditetapkan oleh Allah.
Fungsi akhlak dalam pakaian
Sebagai seorang muslim kita wajib menutup aurat kapan pun dimanapun kita berada. Jika kita hendak bepergian sebagai seorang muslimah tidak sepantasnya tidak memamerkan aurat kita di muka umum. Sebagai seorang muslimah sangatlah tidak wajar jika kita berjalan di tempat umum. Kita mempertontonkan segala bentuk tubuh kita, sangatlah tidak wajar dan tidak sepantasnya jika segala bentuk tubuh kita di lihat oleh yang bukan muhrim. Sebagai seorang muslimah patutlah kita merasa malu dan merasa berdosa jika kita tidak menutup aurat. Logikanya adalah jika kita hendak kemana-mana hendaknya menutup aurat dan menutup aurat itu adalah kewajiban bagi setiap muslimah.
Makalah Akhlak
Fungsi Akhlak dalam Pergaulan dalam Islam
Tindakan Manusia
Manusia itu dinilai oleh manusia lain dalam tindakannya. Kalau ‘tindakan’ ini di ambil seluas-luasnya, maka ada beberapa macam penilaian. Mungkin tindakan nilai sebagai sehat atau kurang sehat, misalnya perasaan, pencernaan, peredaran darah, yang menilai cara ilmiah hal-hal yang demikian itu dokter dan kalau kesehatan seseorang di anggap kurang, diusahakan obatnya, supaya kesehatan itu pulih kembali, penilaian di atas di sebut penilaian medis.
Adapula tindakan yang dinilai menurut indah-tidaknya. Orang mungkin indah tindakannya, indah (merdu) nyanyiannya, indah gerak-geriknya. Penilaian ini di sebut penilaian estetis untuk mengetahui mengapa sesuatu (pun tindakan) di sebut indah, tidaklah amat mudah, rupa-rupanya penentuan indah-tidaknya sesuatu itu amat terpengaruhi oleh rasa dan rasa manusia itu amat sukar tertentukan. Berbeda-beda dan tergantung dari banyak hal.
Tindakan mungkin juga dinilai sebagai baik atau lawannya, ialah buruk, kalau tindakan manusia dinilai atas baik-buruknya. Tindakan itu seakan-akan keluar dari manusia, dilakukan dengan sadar atas pilihan dengan satu perkataan: sengaja, faktor kesengajaan mutlak untuk penilaian baik-buruknya yang disebut penilaian etis atau normal.
Walaupun tidak mudah pula memberi penentuan tentang kesengajaan ini, yang terang indah bahwa ada pengetahuan (kesadaran) bahwa orang bertindak dan ada pilihan terhadap tindakan itu. Orang yang dalam tidurnya nyenyak mendengkur, takkan dikatakan bahwa ia mendengkur dengan sengaja. Ia tak tahu, bahwa ia lebih suka mendengkur! Begitu pula jika ada keadaan yang betul-betul memaksa, maka di situasi itu tidak disengaja, melainkan terpaksa misalnya jika seorang pengemudi mobil menabrak orang, karena orang ini sekonyong-konyong menyeberang jalan serta amat dekat dengan mobil itu sehingga tidak mungkin mengerem atau mengerak, maka ia dalam keadaan terpaksa. Situasinya tak memungkinkan memilih tindakan yang lebih pantas untuk dilakukannya. Tidak tidak mampu mengontol tindakannya, apalagi pergaulannya dengan sesama. Dalam bergaul itu, kita harus mampu membedakan antara mana yang pantas dan tidak pantas untuk kita temani.
Seperti dalam ajaran agama Islam tentang pergaulan, kita harus pintar-pintar memilih mana yang terbaik untuk kita karena semua dampak dari pergaulan akan kembali kepada yang menjalani pergaulan tersebut.
Pergaulan dapat dibedakan menjadi 2 :
Pergaulan Positif Yakni bergaul kepada orang-orang yang berhati mulia, dan selalu menjalankan perintah Allah, dan menjauhi segala larangannya, dan selalu membantu seseorang, dan tidak memiliki sifat sombong.
Pergaulan Negatif Yakni pergaulan yang dicekam oleh Allah karena tidak sejalan dengan ajaran Islam. Misalnya saja bergaul kepada orang-orang yang suka mabuk, judi, zina, dan tidak pernah menjalankan perintah dan apalagi menjalankan shalat 5 waktu.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Akhlak tidak dapat dipisahkan oleh kehidupan sehari-hari karena akhlak berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari. Misalkan saja dalam pergaulan, tanpa akhlak pergaulan akan kacau, karean saling tidak menghargai dan saling meremehkan.
Kemudian akhlak juga berkaitan erat dalam makanan sehari-hari karena tanpa akhlak bisa saja orang yang lapar dengan tanpa fikir panjang langsung mengambil makanan orang tanpa mengetahui makanan itu telah diberikan atau tidak.
Dan yang terakhir aklak dalam berpakaian sehari-hari Adalah kewajiban yang mutlak yang harus di laksanakan oleh setiap muslimah yang beriman. Selain dari pada itu, kalau kita bepergian, lantas kita menutup aurat, kita terlepas dari segala fitnah. Makalah Akhlak
copasmania : http://www.masbied.com/2012/02/24/makalah-akhlak/
Friday, May 18, 2012
Negeri yang Tercelup Kemuliaan Islam
Oleh: Ahmad Wali Radhi
Apa yang menjadikan Mesir begitu mulia? Tidakkah manusia memperhatikan bahwasanya negeri yang gersang itu mendapatkan banyak kemuliaan dari Allah SWT. Banyak para Nabi yang terlahir di daerah tersebut. Bahkan para ulama dan panglima perang muslim seperti Imam Asy-Syafi’i dan Shalahuddin Al-Ayyubi pun pernah bermukim di Mesir. Tokoh pembaharu abad XIX umat Islam, Imam Asy-Syahid Hasan Al-Banna dengan pergerakan Ikhwanul Muslimin yang beliau dirikan juga dimulai dari Mesir. Karena itulah masyarakat Mesir takkan pernah rela fitrah mereka yang telah tercelup oleh shibghatullah hilang ditelan kehinaan zaman. Itulah alasan-alasan yang memperkuat dakwah Islam bergulir deras di padang gurun Mesir. Dan itu juga menjadi alasan penulis untuk kembali menggoreskan pena yang tajam ini untuk memberikan karya bagi khalayak.
Berbicara tentang negeri Mesir takkan pernah terlepas dari peradaban dan kebudayaan mereka yang mencengangkan sejak beribu-ribu tahun sebelum masehi. Tersebutlah bangunan-bangunan besar layaknya makam yang telah diketahui banyak orang di seluruh dunia. Tepat sekali. Itulah Piramida Giza, The Great Sphinx, dan banyak lagi seni dan arsitektur Mesir Kuno yang sampai sekarang masih dapat terlihat. Para ahli arkeologi pun sampai saat ini masih menelusuri jejak-jejak peradaban Mesir yang maju tersebut. Pertanyaan yang masih terngiang di kepala mereka adalah bagaimana masyarakat Mesir dahulu membangun bangunan semegah Piramida pada ribuan tahun sebelum masehi. Apakah kehidupan di bumi ini layaknya sebuah siklus yang terus saling berganti peradaban? Itulah yang menjadi pertanyaan besar bagi sebagian besar kalangan konspirator yang ada di dunia. Tapi, penulis tidak akan melakukan pembahasan tentang Mesir dalam cakupan tersebut.
Mari memulai dari sejarah singkat negeri ini dari peradaban Mesir kuno. Dan pembahasan akan mengerucut kepada peradaban Islam yang mewarnai Mesir. Khususnya dalam konteks pergerakan masyarakat muslim Mesir yang masih terlihat hingga saat ini. Semoga Allah memperkenankan agar dakwah Islam terus bergulir di tanah Mesir hingga menjadi pusat penyebaran Islam dengan negara-negara Timur Tengah lainnya dan seluruh dunia pun meyakini bahwa perjuangan umat Islam dalam menyebarkan agama Allah takkan sia-sia belaka. Maka, lihatlah belasan tahun mendatang! Dunia akan tunduk pada eksistensi Islam dalam memimpin peradaban dunia.
Telah diketahui bahwa Piramida Giza dan bangunan-bangunan identik lainnya dibangun pada zaman peradaban Mesir kuno. Dan pada zaman ini pun diperkirakan Fir’aun dan Nabi Musa as. hidup dan saling berlomba memberikan pengaruh di dalam masyarakat Mesir kala itu. Allah telah berfirman di Al-Qur’an yang menyebutkan bahwa jasad Fir’aun yang tenggelam di Laut Merah dibiarkan utuh agar menjadi pelajaran bagi manusia. Itu pun menunjukkan bahwa hanya fitrah suci yang akan menang.
Kemudian di awal-awal tahun masehi datanglah bangsa Yunani, Roma, dan Byzantium yang melakukan ekspansi di wilayah Mesir. Saint Mark the Evangelist pada abad pertama masehi membawa agama nasrani ke dalam masyarakat Mesir. Inilah yang menjadi cikal bakal Kristen Koptik yang berkembang di Mesir. Sampai saat ini populasinya tak lebih dari 5% penduduk Mesir.
Ketika Nabi Muhammad saw. bersama para sahabatnya berhasil menaklukkan Persia dan Byzantium, maka tampillah sahabat Amru bin Al-Ash menuju Mesir untuk menaklukkan Byzantium yang menjajah. Seiring berjalannya waktu ke waktu, muncullah banyak para ulama di Mesir. Seperti halnya Imam Asy-Syafi’i. Maka jadilah mayoritas masyarakat Mesir menganut Islam Sunni. Selain itu Shalahuddin Al-Ayyubi pun tampil dalam kesultanan Mamluk yang berhasil kembali menaklukkan Palestina dari tentara-tentara Salib Eropa.
Seiring pergantian kekuasaan di dalam kubu umat Islam, akhirnya Mesir dikendalikan oleh kekuasaan Turki Utsmani. Dalam perjalanannya, banyak terjadi perselisihan antara masyarakat dan pemerintah hingga terjadi revolusi pertama kali yang pernah dialami Mesir pada tahun 1952. Sebelumnya, Mesir setelah kekuasaan Turki Utsmani, dijajah oleh Inggris sampai memerdekakan diri pada tanggal 18 Juni 1953. Hingga pada tahun 2011 lalu Mesir mengalami pergolakan revolusi untuk yang kedua kalinya. Presiden Muhammad Husni Mubarrak dipaksa mundur setelah memiliki kekuasaan hampir 30 tahun lamanya.
Membahas tentang peradaban dan pergerakan Islam di Mesir tentunya sedapat mungkin bisa menjelaskan bagaimana ia merasuki hati masyarakat Mesir dengan fitrah suci Islam. Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwasanya sejak Islam masuk ke tanah Mesir, masyarakatnya mulai berubah menjadi manusia rabbani yang menjunjung tinggi asas-asas keislaman dalam segala aspek kehidupan. Mereka mulai meyakini bahwa hanya Islam yang hanya bisa mengantarkan pemeluknya kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Terbukti dengan jelas dan mudah ketika kembali menengok ke belakang saat revolusi yang dilancarkan masyarakat kepada pemerintah militer setahun yang lalu.
Pada hakikatnya masyarakat Mesir saat ini sangat menginginkan Islam kembali berjaya seperti zaman awal-awal Islam memasuki Mesir. Tidak ada kesengsaraan, kebathilan, kehinaan dan bentuk kejahatan lain saat Islam memimpin masyarakat Mesir. Mereka hanya menginginkan Islam kembali berjaya sehingga kehidupan mereka dapat terjalani dengan bahagia untuk menyongsong kekekalan akhirat kelak.
Namun, ada satu pemikiran yang mereka selalu jaga. Paradigma pemikiran mereka terlampau luas untuk bisa diikuti oleh semua ras manusia yang ada di dunia. Mereka satu. Mereka bersatu. Satu pemikiran yang selalu meyakini dan tidak akan pernah hilang tanpa bekas dari kepala mereka adalah bahwa Islam adalah Rahmatan Lil ‘Aalamiin. Rahmat bagi semesta alam. Mereka tidak menginginkan Islam kembali berjaya dengan kekerasan. Tapi, mereka menjunjung sistem demokrasi dengan baik yang telah berjalan hampir di seluruh negara di dunia. Mereka turut berpartisipasi dan berkontribusi untuk mendukung pemimpin mereka dalam memenangkan setiap pemilihan yang ada. Walaupun baru kemarin bakal calon pemimpin mereka dicoret oleh dewan pemilihan umum untuk maju dalam pemilihan presiden secara inklusif.
Ada satu hal yang selalu mereka yakini bersama. Dan karena hal itulah Allah SWT memberikan motivasi yang kuat dan jalan yang mudah untuk menyongsong keinginan mereka. Mereka meyakini Allah SWT akan menolong mereka dalam memenangkan Islam di bumi Mesir. Dan celutun api awal sudah mulai terlihat. Itu menjadi bom waktu yang terus mengalir dalam pergolakan dunia Arab. Walaupun seperti itu, ketetapan hati mereka takkan pernah berubah dengan adanya intervensi dari kalangan barat. Mereka yakin bahwa kekuasaan suatu kaum akan digantikan oleh kaum yang lain sebagai pelajaran bagi manusia.
Terakhir penulis ingin menyampaikan sepatah kalimat bagi khalayak sekalian. Yakinilah dalam hati bahwa setiap pergiliran kekuasaan yang ada di ranah tanah bumi ini pasti Allah SWT memberikan hikmah-hikmah yang dapat dipelajari kembali. Agar setiap kesalahan yang pernah terjadi tidak akan pernah terulang untuk yang kedua kalinya. Lalu, tanamkan selalu dalam hati diri bahwa tsiqah-nya hati kepada Allah SWT dan Islam, akan selalu memberikan ketenangan sikap dan kesempatan yang luas. Dengan keberadaan orang-orang seperti itu penulis sangat meyakini bahwa Islam akan maju dalam beberapa dekade ke depan. Lihatlah masyarakat Mesir sebagai contoh nyata bagi kalian hai pemuda-pemuda Islam! Janganlah engkau sekali-kali melayangkan pernyataan bahwa Islam dan Al-Qur’an yang ia bawa tidak cocok dengan perkembangan zaman. Bahkan sebaliknya. Sudah sejak beratus-ratus tahun lalu Allah memberikan petunjuk di dalam Al-Qur’an sebagai pedoman untuk menjalani hidup. Tidak ada kata kadaluwarsa bagi Al-Qur’an. Maka dari itu jadikanlah syi’ar-syi’ar Islam yang sudah tertanam dalam Al-Qur’an sebagai landasan utama dalam memanfaatkan segala thagut yang ada di dunia. Karena kalian bisa menikmati semua thagut itu dengan Al-Qur’an. Tidak dengan kekerasan dan ekstremitas apapun. Dan hidup ini pun menjadi indah dan membahagiakan.
Apa yang menjadikan Mesir begitu mulia? Tidakkah manusia memperhatikan bahwasanya negeri yang gersang itu mendapatkan banyak kemuliaan dari Allah SWT. Banyak para Nabi yang terlahir di daerah tersebut. Bahkan para ulama dan panglima perang muslim seperti Imam Asy-Syafi’i dan Shalahuddin Al-Ayyubi pun pernah bermukim di Mesir. Tokoh pembaharu abad XIX umat Islam, Imam Asy-Syahid Hasan Al-Banna dengan pergerakan Ikhwanul Muslimin yang beliau dirikan juga dimulai dari Mesir. Karena itulah masyarakat Mesir takkan pernah rela fitrah mereka yang telah tercelup oleh shibghatullah hilang ditelan kehinaan zaman. Itulah alasan-alasan yang memperkuat dakwah Islam bergulir deras di padang gurun Mesir. Dan itu juga menjadi alasan penulis untuk kembali menggoreskan pena yang tajam ini untuk memberikan karya bagi khalayak.
Berbicara tentang negeri Mesir takkan pernah terlepas dari peradaban dan kebudayaan mereka yang mencengangkan sejak beribu-ribu tahun sebelum masehi. Tersebutlah bangunan-bangunan besar layaknya makam yang telah diketahui banyak orang di seluruh dunia. Tepat sekali. Itulah Piramida Giza, The Great Sphinx, dan banyak lagi seni dan arsitektur Mesir Kuno yang sampai sekarang masih dapat terlihat. Para ahli arkeologi pun sampai saat ini masih menelusuri jejak-jejak peradaban Mesir yang maju tersebut. Pertanyaan yang masih terngiang di kepala mereka adalah bagaimana masyarakat Mesir dahulu membangun bangunan semegah Piramida pada ribuan tahun sebelum masehi. Apakah kehidupan di bumi ini layaknya sebuah siklus yang terus saling berganti peradaban? Itulah yang menjadi pertanyaan besar bagi sebagian besar kalangan konspirator yang ada di dunia. Tapi, penulis tidak akan melakukan pembahasan tentang Mesir dalam cakupan tersebut.
Mari memulai dari sejarah singkat negeri ini dari peradaban Mesir kuno. Dan pembahasan akan mengerucut kepada peradaban Islam yang mewarnai Mesir. Khususnya dalam konteks pergerakan masyarakat muslim Mesir yang masih terlihat hingga saat ini. Semoga Allah memperkenankan agar dakwah Islam terus bergulir di tanah Mesir hingga menjadi pusat penyebaran Islam dengan negara-negara Timur Tengah lainnya dan seluruh dunia pun meyakini bahwa perjuangan umat Islam dalam menyebarkan agama Allah takkan sia-sia belaka. Maka, lihatlah belasan tahun mendatang! Dunia akan tunduk pada eksistensi Islam dalam memimpin peradaban dunia.
Telah diketahui bahwa Piramida Giza dan bangunan-bangunan identik lainnya dibangun pada zaman peradaban Mesir kuno. Dan pada zaman ini pun diperkirakan Fir’aun dan Nabi Musa as. hidup dan saling berlomba memberikan pengaruh di dalam masyarakat Mesir kala itu. Allah telah berfirman di Al-Qur’an yang menyebutkan bahwa jasad Fir’aun yang tenggelam di Laut Merah dibiarkan utuh agar menjadi pelajaran bagi manusia. Itu pun menunjukkan bahwa hanya fitrah suci yang akan menang.
Kemudian di awal-awal tahun masehi datanglah bangsa Yunani, Roma, dan Byzantium yang melakukan ekspansi di wilayah Mesir. Saint Mark the Evangelist pada abad pertama masehi membawa agama nasrani ke dalam masyarakat Mesir. Inilah yang menjadi cikal bakal Kristen Koptik yang berkembang di Mesir. Sampai saat ini populasinya tak lebih dari 5% penduduk Mesir.
Ketika Nabi Muhammad saw. bersama para sahabatnya berhasil menaklukkan Persia dan Byzantium, maka tampillah sahabat Amru bin Al-Ash menuju Mesir untuk menaklukkan Byzantium yang menjajah. Seiring berjalannya waktu ke waktu, muncullah banyak para ulama di Mesir. Seperti halnya Imam Asy-Syafi’i. Maka jadilah mayoritas masyarakat Mesir menganut Islam Sunni. Selain itu Shalahuddin Al-Ayyubi pun tampil dalam kesultanan Mamluk yang berhasil kembali menaklukkan Palestina dari tentara-tentara Salib Eropa.
Seiring pergantian kekuasaan di dalam kubu umat Islam, akhirnya Mesir dikendalikan oleh kekuasaan Turki Utsmani. Dalam perjalanannya, banyak terjadi perselisihan antara masyarakat dan pemerintah hingga terjadi revolusi pertama kali yang pernah dialami Mesir pada tahun 1952. Sebelumnya, Mesir setelah kekuasaan Turki Utsmani, dijajah oleh Inggris sampai memerdekakan diri pada tanggal 18 Juni 1953. Hingga pada tahun 2011 lalu Mesir mengalami pergolakan revolusi untuk yang kedua kalinya. Presiden Muhammad Husni Mubarrak dipaksa mundur setelah memiliki kekuasaan hampir 30 tahun lamanya.
Membahas tentang peradaban dan pergerakan Islam di Mesir tentunya sedapat mungkin bisa menjelaskan bagaimana ia merasuki hati masyarakat Mesir dengan fitrah suci Islam. Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwasanya sejak Islam masuk ke tanah Mesir, masyarakatnya mulai berubah menjadi manusia rabbani yang menjunjung tinggi asas-asas keislaman dalam segala aspek kehidupan. Mereka mulai meyakini bahwa hanya Islam yang hanya bisa mengantarkan pemeluknya kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Terbukti dengan jelas dan mudah ketika kembali menengok ke belakang saat revolusi yang dilancarkan masyarakat kepada pemerintah militer setahun yang lalu.
Pada hakikatnya masyarakat Mesir saat ini sangat menginginkan Islam kembali berjaya seperti zaman awal-awal Islam memasuki Mesir. Tidak ada kesengsaraan, kebathilan, kehinaan dan bentuk kejahatan lain saat Islam memimpin masyarakat Mesir. Mereka hanya menginginkan Islam kembali berjaya sehingga kehidupan mereka dapat terjalani dengan bahagia untuk menyongsong kekekalan akhirat kelak.
Namun, ada satu pemikiran yang mereka selalu jaga. Paradigma pemikiran mereka terlampau luas untuk bisa diikuti oleh semua ras manusia yang ada di dunia. Mereka satu. Mereka bersatu. Satu pemikiran yang selalu meyakini dan tidak akan pernah hilang tanpa bekas dari kepala mereka adalah bahwa Islam adalah Rahmatan Lil ‘Aalamiin. Rahmat bagi semesta alam. Mereka tidak menginginkan Islam kembali berjaya dengan kekerasan. Tapi, mereka menjunjung sistem demokrasi dengan baik yang telah berjalan hampir di seluruh negara di dunia. Mereka turut berpartisipasi dan berkontribusi untuk mendukung pemimpin mereka dalam memenangkan setiap pemilihan yang ada. Walaupun baru kemarin bakal calon pemimpin mereka dicoret oleh dewan pemilihan umum untuk maju dalam pemilihan presiden secara inklusif.
Ada satu hal yang selalu mereka yakini bersama. Dan karena hal itulah Allah SWT memberikan motivasi yang kuat dan jalan yang mudah untuk menyongsong keinginan mereka. Mereka meyakini Allah SWT akan menolong mereka dalam memenangkan Islam di bumi Mesir. Dan celutun api awal sudah mulai terlihat. Itu menjadi bom waktu yang terus mengalir dalam pergolakan dunia Arab. Walaupun seperti itu, ketetapan hati mereka takkan pernah berubah dengan adanya intervensi dari kalangan barat. Mereka yakin bahwa kekuasaan suatu kaum akan digantikan oleh kaum yang lain sebagai pelajaran bagi manusia.
Terakhir penulis ingin menyampaikan sepatah kalimat bagi khalayak sekalian. Yakinilah dalam hati bahwa setiap pergiliran kekuasaan yang ada di ranah tanah bumi ini pasti Allah SWT memberikan hikmah-hikmah yang dapat dipelajari kembali. Agar setiap kesalahan yang pernah terjadi tidak akan pernah terulang untuk yang kedua kalinya. Lalu, tanamkan selalu dalam hati diri bahwa tsiqah-nya hati kepada Allah SWT dan Islam, akan selalu memberikan ketenangan sikap dan kesempatan yang luas. Dengan keberadaan orang-orang seperti itu penulis sangat meyakini bahwa Islam akan maju dalam beberapa dekade ke depan. Lihatlah masyarakat Mesir sebagai contoh nyata bagi kalian hai pemuda-pemuda Islam! Janganlah engkau sekali-kali melayangkan pernyataan bahwa Islam dan Al-Qur’an yang ia bawa tidak cocok dengan perkembangan zaman. Bahkan sebaliknya. Sudah sejak beratus-ratus tahun lalu Allah memberikan petunjuk di dalam Al-Qur’an sebagai pedoman untuk menjalani hidup. Tidak ada kata kadaluwarsa bagi Al-Qur’an. Maka dari itu jadikanlah syi’ar-syi’ar Islam yang sudah tertanam dalam Al-Qur’an sebagai landasan utama dalam memanfaatkan segala thagut yang ada di dunia. Karena kalian bisa menikmati semua thagut itu dengan Al-Qur’an. Tidak dengan kekerasan dan ekstremitas apapun. Dan hidup ini pun menjadi indah dan membahagiakan.
Tuesday, May 1, 2012
Pentingnya Melaksanakan Salat Tahajud
Sholat ini juga dinamakan sholat lail/sholat malam, karena ia dilaksanakan di waktu malam yang sama dengan waktu tidur. Salat tahajud itu artinya salat malam setelah tidur sejenak. Jadi bertahajud artinya melakukan salat sunat di malam hari, setelah tidur. Semua salat sunat yang dikerjakan di malam hari setelah tidur, disebut salat tahajud atau salat malam (shalatullail), sedangkan salat fajar dilaksanakan sebelum sembahyang Fardu Shubuh yaitu setelah selesai adzan subuh.
Saudaraku, meskipun hukumnya Sunat, salat Sunat Tahajud merupakan ibadah yang penting. Hal tersebut sesuai dengan Q.S. Al Muzamil: 20, :” Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu,maka dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Alquran. dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Alquran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya.dan mohonlah ampunan kepada Allah; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Berfirman Allah SWT di dalam Al-Qur’an :“ Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.”(QS : Al-Isro’ : 79)
DAN sabda NABI SAW : “Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” ( HR. Muslim )
Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Rasulullah bersabda : “ Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Syurga dengan selamat.” (HR Tirmidzi)
Shalat Tahajud adalah shalat yang diwajibkan kepada Nabi SAW sebelum turun perintah shalat wajib lima waktu. Sekarang shalat Tahajud merupakan shalat yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan DAN sabda NABI SAW : “Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” ( HR. Muslim )
Saudaraku, meskipun hukumnya Sunat, salat Sunat Tahajud merupakan ibadah yang penting. Hal tersebut sesuai dengan Q.S. Al Muzamil: 20, :” Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu,maka dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Alquran. dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Alquran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya.dan mohonlah ampunan kepada Allah; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Berfirman Allah SWT di dalam Al-Qur’an :“ Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.”(QS : Al-Isro’ : 79)
DAN sabda NABI SAW : “Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” ( HR. Muslim )
Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Rasulullah bersabda : “ Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Syurga dengan selamat.” (HR Tirmidzi)
Shalat Tahajud adalah shalat yang diwajibkan kepada Nabi SAW sebelum turun perintah shalat wajib lima waktu. Sekarang shalat Tahajud merupakan shalat yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan DAN sabda NABI SAW : “Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” ( HR. Muslim )
Thursday, April 26, 2012
"GOMBAL WARMING ALA OVJ"
Siapa yang tak tau OVJ. Sebuah tontonan komedi yang ditayangkan salah satu stasiun TV menyita perhatian para pemirsa. Tua muda, pria wanita, remaja dan anak kecil pun tak mau kalah melihat aksi kocak para comedian. Sajian “gombal” membuat tontonan menjadi semakin unik dan disukai. Sehingga banyak kalangan khususnya anak muda terbius dan menjadi “Gombalers mania”.
Demam “gombal” membuat para remaja semakin lihai merayu para wanita yg lemah imannya. Tak jarang sebagian wanita terbuai dan berbunga-bunga dengan rayuan gombal tersebut. Anehnya virus ini juga menjangkit kalangan aktivis dakwah. Ironis memang, tapi tak bisa dipungkiri jika ada seorang pria yang pakaiannya islami menjalin hubungan dengan wanita yang secara fisik menutup auratnya dan memiliki prinsip untuk tidak pacaran.
Begitulah iblis dengan sumpahnya dia akan menggunakan segala cara untuk menyesatkan manusia. Kalaulah Iblis tidak berhasil merusak agama seseorang dengan menjerumuskan mereka ke dalam gaya pacaran cipika-cipiki, mungkin cukuplah bagi Iblis untuk bisa tertawa dengan membuat mereka berpacaran lewat telepon, SMS atau yang lainnya. Yang cukup menyedihkan, terkadang gaya pacaran seperti ini dibungkus dengan agama seperti dengan pura-pura bertanya tentang masalah agama kepada lawan jenisnya, miss called atau SMS pacarnya untuk bangun shalat tahajud dan lain-lain.
Iblis berkata, “Demi kekuasaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semuanya.” (QS. Shaad: 82).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah (ujian) yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.” (HR. Bukhari & Muslim).
Berikut ini sebagian kecil contoh dialog yang MUNGKIN sering TERJADI :
1. Ukhti, boleh minta no hp? nanti ana kirimin sms tausiyah dech…
2. Anti sudah shalat malam belum? (sms jam 3 pagi)
3. Ukhti, ditunggu juga ya sms tausiyahnya?
4. Assalamu alaikum, anti sudah makan?
5. Ukhti, nanti kajian di sana datang ya? Ana juga datang…(ketemuan yuk!!)
6. Anti cantik kalau pakai jilbab…
7. Ukhti, kalau ada masalah agama yang anti tidak tahu, jangan sungkan Tanya ke ana.
8. Ukhti, ana masih awam, ana mohon ukhti membimbing dan mendakwahi ana selalu.
9. Subhanallah…ana kagum dengan kepribadian anti. Anti seperti Aisyah dan Fatimah.
10. Alangkah beruntungnya ikhwan yang akan mendapatkan anti kelak…Masya Allah…
11. Ukhti, pacaran adalah haram.”Dan Janganlah kamu mendekati Zina”. Maka itu, maukah anti ta’aruf dengan ana secara islami?
12. Afwan ukhti…ana kesulitan jika bertemu secara langsung. Maukah kita tukeran foto saja? Tapi ukhti duluan ya?
13. Ukhti, ana mencintaimu karena Allah…
14. Ukhti, apakah engkau tulang rusukku yang bengkok?
15. Ukhti, halalkan ana…jangan sampai ana putus asa jika ukhti menolak ana…
Iblis pun bermain di tengah-tengah mereka. Rayuan gombal ala OVJ pun menjadi senjata ampuh dalam hubungan mereka. Bedanya, hanya dibungkus istilah “Ana dan Anti”, Akhi dan Ukhti” tidak lebih. Mungkin biar terlihat seperti hubungan islami.
Berikut “para gombalerz dakwah” beraksi :
1. Jika di hatinya Ali terukir nama Fathimah, maka dihatiku terukir nama anti…
2. Malam ini bintang berkurang satu…karena yang satunya sedang bersama ana sekarang…
3. Anti tau ngga kalau kedua orangtua anti itu pencuri? Mereka telah mencuri bintang yang paling indah di langit, dan menaruhnya di mata anti…
4. Anti selalu bikin ana takut. Pertama bertemu, ana takut bicara kepada anti. Pertama bicara, ana takut nanti suka pada anti. Pas suka, ana takut nanti jatuh cinta pada anti. Udah jatuh cinta, ana takut kehilangan anti…
5. Tadi malam ana kirim bidadari untuk menjaga tidur anti. Eh, dia buru-buru balik. Katanya, ‘Ah, masa bidadari disuruh jaga bidadari?
6. Ana bersedia menjadi lilin, Membakar diri ana untuk menerangi diri anti…
7. Ukhti, bolehkan ana pinjam Flashdisknya? untuk mentransfer hati ana ke hati ukhti…
8. Ukhti, dirimu ibarat sendok, karena selalu mengaduk-aduk hati ana.
9. Ukhti, ‘afwan ana gak bisa SMS. Karna kata operator : karakternya dah gak muat menuliskan nama anti.
10. Dst..
Jika saudara-saudari merasa seperti apa yg tercantum di atas, maka bertobatlah. Takutlah pada jerat iblis. Semakin dalam Anda berhubungan, semakin jauh untuk berlepas diri. Karna ikatan iblis semakin kuat mengikat Anda.
Jika hal di atas belum terjadi, maka berhati-hatilah para akhwat dari rayuan maut ini. Ingat, serigala tak kenal setia!!! Tak ada serigala yg menampakkan taringnya !!! —
WANITA = RATU
Melihat Foto ini maka terjadi sebuah kisah dialog antara seorang Syekh muslim dengan seorang lelaki non Muslim asal inggris
Lelaki non Muslim bertanya: "Kenapa dalam Islam wanita tidak boleh jabat tangan dengan pria?"
Syaikh menjawab: "Bisakah kamu berjabat tangan dengan Ratu Elizabeth?
Lelaki non Muslim Menjawab: "Oh tentu tidak bisa! cuma orang2 tertentu saja yg bisa berjabat tangan dengan ratu."
Syaikh tersenyum & berkata:" Wanita2 kami (kaum Muslimin) adalah para ratu, & ratu tidak boleh berjabat tangan dengan pria sembarangan (yg bukan mahramnya)"
Lelaki non Muslim bertanya lagi :"Kenapa perempuan Islam menutupi tubuh dan rambut mereka?"
Syekh tersenyum dan mengeluarkan 2 permen dari sakunya, ia membuka yang pertama terus yang satu lagi dibiarkan tebungkus. Dia melemparkan keduanya kelantai yang kotor.
Syaikh bertanya: " Jika saya meminta anda untuk mengambil satu permen, mana yang anda pilih?"
Lelaki non Muslim menjawab: "Yang tertutup.."
Syeikh berkata: " Itulah cara kami memperlakukan dan melihat perempuan kami :)
Lelaki non Muslim bertanya: "Kenapa dalam Islam wanita tidak boleh jabat tangan dengan pria?"
Syaikh menjawab: "Bisakah kamu berjabat tangan dengan Ratu Elizabeth?
Lelaki non Muslim Menjawab: "Oh tentu tidak bisa! cuma orang2 tertentu saja yg bisa berjabat tangan dengan ratu."
Syaikh tersenyum & berkata:" Wanita2 kami (kaum Muslimin) adalah para ratu, & ratu tidak boleh berjabat tangan dengan pria sembarangan (yg bukan mahramnya)"
Lelaki non Muslim bertanya lagi :"Kenapa perempuan Islam menutupi tubuh dan rambut mereka?"
Syekh tersenyum dan mengeluarkan 2 permen dari sakunya, ia membuka yang pertama terus yang satu lagi dibiarkan tebungkus. Dia melemparkan keduanya kelantai yang kotor.
Syaikh bertanya: " Jika saya meminta anda untuk mengambil satu permen, mana yang anda pilih?"
Lelaki non Muslim menjawab: "Yang tertutup.."
Syeikh berkata: " Itulah cara kami memperlakukan dan melihat perempuan kami :)
Wednesday, April 25, 2012
Tanggal 26, angka 66 dan bencana nasional
Sebenarnya saya sama sekali tidak berniat menulis topik ini. Namun karena saya mendapat banyak pertanyaan mengenainya dan melihat berita ini masih disinggung-singgung di televisi, maka saya memutuskan untuk menulisnya supaya kita mendapatkan gambaran yang lebih tepat mengenai tanggal 26, angka 66 dan bencana nasional.
Disebutkan di media-media (salah satunya adalah okezone. klik disini) kalau tanggal 26 memiliki arti penting karena bencana-bencana nasional umumnya terjadi pada tanggal tersebut. Bencana-bencana yang dijadikan contoh adalah:
Disebutkan di media-media (salah satunya adalah okezone. klik disini) kalau tanggal 26 memiliki arti penting karena bencana-bencana nasional umumnya terjadi pada tanggal tersebut. Bencana-bencana yang dijadikan contoh adalah:
Tsunami besar Aceh yang terjadi pada tanggal 26 Des 2004. Lalu gempa Yogyakarta yang terjadi pada tanggal 26 Mei 2006. Kemudian gempa Tasikmalaya yang terjadi pada tanggal 26 Juni 2010. Tsunami Mentawai yang terjadi pada tanggal 26 Oktober 2010. Dan bersamaan dengan tsunami Mentawai adalah meletusnya gunung Merapi pada tanggal 26 Oktober 2010.
Karena kesamaan ini, banyak orang yang menganggap tanggal 26 sebagai tanggal spesialis bencana dan memiliki arti mistis.
Lalu yang menjadi pertanyaan adalah, benarkah tanggal itu memiliki arti penting dalam kaitannya dengan bencana nasional?
Jawabannya adalah: Tidak sama sekali.
Mari kita lihat bencana-bencana yang disebutkan di atas satu persatu.
Tsunami besar Aceh yang terjadi pada tahun 2004 memang benar terjadi pada tanggal 26 Desember. Peristiwa ini memakan korban lebih dari 200.000 orang dan tercatat sebagai salah satu bencana alam terbesar di dunia. Jadi, klaim mengenai ini akurat.
Nah, masalahnya adalah gempa Yogyakarta yang terjadi pada tahun 2006. Gempa ini sesungguhnya bukan terjadi pada tanggal 26 Mei, melainkan pada tanggal 27 Mei. Kalian bisa mengeceknya di halaman wikipedia berikut ini. Klik disini. Jadi, gempa Yogyakarta tidak bisa dikaitkan dengan tanggal 26.
Lalu, Gempa Tasikmalaya tahun 2010. Gempa ini memang terjadi pada tanggal 26 Juni. Namun masalahnya gempa ini tidak bisa disebut bencana alam karena gempa yang terjadi berkekuatan kecil dan tidak menimbulkan kerusakan apapun. Kalian bisa mengeceknya di link dari vivanews berikut ini. Klik disini. Karena itu, memasukkan gempa Tasikmalaya Juni 2010 sebagai daftar bencana alam tidak pas sama sekali.
Berikutnya adalah Tsunami Mentawai tahun 2010. Sekali lagi, tsunami Mentawai sesungguhnya bukan terjadi pada tanggal 26 Oktober 2010, melainkan tanggal 25 Oktober 2010. Kalian bisa mengeceknya di link kompas.com berikut ini. Klik disini. Dengan demikian tsunami Mentawai juga tidak memiliki kaitan dengan tanggal 26.
Lalu, bencana terakhir yang disinggung adalah meletusnya gunung Merapi pada Oktober 2010 kemarin. Mengenai hal ini, kaitannya dengan tanggal 26 pun bisa diperdebatkan. Soalnya gunung Merapi sesungguhnya telah meletus dan mengeluarkan lava pada tanggal 25 Oktober, bukan 26 Oktober. Salah satu situs berita yang memuat kisah ini adalah Jakartapost.com pada tanggal 25 Oktober 2010.
The Jakarta Post, Jakarta | Mon, 10/25/2010 4:44 PM
"Mount Merapi erupted several times on Monday afternoon, spewing lava down its southern and southeastern slopes. Three major eruptions were recorded at 2:04 p.m., 2:24 p.m. and 3:15 p.m, according to reports from Merapi monitors and as reported by kompas.com."
Jadi, pada tanggal 25 Oktober itu, Merapi telah memuntahkan lava sebanyak 3 kali, yaitu pada pukul 14:04, 14:24 dan 15:15. Letusan tanggal 26 Oktober adalah letusan yang lebih diingat karena memakan korban jiwa akibat adanya wedus gembel.
Kesimpulannya adalah, dari 5 bencana yang disebut berkaitan dengan tanggal 26, hanya 4 peristiwa yang bisa disebut sebagai bencana. Dan dari 4 itu, yang terjadi pada tanggal 26 hanya 1 peristiwa, yaitu tsunami Aceh.
Jadi, mengkaitkan bencana-bencana tersebut dengan tanggal 26 sama sekali tidak beralasan.
Lagipula, kita selalu bisa bertanya dengan kritis kepada pembuat berita ini. Mengapa bencana alam besar lainnya seperti gempa Padang, tsunami Pangandaran dan banjir Wasior tidak dimasukkan? Padahal korban jiwa akibat bencana-bencana tersebut juga sangat banyak.
Tentu saja karena bencana-bencana tersebut tidak terjadi pada tanggal 26.
Gempa Padang terjadi pada tanggal 30 September 2009. Tsunami Pangandaran terjadi tanggal 17 Juli 2006 dan banjir Wasior terjadi pada tanggal 04 Oktober 2010. Lagipula, jika letusan Merapi bulan Oktober 2010 disinggung, mengapa letusan Merapi tahun 1994 dan 2006 tidak disinggung?
Mungkin karena pada tahun 1994, Merapi meletus tanggal 22 November (27 korban jiwa) dan pada tahun 2006, Merapi meletus tanggal 19 April.
Jadi, sekali lagi, bencana nasional di Indonesia tidak hanya terjadi pada tanggal 26. Dengan kata lain, ini adalah contoh kehebohan yang didasarkan pada data yang tidak akurat.
Lalu, saya menemukan sebuah daftar yang menarik dari sebuah media. Untuk memperkuat argumen mengenai kaitan antara tanggal 26 dengan bencana besar, media tersebut memberikan daftar 34 gempa bumi, 2 tsunami dan 1 gunung meletus yang terjadi pada tanggal 26. Kali ini bencana yang didaftar adalah bencana-bencana yang terjadi di seluruh dunia antara tahun 1531 hingga sekarang.
Berikut daftar bencana-bencana tersebut (saya harus menampilkan daftar ini agar kalian bisa memahami maksud saya):
Berikut daftar bencana-bencana tersebut (saya harus menampilkan daftar ini agar kalian bisa memahami maksud saya):
- 26 Jan 1531 gempa bumi di Lisbon, Portugal, 30.000 orang tewas
- 26 Jan 1700 gempa di Laut Pasifik, dari Vancouver Island, Southwest Canada off British Columbia hingga Northern California, Pacific Northwest, USA. Dikenal sebagai megathrust earthquake.
- 26 Jul 1805 gempa bumi di Naples, Calabria, Italy, 26.000 orang tewas
- 26 Agt 1883 Gunung Krakatau meletus, 36.000 orang diperkirakan tewas
- 26 Des 1861 gempa bumi di Egion, Yunani
- 26 Mar 1872 gempa bumi di Owens Valley, USA
- 26 Agt 1896 gempa bumi di Skeid, Land, Islandia
- 26 Nop 1902 gempa bumi di Bohemia, sekarang Czech Republic
- 26 Nop 1930 gempa bumi di Izu
- 26 Sep 1932 gempa bumi di Ierissos, Yunani
- 26 Des 1932 gempa bumi di Kansu, Cina, 70.000 orang tewas
- 26 Okt 1935 gempa bumi di Colombia
- 26 Des 1939 gempa bumi di Erzincan, Turki, 41.000 orang tewas
- 26 Nov 1943 gempa di Tosya Ladik, Turki
- 26 Des 1949 gempa bumi di Imaichi, Jepang
- 26 Mei 1957 gempa di Bolu Abant, Turki
- 26 Mar 1963, gempa bumi di Wakasa Bay, Jepang
- 26 Jul 1963 gempa bumi di Skopje, Yugoslavia, 1.000 orang tewas
- 26 Mei 1964 gempa bumi di S. Sandwich Island
- 26 Jul 1967 gempa bumi di Pulumur, Turki
- 26 Sep 1970 gempa bumi di Bahia Solano, Colombia
- 26 Jul 1971 gempa bumi di Solomon Island
- 26 Apr 1972 gempa bumi di Ezine, Turki
- 26 Mei 1975 gempa bumi di N. Atlantic
- 26 Mar 1977 gempa bumi di Palu, Turki
- 26 Des 1979 gempa bumi di Carlisle, Inggris
- 26 Apr 1981 gempa bumi di Westmorland, USA
- 26 Mei 1983 gempa bumi di Nihonkai, Chubu, Jepang
- 26 Jan 1985 gempa bumi di Mendoza, Argentina
- 26 Jan 1986 gempa bumi di Tres Pinos, USA
- 26 Apr 1992 gempa bumi di Cape Mendocino, California, USA
- 26 Okt 1997 gempa bumi di Italia
- 26 Des 2004 Tsunami Aceh
- 26 Mei 2006 Gempa Jogja
- 26 Juni 2010 Gempa Tasik
- 26 Okt 2010 Tsunami Mentawai
- 26 Okt 2010 Merapi meletus.
Apabila kita hanya membaca sekilas, kita akan segera takjub melihat betapa banyaknya bencana (gempa bumi) yang terjadi pada tanggal 26. Tetapi masalahnya adalah, daftar ini sangat misleading karena telah ditarik keluar dari konteks. Ini adalah contoh bagaimana sebuah "kesan" bisa muncul karena tidak mendapatkan gambaran besarnya. Seharusnya daftar ini dibandingkan dengan daftar seluruh gempa bumi yang terjadi antara tahun 1500 hingga sekarang. Dengan demikian gambaran yang sesungguhnya baru bisa terlihat dengan jelas.
Saya akan memberikan gambaran itu untuk kalian.
Saya akan memberikan gambaran itu untuk kalian.
Namun, kita hanya akan melihat gambaran bencana yang terjadi pada abad 20 dan 21. Jadi, kita akan menghilangkan bencana no.1 sampai no.7 karena bencana-bencana tersebut terjadi sebelum tahun 1900. Lalu, saya akan membuang bencana no.33 hingga no.37 (yang terjadi di Indonesia) karena sudah saya bahas di atas. Lagipula, kita memang harus mengeluarkan bencana gunung meletus dan tsunami karena daftar itu seluruhnya berisi bencana gempa bumi.
Sekarang kita memiliki daftar 25 bencana gempa bumi dunia yang terjadi pada tanggal 26 antara tahun 1900 hingga sekarang.
Apakah jumlah ini cukup banyak sehingga kita bisa menganggap tanggal 26 memiliki arti mistis?
Tentu saja tidak. Saya akan tunjukkan dengan statistik.
Di wikipedia, ada satu halaman khusus yang mendaftar gempa-gempa bumi yang terjadi antara tahun 1900 hingga sekarang. Kalian bisa melihat daftar itu dengan mengklik disini. Dalam daftar ini terdapat 1.316 gempa yang terjadi di seluruh dunia (Bukankah luar biasa ada orang yang sedemikian rajinnya membuat daftar ini?).
Lalu, saya menghitung jumlah gempa berdasarkan tanggal terjadinya. Ternyata dari 1.316 gempa bumi tersebut, yang terjadi pada tanggal 26 hanya muncul sebanyak 50 kali (lebih banyak dari 25 gempa di daftar atas). Namun, jumlah ini hanya 3,8% dari keseluruhan daftar tersebut.
1.316 gempa itu ternyata terbagi hampir merata pada semua tanggal.
Tanggal terbanyak terjadinya gempa adalah tanggal 14 (57 kali - 4,33%). Lalu yang kedua adalah tanggal 25 (55 kali - 4,18%) dan disusul dengan tanggal 22 (54 kali - 4,10%).
Tanggal yang paling sedikit terjadi gempa adalah tanggal 31, yaitu hanya terjadi sebanyak 26 kali atau 1,98%. Ini wajar karena tanggal 31 hanya muncul 7 kali dalam 1 tahun.
Tanggal 26 menempati urutan ke 4 bersama-sama dengan tanggal 21 dan tanggal 13.
Saya mengkonversi data ini ke dalam sebuah chart untuk mempermudah melihat persentase tiap tanggal.
Hasilnya: sebuah roda yang sangat cantik.
Hasilnya: sebuah roda yang sangat cantik.
Nah, sekarang, masihkah percaya kalau tanggal 26 adalah tanggal spesialis bencana?
Sekarang, secara singkat mengenai angka 66.
Orang-orang mulai menghubungkan angka 66 karena menghitung jarak antara gempa Yogyakarta tanggal 21 Agustus 2010 hingga meletusnya Merapi tanggal 26 Oktober 2010, yang jika dijumlahkan memiliki selang waktu 66 hari. Inipun bisa diperdebatkan karena jika kita berpatokan pada awal meletusnya Merapi, yaitu tanggal 25, maka selang harinya menjadi 65 bukan 66.
Kalau kita menghitung dari tanggal Merapi meminta korban jiwa, maka memang ada selang 66 hari.
Lalu, yang spektakuler adalah, angka 66 kemudian dihubungkan dengan nama Mbah Marijan, sang juru kunci gunung Merapi, yaitu dengan menghitung urutan abjad namanya dan menjumlahkannya.
M = 13, A = 1, R = 18, I = 9, J = 10, A = 1, N = 14
Jika dijumlah, kita mendapatkan total angka = 66.
Hitungan ini benar. Namun masalahnya satu. Penulisan nama mbah Marijan yang benar adalah MARIDJAN, bukan MARIJAN. Ejaan nama "Maridjan" ini bisa kalian lihat pada papan nama di rumahnya.

Jika menggunakan nama "Maridjan", maka kita mendapatkan angka 70.
Maka rusaklah hubungannya dengan angka 66.
Numerologi memang menarik. Dalam banyak kebudayaan, seperti kebudayaan Cina misalnya, numerologi memegang peranan cukup penting. Tulisan kali ini tidak dimaksudkan untuk menentang kepercayaan masyarakat tertentu. Saya hanya berusaha menilai sebuah berita dengan lebih objektif. Terima kasih.
Tuesday, April 24, 2012
Riset Hadits & Sejarah Khurasan: Negeri Tempat Keluarnya Dajjal
Dalam kedua hadis itu tercantum kata ‘’Khurasan’’. Dr Syauqi Abu Khalil dalam Athlas Al-Hadith Al-Nabawi , mengungkapkan, saat ini, Khurasan terletak di ujung timur Laut Iran. Pusat kotanya adalah Masyhad.
Sejarah peradaban Islam mencatat Khurasan dengan tinta emas. Betapa tidak. Khurasan merupakan wilayah yang terbilang amat penting dalam sejarah peradaban Islam. Jauh sebelum pasukan tentara Islam menguasai wilayah itu, Rasulullah SAW dalam beberapa haditsnya telah menyebut-nyebut nama Khurasan.
Letak geografis Khurasan sangat strategis dan banyak diincar para penguasa dari zaman ke zaman. Pada awalnya, Khurasan Raya merupakan wilayah sangat luas membentang meliputi; kota Nishapur dan Tus (Iran); Herat, Balkh, Kabul dan Ghazni (Afghanistan); Merv dan Sanjan (Turkmenistan), Samarkand dan Bukhara (Uzbekistan); Khujand dan Panjakent (Tajikistan); Balochistan (Pakistan, Afghanistan, Iran).
Kini, nama Khurasan tetap abadi menjadi sebuah nama provinsi di sebelah Timur Republik Islam Iran. Luas provinsi itu mencapai 314 ribu kilometer persegi. Khurasan Iran berbatasan dengan Republik Turkmenistan di sebelah Utara dan di sebelah Timur dengan Afganistan. Dalam bahasa Persia, Khurasan berarti ‘Tanah Matahari Terbit.’
Jejak peradaban manusia di Khurasan telah dimulai sejak beberapa ribu tahun sebelum masehi (SM). Sejarah mencatat, sebelum Aleksander Agung pada 330SM menguasai wilayah itu, Khurasan berada dalam kekuasaan Imperium Achaemenid Persia. Semenjak itu, Khurasan menjelma menjadi primadona yang diperebutkan para penguasa.
Pada abad ke-1 M, wilayah timur Khurasan Raya ditaklukan Dinasti Khusan. Dinasti itu menyebarkan agama dan kebudayaan Budha. Tak heran, bila kemudian di kawasan Afghanistan banyak berdiri kuil. Jika wilayah timur dikuasai Dinasti Khusan, wilayah barat berada dalam genggaman Dinasti Sasanid yang menganut ajaran zoroaster yang menyembah api.
***
Khurasan memasuki babak baru ketika pasukan tentara Islam berhasil menaklukkan wilayah itu. Islam mulai menancapkan benderanya di Khurasan pada era Kekhalifahan Umar bin Khattab. Di bawah pimpinan komandan perang, Ahnaf bin Qais, pasukan tentara Islam mampu menerobos wilayah itu melalui Isfahan.
Dari Isfahan, pasukan Islam bergerak melalui dua rute yakni Rayy dan Nishapur. Untuk menguasai wilayah Khurasan, pasukan umat Islam disambut dengan perlawanan yang amat sengit dari Kaisar Persia bernama Yazdjurd. Satu demi satu tempat di Khurasan berhasil dikuasai pasukan tentara Islam. Kaisar Yazdjurd yang terdesak dari wilayah Khurasan akhirnya melarikan diri ke Oxus.
Setelah Khurasan berhasil dikuasai, Umar memerintahkan kaum Muslim untuk melakukan konsolidasi di wilayah itu. Khalifah tak mengizinkan pasukan tentara Muslim untuk menyeberang ke Oxus. Umar lebih menyarankan tentara Islam melakukan ekspansi ke Transoxiana.
Sepeninggal Umar, pemberontakan terjadi di Khurasan. Wilayah itu menyatakan melepaskan diri dari otoritas Muslim. Kaisar Yazdjurd menjadikan Merv sebagai pusat kekuasaan. Namun, sebelum Yadzjurd berhadapan lagi dengan pasukan tentara Muslim yang akan merebut kembali Khurasan, dia dibunuh oleh pendukungnya yang tak loyal.
Khalifah Utsman bin Affan yang menggantikan Umar tak bisa menerima pemberontakan yang terjadi di Khurasan. Khalifah ketiga itu lalu memerintahkan Abdullah bin Amir Gubernur Jenderal Basra untuk kembali merebut Khurasan. Dengan jumlah pasukan yang besar, umat Islam mampu merebut kembali Khurasan.
Ketika Dinasti Umayyah berkuasa, Khurasan merupakan bagian dari wilayah pemerintahan Islam yang berpusat di Damaskus. Penduduk dan pemuka Khurasan turut serta membantu Dinasti Abbasiyah untuk menggulingkan Umayyah. Salah satu pemimpin Khurasan yang turut mendukung gerakan anti- Umayyah itu adalah Abu Muslim Khorasani antara tahun 747 M hingga 750 M.
***
Setelah Dinasti Abbasiyah berkuasa, Abu Muslim justru ditangkap dan dihukum oleh Khalifah Al-Mansur. Sejak itu, gerakan kemerdekaan untuk lepas dari kekuasaan Arab mulai menggema di Khurasan. Pemimpin gerakan kemerdekaan Khurasan dari Dinasti Abbasiyah itu adalah Tahir Phosanji pada tahun 821.
Ketika kekuatan Abbasiyah mulai melemah, lalu berdirilah dinasti-dinasti kecil yang menguasai Khurasan. Dinasti yang pertama muncul di Khurasan adalah Dinasti Saffariyah (861 M - 1003 M). Setelah itu, Khurasan silih berganti jatuh dari satu dinasti ke dinasti Iran yang lainnya. Setelah kekuasaan Saffariyah melemah, Khurasan berada dalam genggaman Dinasti Iran lainnya, yakni Samanid.
Setelah itu, Khurasan menjadi wilayah kekuasaan orang Turki di bawah Dinasti Ghaznavids pada akhir abad ke-10 M. Seabad kemudian, Khurasan menjadi wilayah kerajaan Seljuk. Pada abad ke-13 M, bangsa Mongol melakukan invasi dengan menghancurkan bangunan serta membunuhi penduduk di wilayah Khurasan.
Pada abad ke-14 M hingga 15 M, Khurasan menjadi wilayah kekuasaan Dinasti Timurid yang didirikan Timur Lenk. Khurasan berkembang amat pesat pada saat dikuasai Dinasti Ghaznavids, Ghazni dan Timurid. Pada periode itu Khuran menggeliat menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Tak heran, jika pada masa itu lahir dan muncul ilmuwan, sarjana serta penyair Persia terkemuka.
Sederet literatur Persia bernilai tinggi ditulis pada era itu. Nishapur, Herat, Ghazni dan Merv kota-kota penting di Khurasan menjadi pusat berkembangnya kebudayaan. Memasuki abad ke-16 M hingga 18, Khurasan berada dalam kekuasaan Dinasti Moghul. Di setiap periode, Khurasan selalu menjadi tempat yang penting.
Bangunan-bangunan bersejarah yang kini masih berdiri kokoh di Khurasan menjadi saksi kejayaan Khurasan di era kekhalifahan. Selain itu, naskahnaskah penting lainnya yang masih tersimpan dengan baik membuktikan bahwa Khurasan merupakan tempat yang penting bagi pengembangan ajaran Islam.
oleh: Heri Ruslan
Wednesday, April 11, 2012
Kerugian Tidur Di Pagi Hari
Telah ketahui bersama bahwa waktu pagi adalah waktu yang penuh berkah dan di antara waktu yang kita diperintahkan untuk memanfaatkannya. Akan tetapi, pada kenyataannya kita banyak melihat orang-orang melalaikan waktu yang mulia ini. Waktu yang seharusnya dipergunakan untuk bekerja, melakukan ketaatan dan beribadah, ternyata dipergunakaan untuk tidur dan bermalas-malasan.
Saudaraku, ingatlah bahwa orang-orang sholih terdahulu sangat membenci tidur pagi. Kita dapat melihat ini dari penuturan Ibnul Qayyim ketika menjelaskan masalah banyak tidur yaitu bahwa banyak tidur dapat mematikan hati dan membuat badan merasa malas serta membuang-buang waktu. Beliau rahimahullah mengatakan,
“Banyak tidur dapat mengakibatkan lalai dan malas-malasan. Banyak tidur ada yang termasuk dilarang dan ada pula yang dapat menimbulkan bahaya bagi badan.
Waktu tidur yang paling bermanfaat yaitu :
[1] tidur ketika sangat butuh,
[2] tidur di awal malam –ini lebih manfaat daripada tidur di akhir malam-,
[3] tidur di pertengahan siang –ini lebih bermanfaat daripada tidur di waktu pagi dan sore-. Apalagi di waktu pagi dan sore sangat sedikit sekali manfaatnya bahkan lebih banyak bahaya yang ditimbulkan, lebih-lebih lagi tidur di waktu ‘Ashar dan awal pagi kecuali jika memang tidak tidur semalaman.
Menurut para salaf, tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai shalat shubuh hingga matahari terbit. Karena pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuai ghonimah (pahala yang berlimpah). Mengisi waktu tersebut adalah keutamaan yang sangat besar, menurut orang-orang sholih. Sehingga apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mau tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari. Mereka melakukan demikian karena waktu pagi adalah waktu terbukanya pintu rizki dan datangnya barokah (banyak kebaikan).” (Madarijus Salikin, 1/459, Maktabah Syamilah)
KERUGIAN TIDUR PAGI [1]
[Pertama] Tidak sesuai dengan petunjuk Al Qur'an dan As Sunnah.
[Kedua] Bukan termasuk akhlak dan kebiasaan para salafush sholih (generasi terbaik umat ini), bahkan merupakan perbuatan yang dibenci.
[Ketiga] Tidak mendapatkan barokah di dalam waktu dan amalannya.
[Keempat] Menyebabkan malas dan tidak bersemangat di sisa harinya.
Maksud dari hal ini dapat dilihat dari perkataan Ibnul Qayyim. Beliau rahimahullah berkata, "Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya." (Miftah Daris Sa'adah, 2/216). Amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah malas-malasan dengan sering tidur, maka di sore harinya dia juga akan malas-malasan pula.
[Kelima] Menghambat datangnya rizki.
Ibnul Qayyim berkata, "Empat hal yang menghambat datangnya rizki adalah [1] tidur di waktu pagi, [2] sedikit sholat, [3] malas-malasan dan [4] berkhianat." (Zaadul Ma’ad, 4/378)
[Keenam] Menyebabkan berbagai penyakit badan, di antaranya adalah melemahkan syahwat. (Zaadul Ma’ad, 4/222)
Sunday, March 13, 2011
"Wahai Abu Umair, apa yang dilakukan Nughair?"
Oleh Abdullah Haidir, Lc*Anas bin Malik radhiallahu anhu berkata, 'Dahulu Rasulullah saw suka bercengkrama dengan kami, bahkan terhadap adik saya yang masih kecil dia bekata,
يَا أَبَا عُمَيْرٍ مَا فَعَلَ النُّغَيْرُ
"Wahai Abu Umair, apa yang dilakukan nughair?" (Muttafaq alaih)
Abu Umair adalah kuniyah (nama panggilan) seorang bocah kecil. Dia memiliki burung kecil kesayangan sejenis burung pipit. Dalam bahasa Arab dipanggil Nughar. Agar sepadan dengan kata "Umair", maka kata 'nughar' beliau sebut dengan kata "nughair" yang dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah tashgir.
Ungkapan yang menunjukkan keakraban terhadap anak-anak sesuai dengan jiwa mereka. Jika hal ini diungkapkan oleh orang yang baru berusia belasan tahun, mungkin masih mudah dipahami. Tapi perkataan tersebut diungkapkan Rasulullah saw yang ketika itu ditaksir berusia lima puluh tahun ke atas. Hal ini menunjukkan akhlak mulia Rasulullah saw yang konstan dan utuh, tidak berubah atau terbelah. Keramahan, keakraban, perhatian, kejujuran dan semua perangai baiknya, terbagi rata dalam setiap keadaan dan untuk semua lapisan. Suatu hal yang semakin melengkapi keutamaan pribadi Rasulullah saw.
Sebuah sikap yang sepatutnya mengingatkan kita untuk sedapat mungkin menjaga agar perangai dan akhlak kita tetap konstan, siapapun yang ada di hadapan. Jangan sampai seseorang tampak begitu santun di hadapan atasan namun ketus memperlakukan bawahan, unggah ungguh terhadap orang kaya tapi jumawa kepada mereka yang tak berpunya. Sopan terhadap tetangga elit, namun lancang terhadap tetangga ekonomi sulit. Dapat akrab dan bercanda dengan orang dewasa, tapi dingin tanpa ekspresi terhadap anak-anak. Senyumnya yang tersungging di depan kamera berganti dengan mulut yang selalu ditekuk dalam kehidupan nyata.
Akhlak seharusnya menyatu menjadi jati diri kapan dan dimanapun, apa adanya, spontan, tidak dibuat-buat, tidak direkayasa, apalagi sekedar menampilkan citra. Ketika akhlak kita masih sangat tergantung dengan kedudukan orang yang kita hadapi, disini kita perlu berhenti sejenak, menangkap kekurangan, lalu memperbaiki keadaan.
Suatu saat Rasulullah saw merasa kehilangan seorang wanita hitam yang biasa beliau lihat menyapu masjid. Lalu beliau bertanya kepada para shahabat. Mereka berkata, 'Dia meninggal dunia.' Seakan-akan mereka meremehkannya. Rasulullah berkata, 'Mengapa kalian tidak memberitahu aku.' Lalu Rasulullah saw minta ditunjukkan kuburnya, kemudian beliau shalat (jenazah) di atasnya." (Muttafaq alaih)
Begitulah Rasulullah saw memperlakukan seseorang. Sekali lagi, apa adanya, mengalir begitu saja dan tidak dibuat-buat. Namun disitulah kemuliaan akhlak beliau tampak berkilauan, menjadi teladan abadi dalam kehidupan.
Asytaaqu ilaika yaa Rasuulallah….
Riyadh, Rabi'ul Tsani 1432
*Abdullah Haidir, Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) DPW PKS Arab Saudi
*posted: pkspiyungan.blogspot.com
يَا أَبَا عُمَيْرٍ مَا فَعَلَ النُّغَيْرُ
"Wahai Abu Umair, apa yang dilakukan nughair?" (Muttafaq alaih)
Abu Umair adalah kuniyah (nama panggilan) seorang bocah kecil. Dia memiliki burung kecil kesayangan sejenis burung pipit. Dalam bahasa Arab dipanggil Nughar. Agar sepadan dengan kata "Umair", maka kata 'nughar' beliau sebut dengan kata "nughair" yang dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah tashgir.
Ungkapan yang menunjukkan keakraban terhadap anak-anak sesuai dengan jiwa mereka. Jika hal ini diungkapkan oleh orang yang baru berusia belasan tahun, mungkin masih mudah dipahami. Tapi perkataan tersebut diungkapkan Rasulullah saw yang ketika itu ditaksir berusia lima puluh tahun ke atas. Hal ini menunjukkan akhlak mulia Rasulullah saw yang konstan dan utuh, tidak berubah atau terbelah. Keramahan, keakraban, perhatian, kejujuran dan semua perangai baiknya, terbagi rata dalam setiap keadaan dan untuk semua lapisan. Suatu hal yang semakin melengkapi keutamaan pribadi Rasulullah saw.
Sebuah sikap yang sepatutnya mengingatkan kita untuk sedapat mungkin menjaga agar perangai dan akhlak kita tetap konstan, siapapun yang ada di hadapan. Jangan sampai seseorang tampak begitu santun di hadapan atasan namun ketus memperlakukan bawahan, unggah ungguh terhadap orang kaya tapi jumawa kepada mereka yang tak berpunya. Sopan terhadap tetangga elit, namun lancang terhadap tetangga ekonomi sulit. Dapat akrab dan bercanda dengan orang dewasa, tapi dingin tanpa ekspresi terhadap anak-anak. Senyumnya yang tersungging di depan kamera berganti dengan mulut yang selalu ditekuk dalam kehidupan nyata.
Akhlak seharusnya menyatu menjadi jati diri kapan dan dimanapun, apa adanya, spontan, tidak dibuat-buat, tidak direkayasa, apalagi sekedar menampilkan citra. Ketika akhlak kita masih sangat tergantung dengan kedudukan orang yang kita hadapi, disini kita perlu berhenti sejenak, menangkap kekurangan, lalu memperbaiki keadaan.
Suatu saat Rasulullah saw merasa kehilangan seorang wanita hitam yang biasa beliau lihat menyapu masjid. Lalu beliau bertanya kepada para shahabat. Mereka berkata, 'Dia meninggal dunia.' Seakan-akan mereka meremehkannya. Rasulullah berkata, 'Mengapa kalian tidak memberitahu aku.' Lalu Rasulullah saw minta ditunjukkan kuburnya, kemudian beliau shalat (jenazah) di atasnya." (Muttafaq alaih)
Begitulah Rasulullah saw memperlakukan seseorang. Sekali lagi, apa adanya, mengalir begitu saja dan tidak dibuat-buat. Namun disitulah kemuliaan akhlak beliau tampak berkilauan, menjadi teladan abadi dalam kehidupan.
Asytaaqu ilaika yaa Rasuulallah….
Riyadh, Rabi'ul Tsani 1432
*Abdullah Haidir, Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) DPW PKS Arab Saudi
*posted: pkspiyungan.blogspot.com
Tuesday, December 14, 2010
11 Juli Kelabu : KADER, SIMPATISAN dan KONSTITUEN PKS
---------- Forwarded message ----------
From: Yusuf Caesar Date: Sun, 21 Nov 2010 19:17:52 +0700
Subject: [PKS] Kader, Simpatisan dan Konstituen PKS.
To: Milis PKS
*Kader*
Orang yang secara formal terdaftar sebagai anggota PKS dan mengikuti proses pengkaderan di dalamnya. Secara terikat, mereka-lah yang menggerakan roda organisasi partai dan sayap-sayap organisasi partai. Jumlah mereka hanya 500-2000 orang setiap DPD. Secara nasional, jumlahnya diperkirakan hanya 300ribu - 400 ribu orang. Hanya sedikit dari kalangan kader yang memiliki kendali terhadap kelompok di bawahnya, yaitu simpatisan. Diperkirakan hanya 10% kader yang menjadi kader inti, yang memiliki kendali terhadap 10-15 orang simpatisan.
Terhadap kelompok massa ini, PKS lebih leluasa menerapkan kebijakan "tsiqoh dan taat". Hanya 1% dari kader yang berani berexperimen dan bermanuver dalam mempengaruhi dan mendominasi kebijakan partai. Kurang dari 1% dari kader yang bersikap kritis, berani memberontak terhadap budaya, kebijakan organisasi dan dominasi kelompok tertentu. Umumnya mereka terpental dari jamaah. Sisanya 98% adalah kalangan pekerja yang hanya bersikap "tsiqoh dan taat".
*Simpatisan*
Orang yang pernah bersentuhan dengan Jamaah Tarbiyah, mengagumi manhajnya, terkesima dengan indahnya ukhuwah di dalamnya, namun tidak terikat dengan kerja-kerja organisasi partai. Secara tidak terikat, mereka mendorong masyarakat memilih PKS, mendukung kerja-kerja PKS yang bersifat insidental. Jumlahnya diperkirakan 3-4 kali lipat jumlah kader. Separuh dari jumlah simpatisan diperkirakan masih dalam kendali kader-kader PKS dalam forum-forum halaqoh atau komunitas pengajian tidak terikat. Murobbi saya yang anggota dewan mengaku, memiliki kelompok halaqoh lain yang berisi kalangan profesional (pengacara, dokter, bankir dan manager perusahaan) yang sama sekali tidak pernah terlibat dalam kerja-kerja PKS. Sedangkan kelompok halaqoh saya terdiri dari para pengusaha kecil, entrepreneur dan wiraswasta mandiri. Sisanya yang 50% adalah "alumni tarbiyah", yang menjauh dari PKS bukan karena kecewa, tetapi karena kurangnya akses setelah mereka mutasi ke luar daerah.
Tipe sosiologis kalangan simpatisan adalah dari kaum terdidik, perekonomian menengah stabil dan tinggal di perkotaan. Hanya sebagian kecil yang tinggal di pedesaan. Mereka 100% (semuanya) bersikap kritis terhadap PKS dan berani memberontak / menolak kebijakan PKS. Kalangan simpatisan ini sangat rentan keluar masuk dari PKS. Mengingat 98% kader berada dalam kelas "pekerja", banyak kader yang tidak mampu menterjemahkan dan mengkomunikasikan kebiajakan partai kepada simpatisan. Bahasa "tsiqoh dan taat" tidak akan mampu meredam sikap kritis kalangan simpatisan.
*Konstituen*
Orang yang memilih PKS dari khalayak umum yang menaruh harapan pada PKS. Total konstituen tergambar dalam perolehan hasil pemili 2009, yaitu sekitar 8 juta-an. Jumlah kader dan simpatisan diperkirakan hanya seperempat dari jumlah konstituen. Separuh dari simpatisan umumnya memegang kendali terhadap 5-10 orang konstituen. Mereka umumnya dari keluarga atau kerabat dekat. Separuh sisanya dari simpatisan hanya memiliki kendali 1-3 orang, kadang tidak memiliki kendali apa-apa. Diperkirakan setiap kader juga memiliki kendali dengan jumlah kemampuan mengendalikan orang yang bervariatif. Kader yang memiliki halaqoh jelas memiliki kendali yang lebih besar terhadap konstituen daripada kader yang tidak memiliki halaqoh. Diperkirakan hanya 10%-20% dari konstituen yang tidak memiliki ikatan emosional dengan kader atau simpatisan. Mereka memilih karena melihat PKS dari media televisi, radio dan koran.
Tipe sosiologis kalangan konstituen adalah sangat beragam. Namun mengingat sebagian besar disumbangkan dari peran kerabat dekat atau keluarga simpatisan, maka tipe sosiologisnya tidka jauh berbeda dengan simpatisan. Bedanya mereka kurang kritis, dan tidak terlalu peduli dengan kebijakan PKS. Pilihan politik mereka lebih banyak dikendalikan kader dan simpatisan yang memiliki ikatan emosional. 10%-20% konstituen yang tidak memiliki ikatan emosional, melihat perilaku PKS dari etalase publik seperti televisi, koran dan obrolan warung kopi.
-------------------
*Bagaimana Menaikkan Suara PKS 2014?*
1. Meningkatkan jumlah kader kritis yang berani bermanuver dan mempengaruh kebijakan partai, sekurang-kurangnya sampai 10-15%. Dan dijaga betul, jangan sampai mereka di "tendang" semua. Mereka akan fokus pada kerja-kerja strategis. Sisanya biarkan menjadi jundi / prajurit dengan kerja-kerja praktis. Jumlah yang mendominasi 1% seperti sekarang lebih mirip organisasi militer ketimbang organisasi partai. Jika PKS menang pemilu dengan tetap mempertahankan komposisi 1% kader yang mendominasi, maka PKS akan menjadi organisasi yang sangat jahat dalam politik. Kuat tetapi membahayakan.
2. Meningkatkan jumlah kader yang memiliki halaqoh. Setidaknya 75% kader harus memiliki halaqoh sekurang-kurangnya 1 kelompok yang berisi 8-10 orang. Saat ini, diperkirakan hanya 10% dari kader yang memiliki halaqoh, dan 1 juta simpatisan. Jika hitungan ini terpenuhi, diperkirakan akan ada 2,5 juta simpatisan, dan 8 juta konstituen yang memiliki ikatan emosional dengan PKS. PKS tinggal mencari 8 juta suara lagi dari konstituen yang tidak memiliki ikatan emosional. 15% suara, Insya Allah akan diperoleh. Jumlah suara konstituen yang memiliki ikatan emosional dengan yang tidak memiliki ikatan emosional diupayakan seimbang.
3. Seperti kata pak Gene, PKS harus meningkatkan kemampuan komunikasi massa kader-kadernya, sehingga mengurangi jumlah simpatisan yang terpental. Di wilayah etalase publik, komunikasi massa juga diperlukan untuk berbicara dengan calon konstituen yang tidak memiliki ikatan emosional. Gaya komunikasi kader-kader PKS ini sangat payah, dan cenderung mengajak "berkelahi" simpatisan, konstituen dan umat islam lainnya.
4. Bersahabatlah dengan media. Jangan memusuhi media! Kader-kader PKS menyadari peran media yang besar dalam membangun citra informasi kepada publik, namuan kader PKS umumnya cenderung memusuhi media, dan membangun jejaring media sendiri. Jejarang media yang dibangun kader hanya akan efektif untuk kalangan kader sendiri dan sebagian simpatisan.
-------------------
*Bagaimana Menaikkan Jumlah Kader Kritis sampai 10-15%*
Ada 2 cara.
*Pertama*,
kemurahan hati elite yang mendominasi untuk mengurangi dominasinya, mengurangi ambisi visi pemimpin serta meningkatkan visi jamaah dan membuka keran-keran domokrasi di internal partai.
*Kedua*,
keberanian sebagian kader untuk mendobrak patron budaya di internal. Tapi saya lebih menyukai cara pertama, karena costnya lebih murah. Cara yang kedua rentan terhadap perpecahan jika elite menolak mengurangi dominasinya.
-------------------
*Bagaimana Menaikkan Jumlah Kader Kritis yang Memiliki Halaqoh*
PKS lebih tahu caranya. Hanya perlu fokus saja pada proses ini.
-------------------
*Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Massa*
Berkonsultasilah dengan ahli komunikasi massa. Pelatihan di bidang ini sangat kurang dilakukan oleh umat Islam. Pak Gene tampaknya siap membantu PKS mengadakan pelatihan ini. Benar begitu pak Gene?
-------------------
*Bagaimana Bersahabat Dengan Media
* Rendah hatilah dan penuhi semua syahwat media. Media hanya butuh informasi, maka berilah sepuas-puasnya informasi yang diinginkan oleh media. Jika mereka tidak mendapatkan informasi yang diinginkan, media akan mencari dari pihak ketiga yang tidak jelas, atau bahkan dari sumber anonim.
Salam,
Yusuf Caesar
dari catatn fb Abduh PKS
From: Yusuf Caesar
Subject: [PKS] Kader, Simpatisan dan Konstituen PKS.
To: Milis PKS
*Kader*
Orang yang secara formal terdaftar sebagai anggota PKS dan mengikuti proses pengkaderan di dalamnya. Secara terikat, mereka-lah yang menggerakan roda organisasi partai dan sayap-sayap organisasi partai. Jumlah mereka hanya 500-2000 orang setiap DPD. Secara nasional, jumlahnya diperkirakan hanya 300ribu - 400 ribu orang. Hanya sedikit dari kalangan kader yang memiliki kendali terhadap kelompok di bawahnya, yaitu simpatisan. Diperkirakan hanya 10% kader yang menjadi kader inti, yang memiliki kendali terhadap 10-15 orang simpatisan.
Terhadap kelompok massa ini, PKS lebih leluasa menerapkan kebijakan "tsiqoh dan taat". Hanya 1% dari kader yang berani berexperimen dan bermanuver dalam mempengaruhi dan mendominasi kebijakan partai. Kurang dari 1% dari kader yang bersikap kritis, berani memberontak terhadap budaya, kebijakan organisasi dan dominasi kelompok tertentu. Umumnya mereka terpental dari jamaah. Sisanya 98% adalah kalangan pekerja yang hanya bersikap "tsiqoh dan taat".
*Simpatisan*
Orang yang pernah bersentuhan dengan Jamaah Tarbiyah, mengagumi manhajnya, terkesima dengan indahnya ukhuwah di dalamnya, namun tidak terikat dengan kerja-kerja organisasi partai. Secara tidak terikat, mereka mendorong masyarakat memilih PKS, mendukung kerja-kerja PKS yang bersifat insidental. Jumlahnya diperkirakan 3-4 kali lipat jumlah kader. Separuh dari jumlah simpatisan diperkirakan masih dalam kendali kader-kader PKS dalam forum-forum halaqoh atau komunitas pengajian tidak terikat. Murobbi saya yang anggota dewan mengaku, memiliki kelompok halaqoh lain yang berisi kalangan profesional (pengacara, dokter, bankir dan manager perusahaan) yang sama sekali tidak pernah terlibat dalam kerja-kerja PKS. Sedangkan kelompok halaqoh saya terdiri dari para pengusaha kecil, entrepreneur dan wiraswasta mandiri. Sisanya yang 50% adalah "alumni tarbiyah", yang menjauh dari PKS bukan karena kecewa, tetapi karena kurangnya akses setelah mereka mutasi ke luar daerah.
Tipe sosiologis kalangan simpatisan adalah dari kaum terdidik, perekonomian menengah stabil dan tinggal di perkotaan. Hanya sebagian kecil yang tinggal di pedesaan. Mereka 100% (semuanya) bersikap kritis terhadap PKS dan berani memberontak / menolak kebijakan PKS. Kalangan simpatisan ini sangat rentan keluar masuk dari PKS. Mengingat 98% kader berada dalam kelas "pekerja", banyak kader yang tidak mampu menterjemahkan dan mengkomunikasikan kebiajakan partai kepada simpatisan. Bahasa "tsiqoh dan taat" tidak akan mampu meredam sikap kritis kalangan simpatisan.
*Konstituen*
Orang yang memilih PKS dari khalayak umum yang menaruh harapan pada PKS. Total konstituen tergambar dalam perolehan hasil pemili 2009, yaitu sekitar 8 juta-an. Jumlah kader dan simpatisan diperkirakan hanya seperempat dari jumlah konstituen. Separuh dari simpatisan umumnya memegang kendali terhadap 5-10 orang konstituen. Mereka umumnya dari keluarga atau kerabat dekat. Separuh sisanya dari simpatisan hanya memiliki kendali 1-3 orang, kadang tidak memiliki kendali apa-apa. Diperkirakan setiap kader juga memiliki kendali dengan jumlah kemampuan mengendalikan orang yang bervariatif. Kader yang memiliki halaqoh jelas memiliki kendali yang lebih besar terhadap konstituen daripada kader yang tidak memiliki halaqoh. Diperkirakan hanya 10%-20% dari konstituen yang tidak memiliki ikatan emosional dengan kader atau simpatisan. Mereka memilih karena melihat PKS dari media televisi, radio dan koran.
Tipe sosiologis kalangan konstituen adalah sangat beragam. Namun mengingat sebagian besar disumbangkan dari peran kerabat dekat atau keluarga simpatisan, maka tipe sosiologisnya tidka jauh berbeda dengan simpatisan. Bedanya mereka kurang kritis, dan tidak terlalu peduli dengan kebijakan PKS. Pilihan politik mereka lebih banyak dikendalikan kader dan simpatisan yang memiliki ikatan emosional. 10%-20% konstituen yang tidak memiliki ikatan emosional, melihat perilaku PKS dari etalase publik seperti televisi, koran dan obrolan warung kopi.
-------------------
*Bagaimana Menaikkan Suara PKS 2014?*
1. Meningkatkan jumlah kader kritis yang berani bermanuver dan mempengaruh kebijakan partai, sekurang-kurangnya sampai 10-15%. Dan dijaga betul, jangan sampai mereka di "tendang" semua. Mereka akan fokus pada kerja-kerja strategis. Sisanya biarkan menjadi jundi / prajurit dengan kerja-kerja praktis. Jumlah yang mendominasi 1% seperti sekarang lebih mirip organisasi militer ketimbang organisasi partai. Jika PKS menang pemilu dengan tetap mempertahankan komposisi 1% kader yang mendominasi, maka PKS akan menjadi organisasi yang sangat jahat dalam politik. Kuat tetapi membahayakan.
2. Meningkatkan jumlah kader yang memiliki halaqoh. Setidaknya 75% kader harus memiliki halaqoh sekurang-kurangnya 1 kelompok yang berisi 8-10 orang. Saat ini, diperkirakan hanya 10% dari kader yang memiliki halaqoh, dan 1 juta simpatisan. Jika hitungan ini terpenuhi, diperkirakan akan ada 2,5 juta simpatisan, dan 8 juta konstituen yang memiliki ikatan emosional dengan PKS. PKS tinggal mencari 8 juta suara lagi dari konstituen yang tidak memiliki ikatan emosional. 15% suara, Insya Allah akan diperoleh. Jumlah suara konstituen yang memiliki ikatan emosional dengan yang tidak memiliki ikatan emosional diupayakan seimbang.
3. Seperti kata pak Gene, PKS harus meningkatkan kemampuan komunikasi massa kader-kadernya, sehingga mengurangi jumlah simpatisan yang terpental. Di wilayah etalase publik, komunikasi massa juga diperlukan untuk berbicara dengan calon konstituen yang tidak memiliki ikatan emosional. Gaya komunikasi kader-kader PKS ini sangat payah, dan cenderung mengajak "berkelahi" simpatisan, konstituen dan umat islam lainnya.
4. Bersahabatlah dengan media. Jangan memusuhi media! Kader-kader PKS menyadari peran media yang besar dalam membangun citra informasi kepada publik, namuan kader PKS umumnya cenderung memusuhi media, dan membangun jejaring media sendiri. Jejarang media yang dibangun kader hanya akan efektif untuk kalangan kader sendiri dan sebagian simpatisan.
-------------------
*Bagaimana Menaikkan Jumlah Kader Kritis sampai 10-15%*
Ada 2 cara.
*Pertama*,
kemurahan hati elite yang mendominasi untuk mengurangi dominasinya, mengurangi ambisi visi pemimpin serta meningkatkan visi jamaah dan membuka keran-keran domokrasi di internal partai.
*Kedua*,
keberanian sebagian kader untuk mendobrak patron budaya di internal. Tapi saya lebih menyukai cara pertama, karena costnya lebih murah. Cara yang kedua rentan terhadap perpecahan jika elite menolak mengurangi dominasinya.
-------------------
*Bagaimana Menaikkan Jumlah Kader Kritis yang Memiliki Halaqoh*
PKS lebih tahu caranya. Hanya perlu fokus saja pada proses ini.
-------------------
*Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Massa*
Berkonsultasilah dengan ahli komunikasi massa. Pelatihan di bidang ini sangat kurang dilakukan oleh umat Islam. Pak Gene tampaknya siap membantu PKS mengadakan pelatihan ini. Benar begitu pak Gene?
-------------------
*Bagaimana Bersahabat Dengan Media
* Rendah hatilah dan penuhi semua syahwat media. Media hanya butuh informasi, maka berilah sepuas-puasnya informasi yang diinginkan oleh media. Jika mereka tidak mendapatkan informasi yang diinginkan, media akan mencari dari pihak ketiga yang tidak jelas, atau bahkan dari sumber anonim.
Salam,
Yusuf Caesar
dari catatn fb Abduh PKS
Saturday, November 6, 2010
Hati-hati dengan Faham Jaringan Islam Liberal (JIL)
Orang JIL sangat senang bikin pernyataan kontroversial tentang syariat Islam, misalkan Nurkholis Majid yang menyatakan Iblis akan masuk surga karena tidak mau sujud kepada Adam, atau Ulil Abshar Abdala yang menyatakan semua agama itu sama, atau pernyataan kontroversial mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN Bandung tahun 2003 silam yang menyebutkan Anjinghu Akbar dan lain sebagainya.
Teman saya juga ada yang mengirim pesan, bahwa dia akan mendirikan agama baru, nabi baru, dia kuliah di Universitas Islam di Cirebon, ada juga yang mencoba melempar opini, andai Muhammad turun di Bandung tentu tak akan berjenggot, tak akan ada jilbab, tak akan ada hukum potong tangan dan lain sebagainya. Mereka paling senang melempar pernyataan kontroversi seperti di atas. Jika kita beritahu mereka bahwa mereka sudah terasuki faham JIL, mereka mengelak, bahwa pernyataan mereka hanya untuk memancing orang untuk mengeluarkan pendapatnya. Supaya lebih bisa kritis berpikir.Tapi justru itu, kalau pernyataan-pernyataan yang mereka lontarkan untuk membangun Islam, kenapa seakan-akan mereka menyerang Islam? Menyerang syariat? Apakah mereka pikir agama ini adalah sebuah permainan? Padahal mereka tahu bahwa berandai-andai itu sungguh termasuk perbuatan syetan.
Itulah tabiat mereka, menyerang dan menjelek-jelekan agama sendiri. Kalau dikatakan mereka keliru, mereka bilang tidak menghargai pendapat orang lain, lho? Justru bukannya mereka yang mulai menyerang? Melempar statemen-statemen kontroversial tentang agamanya sendiri?
Dalam Islam justru Islam-lah yang paling menghargai pendapat dan perbedaan, tapi ketika perbedaan yang menyangkut Tauhid (dalam istilahnya Ushuludin) itu lain lagi ceritanya. Perbedaan itu bukan dalam hal yang telah ada nash Al-Quran dan Haditsnya. Ketika perbedaan menyangkut Tauhid dan Syariah itu lain lagi ceritanya. Yang ditolerir itu adalah perbedaan dalam Syariat (Fiqih). Ketika mereka mempermasalahkan hukum potong tangan misalnya, itu lain lagi ceritanya. Karena masalah Qishah itu telah ada dalam Al-Quran Haditsnya.
Pembaca yang budiman, di masa Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam masih hidup ada dua golongan musuh Islam yaitu orang kafir dan orang munafiq. Di antara kedua golongan ini orang-orang munafiq adalah yang paling berbahaya bagi ummat Islam, karena mereka mengaku Islam namun pada hakekatnya menghancurkan Islam dari dalam. Dan hal ini senantiasa terjadi di sepanjang jaman, begitu pula di jaman kita sekarang ini bahkan di negeri yang kita tinggali ini.
Alloh Ta’ala memerintahkan kepada Nabi dan orang-orang yang beriman supaya berjihad melawan orang-orang kafir dan munafiq. Alloh berfirman, “Wahai Nabi berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafiq dan bersikap keraslah pada mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahannam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya.” (At Taubah : 73).
JIL mengganyang Islam Salah satu musuh yang kini tengah dihadapi ummat Islam adalah ajaran sesat yang dibawa oleh Jaringan Islam Liberal/JIL. Sehingga kerancuan yang mereka tebarkan perlu dibantah, apalagi orang-orang yang membawa pemikiran sesat ini adalah tokoh-tokoh yang digelari cendekiawan, kyai dan intelektual. Sebenarnya pernyataan mereka terlalu menyakitkan untuk ditulis dan disebarluaskan, namun demi tegaknya kebenaran maka dalam kesempatan ini akan kami bawakan beberapa contoh kesesatan pemikiran mereka yang dengannya pembaca akan mengetahui betapa rusaknya akidah Islam Liberal ini.
Orang JIL tidak paham tauhid Nurcholis Majid menafsirkan Laa ilaaha illalloh dengan arti tiada tuhan (t kecil) kecuali Tuhan (T besar). Padahal Rosululloh, para sahabat dan para ulama dari jaman ke jaman meyakini bahwa makna Laa ilaaha ilalloh adalah tiada sesembahan yang benar kecuali Alloh. Dalilnya adalah firman Alloh, “Demikian itulah kuasa Alloh Dialah sesembahan yang haq adapun sesembahan-sesembahan yang mereka seru selain Alloh adalah (sesembahan) yang batil..” (Al Hajj : 62). Nah satu contoh ini sebenarnya sudah cukup bagi kita untuk mengatakan bahwa ajaran JIL adalah sesat karena menyimpang dari petunjuk Rosululloh dan para sahabat. Walaupun dalam mempromosikan kesesatannya mereka menggunakan label Islam, tapi sesungguhnya Islam cuci tangan dari apa yang mereka katakan.
Orang JIL tidak paham kebenaran Ulil Abshar mengatakan bahwa semua agama sama, semuanya menuju jalan kebenaran, jadi Islam bukan yang paling benar katanya. Padahal Al Qur’an dan As Sunnah menegaskan bahwa Islamlah satu-satunya agama yang benar, yaitu Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam. Alloh Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya agama yang benar di sisi Alloh hanyalah Islam” (Ali Imron : 19). Nabi juga bersabda, “Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya. Tidaklah ada seorang pun yang mendengar kenabianku, baik Yahudi maupun Nasrani kemudian mati dalam keadaan tidak beriman dengan ajaran yang aku bawa kecuali pastilah dia termasuk di antara para penghuni neraka” (HR. Muslim). Kalau Alloh dan Rosul-Nya sudah menyatakan demikian, maka anda pun bisa menjawab apakah yang dikatakan Ulil ini kebenaran ataukah bukan?.
Orang JIL tidak paham Islam Para tokoh JIL menafsirkan Islam hanya sebagai sikap pasrah kepada Tuhan. Maksud mereka siapapun dia apapun agamanya selama dia pasrah kepada Tuhan maka dia adalah orang Islam. Allohu Akbar! Ini adalah jahil murokkab (bodoh kuadrat), sudah salah, merasa sok tahu lagi. Cobalah kita simak jawaban Nabi ketika Jibril bertanya tentang Islam. Beliau menjawab, “Islam itu adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Alloh dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Alloh, engkau menegakkan sholat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Romadhon dan berhaji ke baitulloh jika engkau sanggup mengadakan perjalanan ke sana” (HR. Muslim). Siapakah yang lebih tahu tentang Islam; Nabi ataukah orang-orang JIL ?
Orang JIL menghina syari’at Islam Ulil Abshor mengatakan bahwa larangan kawin beda agama, dalam hal ini antara perempuan Islam dengan lelaki non-Islam sudah tidak relevan lagi. Padahal Alloh Ta’ala telah berfirman, “Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagi kalian agama kalian dan Aku telah cukupkan nikmat-Ku atas kalian dan Aku telah ridho Islam menjadi agama kalian” (Al Ma’idah : 3). Kalau Alloh yang maha tahu sudah menyatakan bahwa Islam sudah sempurna sedangkan Ulil mengatakan bahwa ada aturan Islam yang tidak relevan -tidak cocok dengan perkembangan jaman- maka kita justeru bertanya kepadanya : Siapakah yang lebih tahu, kamu ataukah Alloh?!.
Orang tidak tahu kok diikuti ? Demikianlah beberapa contoh kesesatan pemiiran JIL. Kita telah melihat bersama betapa bodohnya pemikiran semacam ini. Kalaulah makna tauhid, makna Islam adalah sebagaimana yang dikatakan oleh mereka (JIL) niscaya Abu Jahal, Abu Lahab dan orang-orang kafir Quraisy yang dimusuhi Nabi menjadi orang yang pertama-tama masuk Islam. Karena mereka meyakini bahwasanya Alloh-lah pencipta, pengatur, pemberi rizki, yang menghidupkan dan mematikan, yang mampu menyelamatkan mereka ketika tertimpa bencana, sehingga ketika mereka diombang-ambingkan oleh ombak lautan mereka mengikhlashkan do’a hanya kepada Alloh, memasrahkan urusan mereka kepada-Nya.
Namun dengan keyakinan semacam ini mereka tetap saja menolak ajakan Nabi untuk mengucapkan Laa ilaaha illalloh. Bahkan mereka memerangi Rosululloh, menyiksa para sahabat dan membunuh sebagian di antara mereka dengan cara yang amat keji. Inilah bukti bahwa orang-orang JIL benar-benar tidak paham Al Qur’an, tidak paham As Sunnah, bahkan tidak paham sejarah !!.
Himbauan Melalui tulisan ini kami menghimbau kepada segenap kaum muslimin agar menjauhi buletin, majalah, siaran TV atau radio yang digunakan oleh JIL dalam menyebarkan kesesatan mereka dan bagi yang memiliki kewenangan hendaklah memusnahkannya. Karena Alloh Ta’ala telah memerintahkan, “Wahai Nabi berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafiq dan bersikap keraslah pada mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahannam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya.” (At Taubah : 73). Dan ketahuilah bahwasanya tidak ada yang bisa membentengi kaum muslimin dari kebinasaan kecuali dengan kembali berpegang dengan Al Qur’an dan As Sunnah serta pemahaman para salafush sholih (sahabat dan murid-murid mereka). Dan Rosululloh telah menegaskan bahwasanya ilmu itu hanya bisa diraih dengan cara belajar (lihat Fathul Bari). Semoga tulisan yang singkat ini bisa meruntuhkan kerancuan-kerancuan yang ditebarkan oleh musuh-musuh Alloh dan Rosul-Nya.
Imam Al Auza’i berpesan, “Wajib atas kalian mengikuti jejak salaf (para sahabat) walaupun banyak manusia yang menentangmu. Dan waspadalah dari pemikiran-pemikiran manusia meskipun mereka menghiasinya dengan perkataan-perkataan yang indah di hadapanmu”. Hanya kepada Alloh-lah kita memohon perlindungan. Wallohu a’lam.
Disarikan dari tulisan Abu Mushlih Ari Wahyudi
Subscribe to:
Posts (Atom)





