Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Thursday, June 21, 2012

Cara Agar Disukai Orang Lain

Sifat manusia sangat sulit untuk ditebak, kadang jika kita berbuat A kita akan disukai, ketika kita berbuat A lagi lain waktu, malah kita mungkin menjadi tidak disukai. Kita tidak tahu pasti bagaimana sifat alami manusia yang sebenarnya. Terkadang jika seseorang melihat si A berperilaku "sombong", maka ia akan mengatakan si A sombong tanpa mau tahu apa penyebab dia berperilaku "sombong". Mungkin saja si A sombong karena selalu di lecehkan dalam pergaulan dan lain-lain. Tapi terkadang orang tidak mau tahu, ia lebih memilih untuk menjauhinya dari pada bergaul dengannya karena dia bersikap sombong.

Bagaimanakah cara agar disukai orang lain?

Semua orang pasti ingin agar dirinya disukai oleh orang lain. Mereka akan melakukan apa saja untuk mendapatkannya. Jika kita hidup tanpa ada orang lain disekitar kita, maka kita akan merasa tidak ada gunanya lagi hidup di dunia, hidup kita akan menjadi hampa. Karena, manusia tidak ada gunanya hidup di dunia ini jika tidak bisa memberikan manfaat bagi orang disekitarnya.

Jika kita disukai oleh orang lain, hidup kita akan menjadi lebih baik dari sekarang. Kita menjadi mempunyai banyak teman, hidup kita akan menjadi lebih mudah, ada tempat untuk meminta pertolongan dan lain-lain. Dibawah ini adalah cara-cara agar di sukai oleh orang lain.

1. Jangan terlalu memaksakan pendapat diri sendiri.

Jika suatu ketika ada rapat antar warga di lingkungan anda, jangan memaksakan pendapat anda sendiri walaupun anda merasa bahwa pendapat anda sudah benar. Hargailah pendapat orang lain, mana tahu pendapat orang lain lebih baik daripada pendapat anda. Kalaupun pendapat orang itu salah, beritahukanlah dengan cara yang halus dan kemukakan pendapat anda. Dengan cara demikian, orang tersebut tidak akan merasa sakit hati. Jika pendapat anda yang salah, terimalah dengan lapang dada, karena yang dicari dalam diskusi adalah pendapat yang paling benar untuk kebaikan bersama.

2. Dahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri sendiri.

Jika suatu saat anda ingin menimba air di sumur umum, dan ada orang lain yang ingin menimba juga disitu, apakah yang akan anda lakukan, menimba untuk diri anda sendiri terlebih dahulu atau membiarkan orang tersebut menimba air dahulu? Yup, benar sekali. Kita akan membiarkan orang tersebut menimba air dahulu. Jika kita selalu mendahulukan kepentingan orang lain dibandingkan kepentingan kita, maka kita akan lebih disukai orang, karena orang akan menilai kita orang yang baik hati.

3. Tidak memilih dalam berteman

Kita semua adalah makhluk yang sama, tidak ada yang kaya dan juga yang miskin di hadapan Allah SWT. Maka dari itu, kita tidak boleh memilih-milih dalam berteman. Jika kita baik dalam berteman dengan orang kaya, kita harus berbuat demikian juga jika kita berteman dengan orang yang miskin. Jika kita memilih-milih dalam berteman, maka kita akan dijauhi orang karena kita dinilai sombong oleh mereka. Ingat, kehidupan itu seperti bola yang sedang berputar. Jika anda hari ini berada diatas, suatu ketika anda mungkin akan berada dibawah juga.


Sekian dulu dari saya, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
http://blog-pengembangandiri.blogspot.com/2012/03/cara-agar-disukai-orang-lain.html

Saturday, May 12, 2012

Jadikan Aku Salah Seorang Penduduknya

Segala puji hanya bagi Allah tuhan semesta alam, Engkaulah yang mengatur hidup dan kehidupan. Hanyalah Engkau yang menguasai seluruh kekuasaan, Engkau anugerahkan kekuasaan bagi yang Engkau kehendaki. Engkau cabut hak berkuasa dari siapa yang Engkau kehendaki, Engkau muliakan siapa saja yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinakan siapapun yang engkau kehendaki, di tangan-MU ya Robbi segala kebaikan, Engkaulah yang berkuasa atas segala sesuatu.

pas Bunga
Sudah seharusnya kita sadari, hakekat penciptaan kita sebagai hamba. selayaknya kita melakukan apa yang telah ditetapkan dalam ajaran islam, yaitu beribadah. Namun apa yang terjadi? Ketika datang seruan dari Allah untuk taat dalam ibadah, untuk jihad, untuk Amar ma'ruf nahi munkar, (al`amru bil-ma'ruf wannahyu'anil-mun'kar), kita lemah sekali merespon seruan itu, seperti apakah kita ini .....?

Layaknya manusia Normal Ingin segala sesutunya menjadi yg terbaik, Baik dalam Kehidupan ataupun di penghujung hayat akhirat kekal Abadi.

Mungkinkah semua impian atau keinginan menjadi yang terbaik dapat terkabul (terlaksana/tercapai)...???
Tentu saja Bisa !!! Namun apa yang ditanam itulah yang dipetik - apapun yg diperbuat maka itulah yang akan dipetik (diterima) hasilnya. 

Keinginan menjadi penghuni surga tidak cukup hanya berdo’a, tapi kita harus berusaha memiliki sifat dan amal calon penghuninya dan usaha itu sekarang dalam kehidupan kita di dunia ini.

Begitu banyak janji surga bagi orang-orang yg ingin dan mau bersusah ber-i'tiqad dan sungguh-sungguh dalam Menjalankan perintah Allah dan Menjauihi larangan-larangan Allah subhanahu Wata'ala...
** Jadikan Aku Salah Seorang Penduduknya **

Berislam - Beramal Ilmiah Berilmu Amaliah sebuah konsep kebahagiaan nyata di alam dunia untuk menjemput janji surga di akhirat nanti....

Surga sebagai tempat yang menakjubkan dan penuh kenikmatan di dalamnya..

Nikmat Dalam Surga


surga
Bagi penduduk surga makanan dan minuman dalam surga disediakan makanan dan minuman yang sesuai dengan selera dan keinginan mereka. Makan dan minuman yang di inginkan penduduk surga langsung tersaji tidak perlu di masak terlebih, mereka langsung menikmati dan tidak mengandung unsur kekurangan.
** Semoga aku di jadikan salah seorang penduduknya **

Makan dan minuman dalam surga itu tidak menjemukan, apalagi sampai menimbulkan penyakit dan makanan yang mereka konsumsi tidak menimbulkan kotoran, berarti penduduk surga tidak membutuhkan buang hajat, karena dalam surga tidak ada WC atau toilet, tetapi pembuangannya hanya melalui keringat yang harumnya beraroma kasturi. Mengenai makanan dan minuman di dalam surga, Allah ta'alat. telah berfirman:
"Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan apa yang mereka minta." (QS. Yaasiin: 57)
Didalam ayat lain disebutkan bahwa di dalam surga terdapat pohon pisang yang buahnya bersusun-susun.
Allah ta'ala. berfirman:
"Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya." (QS. Al Waqi'ah: 28-33)
Mengenai pohon dan buah surga itu Ibnu Katsir berkata: 
"Apabila keadaan pohon Sidr yang didunia tidak berubah, kecuali buah lemah dan banyak durinya, makan di surga pohon itu sangat indah dan banyak buahnya. Bahkan satu buah mengeluarkan 70 macam rasa dan warna-warni yang sebagian menyerupai sebagian yang lain.
Diriwayatkan dari Tsauban bahwa pada suatu ketika seorang Yahudi bertanya kepada Rasulullah,: "Apakah hidangan para penghuni surga ketika masuk surga?" Nabi Salallahu 'alaihi wasallam. menjawab: "Hati ikan (yang terbaik dan terlezat)." Ia bertanya lagi: "Apakah makanan mereka sesudah itu?." Nabi Salallahu 'alaihi wasallam. menjawab: "Disembelih bagi mereka sapi surga yang makan dari tanamannya." Orang itu bertanya lagi: "Apakah minuman mereka sesudah itu?" Nabi Salallahu 'alaihi wasallam. menjawab: "Dari mata air yang bernama Salsabil." Orang itu berkata: "Engkau berkata benar." (HR. Muslim)
Demikianlah gambaran tentang surga dan segala kenikmatan yang ada padanya. Dan mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang mendapatkan keberuntungan. Amin

Wednesday, May 9, 2012

Kenali Dirimu Dari Caramu Menatap Orang Lain

Akhina Waukhtina Fillah.
Kita semua pasti sering menghadapi apa itu perbedaan, entah itu perbedaan pandangan, perbedaan pendapat, atau pun perbedaan keyakinan.

Lihat diri sendiri sebelum menilai orang lain.

critic
Sumber gambar : google.blogspot
Sebelum kita menilai atau merendahkan orang lain, maka sebaiknya kita menilai diri sendiri dahulu. Sudahkah apa yang kita lakukan ini lebih baik dari mereka, pantaskah kita ini merendahkan orang lain. Dan terkadang justru kita lah yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka. Untuk itu sebelum kita understimate pada orang lain, lihat dulu pada diri kita sendiri. Karena bila kita mengetahui mereka yang telah kita rendahkan ternyata lebih baik dari kita, maka kita sendiri lah yang akan menjadi malu. 
Karenanya, janganlah understimate pada orang lain, karena mereka bisa saja lebih baik dari kita, dan itu hanya akan membuat kita lemah menghadapi perbedaan. Jangan pernah meremehkan sesuatu, karena nantinya sesuatu tersebut akan menjadi besar karena kita tidak menanggapinya dengan serius. Ini seperti meremehkan orang lain yang berbeda dengan kita, tentu kita akan merasa lebih baik dari mereka sehingga apa yang kita lakukan tidak sebaik dari biasanya. Tetapi sebaliknya, orang lain yang kita remehkan tadi malah akan melakukan sesuatu dengan yang sebaik-baiknya karena merasa kalau mereka belum baik. Sehingga bisa jadi apa yang mereka lakukan jauh lebih baik dari apa yang kita lakukan.

Kenali Dirimu Dari Caramu Menatap Orang Lain


Manusia adalah makhluk Allah 'azza wajalla yang paling sempurna. Allah  memberikan anugerah baik akal, budi, maupun nafsu. Manusia juga merupakan makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Sebagai individu, manusia akan menentukan sikap dan cara pandangnya sendiri. Tetapi manusia juga butuh orang lain. Tidak mungkin manusia hidup sendiri. Manusia butuh manusia lain dalam berinteraksi dan menyusuri jalan kehidupan.

Manusia juga Merupakan insan yang Unik!
setiap manusia mempunyai karakteristik yang berbeda-beda dan mempunyai kebutuhan dan tuntutan hidup yang berbeda-beda.
Ada Kalanya kita melihat orang lain bahagia sontak langsung saja iri ingin mersakan kebahagiaan yg orang lain miliki. Ada kalanya juga ketika melihat orang lain bahagia dia ikut bahagia...
Mereka yg memiliki kelebihan dari sisi material haruslah kita jadikan tolak ukur untuk kita bersemangat untuk menggali bagaimana cara mereka mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan yang mereka capai bukan hanya iri, hasad dan dengki saja terhadap mereka....
Mereka yg pintar rajin beribadah dan tenar akan dakwah mereka bukan kita tutupi jalan dakwah mereka dan kita jauihi dengan alasan Malu untuk menemui mereka, Tanyakan kepada mereka dan belajarlah pada mereka bagaimana mereka dapat mendapatkan kesuksesan dan bagaiman mereka dapat mendekatkan diri mereka terhdap tuhan Allah 'azza wajalla.
Barang siapa yang menempuh satu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan mempermudah jalannya menuju surga. (HR.Muslim)
Manusia Merupakan insan yang Unik!

Ya,! manusia adalah makhluk unik. Lihat saja di sekeliling kita. Ada orang yang jago bicara, ada orang yang jago menulis, ada orang yang sangat teliti. Ada yang jago bertani, ada yang jago berdagang. Masing-masing hadir dengan keunikan yang khas.

Oleh karena itu, kesempatan hidup yang dianugerahkan Allah 'Azza Wajalla haruslah dipergunakan dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Hidup kita janganlah disia-siakan. Hidup adalah anugerah dari Yang Mahakuasa, dan haruslah dijaga, dipupuk, dipelihara, dan terus dikembangkan. Semua itu dilakukan agar hidup kita memberi manfaat dan nilai tambah bagi sesama dan alam semesta.

Agar bermanfaat dan memberi nilai tambah bagi sesama dan alam semesta, maka setiap manusia harus mampu melihat dan berkaca akan dirinya. Manusia harus mampu melihat dirinya dari sisi positif. Ya, melihat dari sisi positif akan menjadikan manusia terus berkembang, berbenah, dan berubah ke arah yang lebih baik.

Saturday, May 5, 2012

Hak Istri atas Suami


Suami Istri
Sahabat Senyum - Syariat mewajibkan kepada suami untuk memenuhi kebutuhan istrinya yang berupa  kebutuhan material seperti nafkah, pakaian, tempat tinggal, pengobatan dan sebagainya, sesuai dengan kondisi masing-masing, atau seperti yang dikatakan oleh  Al-Qur’an “bil ma’ruf” (menurut cara yang ma’ruf/patut).

Namun syariat tidak pernah melupakan akan kebutuhan-kebutuhan spiritual yang  manusia tidaklah bernama manusia kecuali dengan adanya kebutuhan-kebutuhan tersebut, sebagaimana kata seorang pujangga kuno: “Maka karena jiwamu itulah engkau sebagai manusia, bukan cuma dengan badanmu.”

Bahkan Al-Qur’an menyebut perkawinan ini sebagai salah satu ayat di antara ayat-ayat Allah di alam semesta dan salah satu nikmat yang diberikan-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Firman-Nya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan  merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS Ar Rum: 21)

Ayat ini menjadikan sasaran atau tujuan hidup bersuami istri ialah ketenteraman hati, cinta, dan kasih sayang antara keduanya, yang semua ini merupakan aspek kejiwaan,  bukan material. Tidak ada artinya kehidupan bersuami istri yang sunyi dari aspek-aspek maknawi ini, sehingga badan berdekatan tetapi ruh berjauhan.

Dalam hal ini banyak suami yang keliru—padahal diri mereka sebenarnya baik—ketika mereka mengira bahwa kewajiban mereka terhadap istri mereka ialah memberi nafkah, pakaian, dan tempat tinggal, tidak ada yang lain lagi. Dia melupakan bahwa wanita (istri) itu bukan hanya membutuhkan makan, minum, pakaian, dan lain-lain kebutuhan material, tetapi juga membutuhkan perkataan yang baik, wajah yang ceria, senyum yang manis, sentuhan yang lembut, ciuman yang mesra, pergaulan yang penuh kasih sayang, dan belaian yang lembut yang menyenangkan hati dan menghilangkan kegundahan.

Imam Ghazali mengemukakan sejumlah hak suami istri dan adab pergaulan di antara mereka yang kehidupan berkeluarga tidak akan dapat harmonis tanpa semua itu. Di antara adab-adab yang dituntunkan oleh Al-Qur’an dan Sunnah itu ialah berakhlaq yang baik terhadapnya dan sabar dalam menghadapi godaannya.

Allah berfirman: “… Dan gaulilah mereka (istri-istrimu) dengan cara yang ma’ruf (patut)…” (QS An Nisa’: 19)

“… Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.” (QS An Nisa’: 21)

“… Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim,  orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu…” (QS An Nisa’: 36)

Ada yang menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan “teman sejawat” dalam ayat di atas ialah istri. Imam Ghazali berkata, “Ketahuilah bahwa berakhlaq baik kepada mereka (istri) bukan cuma tidak menyakiti mereka, tetapi juga sabar menerima keluhan mereka, dan penyantun ketika mereka sedang emosi serta marah, sebagaimana diteladankan Rasulullah SAW. Istri-istri beliau itu sering meminta beliau untuk mengulang-ulangi perkataan, bahkan pernah ada pula salah seorang dari mereka menghindari beliau sehari semalam.

Beliau pernah berkata kepada Aisyah, “Sungguh, aku tahu kalau engkau marah dan kalau engkau rela.”

Aisyah bertanya, “Bagaimana engkau tahu?”

Beliau menjawab, “Kalau engkau rela, engkau berkata, ‘Tidak, demi Tuhan Muhammad,’ dan bila engkau  marah, engkau berkata, ‘Tidak, demi Tuhan Ibrahim.’

Aisyah  menjawab, “Betul, (kalau aku marah) aku hanya menghindari menyebut namamu.”

Dari adab yang dikemukakan Imam Ghazali itu dapat ditambahkan bahwa di samping bersabar menerima atau menghadapi kesulitan istri, juga bercumbu, bergurau, dan bermain-main dengan mereka, karena yang demikian itu dapat menyenangkan hati wanita. Rasulullah SAW biasa bergurau dengan istri-istri beliau dan menyesuaikan diri dengan pikiran mereka dalam bertindak dan berakhlaq, sehingga diriwayatkan bahwa beliau pernah melakukan perlombaan lari cepat dengan Aisyah.

Umar bin Al-Khathab—yang dikenal berwatak keras itu—pernah berkata, “Seyogianya sikap suami terhadap istrinya seperti anak kecil, tetapi apabila mencari apa yang ada di sisinya (keadaan yang sebenarnya) maka dia adalah seorang laki-laki.”

Dalam menafsirkan hadits: “Sesungguhnya Allah membenci alja’zhari al-jawwazh,”  dikatakan bahwa yang dimaksud ialah orang yang bersikap keras terhadap istri (keluarganya) dan sombong pada dirinya. Dan ini merupakan salah satu makna firman Allah: ‘utul. Ada yang mengatakan bahwa lafal ‘utul berarti orang yang kasar mulutnya dan keras hatinya terhadap keluarganya.

Keteladanan tertinggi bagi semua itu ialah Rasulullah SAW. Meski bagaimanapun besarnya perhatian dan banyaknya kesibukan beliau dalam mengembangkan dakwah dan menegakkan agama, memelihara jamaah, menegakkan tiang daulah dari dalam dan memeliharanya dari serangan musuh yang senantiasa mengintainya dari luar, beliau tetap sangat memperhatikan para istrinya. Beliau adalah manusia yang senantiasa sibuk berhubungan dengan Tuhannya seperti berpuasa, shalat, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir, sehingga kedua kaki beliau bengkak karena lamanya berdiri  ketika melakukan shalat lail, dan menangis sehingga air matanya membasahi jenggotnya.

Namun sesibuk apa pun beliau tidak pernah melupakan hak-hak istri-istri beliau yang harus beliau penuhi. Jadi aspek-aspek Rabbani tidaklah melupakan beliau terhadap aspek insani dalam melayani mereka dengan memberikan makanan ruhani dan perasaan mereka yang tidak dapat terpenuhi dengan makanan yang mengenyangkan perut dan pakaian penutup tubuh.

Dalam menjelaskan sikap Rasulullah dan petunjuk beliau dalam mempergauli istri, Imam Ibnu Qayyim berkata, “Sikap Rasulullah SAW terhadap istri-istrinya ialah bergaul dan berakhlaq baik kepada mereka. Beliau pernah menyuruh gadis-gadis Anshar menemani Aisyah bermain. Apabila istrinya (Aisyah) menginginkan sesuatu yang tidak terlarang menurut agama, beliau menurutinya. Bila Aisyah minum dari  suatu bejana, maka beliau ambil bejana itu dan beliau minum daripadanya pula dan beliau letakkan mulut beliau di tempat mulut Aisyah tadi (bergantian minum pada satu bejana/tempat), dan  beliau juga biasa makan kikil bergantian dengan Aisyah.”

Beliau biasa bersandar di pangkuan Aisyah, beliau membaca Al-Qur’an sedang kepala  beliau berada di pangkuannya. Bahkan pernah ketika Aisyah sedang haidh, beliau  menyuruhnya memakai sarung, lalu beliau memeluknya. Bahkan pernah juga  menciumnya, padahal beliau sedang berpuasa.

Di antara kelemah-lembutan dan akhlaq baik beliau lagi ialah beliau memperkenankan istrinya untuk bermain dan mempertunjukkan kepadanya permainan orang-orang Habsyi ketika mereka sedang bermain di masjid, dia (Aisyah) menyandarkan kepalanya ke pundak beliau untuk melihat permainan orang-orang  Habsyi itu. Beliau juga pernah berlomba lari dengan Aisyah dua kali, dan keluar dari rumah bersama-sama.

Sabda Nabi SAW, “Sebaik-baik kamu ialah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku.”

Apabila selesai melaksanakan shalat Ashar, Nabi senantiasa mengelilingi (mengunjungi) istri-istrinya dan beliau tanyakan keadaan mereka, dan bila malam tiba beliau pergi ke rumah istri beliau yang pada waktu itu mendapat giliran. Aisyah berkata, “Rasulullah SAW tidak melebihkan sebagian kami terhadap sebagian yang  lain dalam pembagian giliran. Dan setiap hari beliau mengunjungi kami semuanya, yaitu mendekati tiap-tiap istri beliau tanpa menyentuhnya, hingga sampai kepada istri  yang menjadi  giliran beliau, lalu beliau bermalam di situ.”

Kalau kita renungkan apa yang telah kita kutip di sini mengenai petunjuk Nabi SAW tentang pergaulan beliau dengan istri-istri beliau, kita dapati bahwa beliau sangat memperhatikan mereka, menanyakan keadaan mereka, dan mendekati mereka. Tetapi  beliau mengkhususkan Aisyah dengan perhatian lebih. Namun ini bukan berarti beliau   bersikap pilih kasih, tetapi karena untuk menjaga kejiwaan Aisyah yang beliau nikahi ketika masih perawan dan karena usianya yang masih muda.

Beliau menikahi Aisyah ketika masih gadis kecil yang belum mengenal seorang laki-laki pun selain beliau. Kebutuhan wanita muda seperti ini terhadap laki-laki lebih besar dibandingkan dengan wanita janda yang lebih tua dan telah berpengalaman. Yang kami maksudkan dengan kebutuhan di sini bukan sekadar nafkah, pakaian, dan hubungan biologis saja. Bahkan kebutuhan psikologis dan spiritualnya lebih penting  dan lebih dalam daripada semua itu. Karena itu, tidaklah mengherankan jika kita lihat  Nabi SAW selalu ingat aspek tersebut  dan senantiasa memberikan haknya serta tidak  pernah melupakannya meskipun tugas yang diembannya besar, seperti mengatur  strategi dakwah, membangun umat, dan menegakkan daulah.

“Sungguh pada diri Rasulullah itu terdapat teladan yang bagus bagi kamu.”

Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.



Sumber: Fatwa-Fatwa Kontemporer, DR. Yusuf Qaradhawi @ http://www.dakwatuna.com/2011/07/13112/hak-istri-atas-suami
(RoL)

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya : Wanita Mulia Dalam Pandangan Allah

Tuesday, April 10, 2012

Awal dari Hidayah

Awal dari Hidayah adalah ketidaktertarikan hati manusia kepada hal-hal yang sia-sia.

Karena kesadaran yang terdalam dari kalbunya menyatakan bahwa ia tercipta dengan modal amat sangat mahal:
Bumi yang ia pijak
Hasil bumi yang ia makan, ia sandang, ia diami
Udara yang ia hirup  Mentari yang menghangatkan jiwaraga serta menerangi kehidupan
Alam semesta yang ia punya keterikatan erat kepadanya, ...
serta aneka karunia tak terhingga yang pasti tidak Dia cipta untuk sia-sia.

Maka perhatian, pemikiran, renungan, perasaan, ucapan, serta setiap perbuatannya harus hanya menghasilkan keyakinan, wawasan, keterampilan, kesejahteraan serta pergerakan hidup menuju kebahagiaan sorgawi nan abadi dalam naungan ridho ilahi.


oleh ust. Jalaluddin Sayuthi

 

Related Search :

Motivasi | Hidup | Bahagia | Renungan Harian Kita | Kata-kata bijak | Kata motivasi | Kata mutiara | Kisah Sukses | Kumpulan Khotbah

Monday, April 2, 2012

Kiat Agar Kita Disukai Banyak Orang


Siapa sih dari kita yang tidak ingin disukai oleh banyak orang? Setiap individu yang suka bersosialisasi tentunya ingin diterima dan disukai oleh lingkungannya. Karena dengan disukai banyak orang, maka dalam berinteraksi kita akan menjadi semakin enjoy. Tidak ada rasa curiga, tidak ada rasa iri dan dengki serta tidak ada perasaan tidak enak di dalam hati orang-orang yang menyukai kita.

Sebetulnya ada cara yang sederhana agar kita disukai banyak orang. Dalam buku Best Seller "Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain" karya Dale Carnegie disebutkan, untuk membuat orang lain menyukai kita adalah dengan cara "Memperlakukan mereka seperti kita ingin diperlakukan". Meski sederhana namun dalam aplikasinya di kehidupan sehari-hari, cara ini begitu sulit karena membutuhkan pengorbanan untuk melakukannya. Mengapa saya katakan sulit dan membutuhkan pengorbanan? Karena seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk egois.

Dalam buku ini juga mengajarkan kepada kita semua melalui sebuah ungkapan bijak, "Jika ingin mendapatkan madu, jangan tendang sarang tawonnya". Maksud dari ungkapan tersebut adalah jika kita ingin mendapatkan respek dan disukai orang lain, maka jangan pernah menyinggung perasaannya. Apalagi sampai menyakiti fisiknya dengan cara memukul, menampar, mencakar, atau dengan jurus apapun yang kita kuasai.

Untuk itu Dale Carnegie memberikan 6 Tips kepada kita, agar menjadi insan yang disukai oleh orang lain:

  1. Berminatlah pada orang lain dengan tulus.
    Jika kita mengharapkan orang lain menyukai kita, maka tumbuhkanlah minat terhadap orang lain. Hargailah orang lain seperti kita menghargai diri sendiri, karena dengan menghargai orang lain tidak akan pernah mengurangi harga diri kita sendiri.
  2. Tersenyumlah pada semua orang.
    Setiap kali kita berjumpa dengan orang, baik yang kita kenal maupun tidak, berusahalah untuk melempar senyum kepada mereka. Sebab dengan memberi senyuman akan membuat suasana menjadi lebih cair dan bersahabat. Orang yang tidak kita kenalpun jika diberi senyuman, pasti mereka juga akan membalas senyum kita (terkecuali orang yang sedang mengalami gangguan mental). Bahkan mereka akan mengingat-ingat kembali, "Pernah berjumpa dimana ya dengan orang ini?", padahal tidak pernah berjumpa sekalipun.
  3. Berusaha mengingat nama orang lain.
    Nama adalah identitas diri yang paling berharga melebihi pangkat dan titel. Untuk itu usahakan menyebut nama jika kita memanggil atau berbicara dengan orang yang kita kenal. Jangan memanggil dengan julukan yang tidak dia sukai, apalagi menggantinya dengan nama binatang seperti "anjing" atau "babi".
  4. Jadilah pendengar yang baik.
    Pada saat kita mengobrol dengan orang lain, usahakan untuk tidak mendominasi pembicaraan. Apalagi yang kita bicarakan adalah tentang diri kita, keluarga kita, hobi kita dan kesuksesan kita. Lama-lama orang akan menjadi bosan dan menganggap kita sok pamer. Belajarlah menjadi pendengar yang baik, dengan memberi kesempatan kepada orang lain untuk bercerita lebih banyak. Jika dia adalah orang pendiam, kita bisa memancing pertanyaan umum tentang dirinya, keluarganya atau aktivitasnya. Hindarilah pertanyaan yang bersifat privasi seperti: gajinya berapa?, istrinya berapa? dan sejenisnya.
  5. Bicarakan minat orang lain.
    Di setiap perbincangan apapun dan dimanapun, sebisa mungkin kita kurangi cerita yang hanya kita minati. Biarkan orang lain yang bercerita tentang minatnya, karena itu akan membuat dia merasa dihargai. Jika minat yang dia bicarakan kita tidak tahu banyak, maka kita jawab saja sebatas yang kita tahu. Jangan menjadi PERSOTI (Pekumpulan Orang Sok Tahu Indonesia), karena justru mengesankan kita ngawur dan mengada-ada. Belajarlah berbicara menurut sudut pandang orang lain, bukan hanya sudut pandang kita sendiri.
  6. Buatlah orang lain merasa penting.
    Dengan siapapun kita bersosialisasi, janganlah pernah memandangnya karena usia, status sosial, jabatan, dan apapun strata yang melekat pada dirinya. Buatlah orang lain merasa penting dan kita lakukan itu dengan tulus. Meski yang kita temui atau kita ajak bicara adalah tukang sampah, maka berikanlah penghargaan kepadanya tanpa melihat status pekerjaannya. Bayangkan saja jika tidak ada orang yang menjadi tukang sampah, depan rumah kita akan menjadi seperti TPA (Tempat Pembuangan (sampah) Akhir).

Dengan menerapkan 6 tips yang diberikan Dale Carnegie ini, akan membuat kita menjadi orang yang ramah. Tapi seperti saya ungkapkan di awal, bahwa untuk menerapkan tips ini tidak mudah dan membutuhkan pengorbanan. Dan pengorbanan yang terbesar adalah kita dituntut untuk menurunkan ego kita. Karena tanpa menurunkan ego sedikitpun, mustahil kita bisa menerapkan tips-tips yang diajarkan oleh penulis yang bukunya menjadi panduan bagi kebanyakan orang sukses di dunia tersebut.

Memang teori ini tidak akan bisa dibuat untuk menghitung rangka beton, menentukan kecepatan mesin, mengukur aerodinamis sebuah mobil, mengoptimasi serta mempercantik blog dan ilmu tekhnik lainnya. Namun apa guna kita menjadi orang yang pandai dan mampu menciptakan produk jika kita tak mampu memasarkannya? Karena untuk memasarkan produk butuh relasi dan berhubungan dengan orang lain. Cepat atau lambat, kita akan membutuhkan ilmu tentang bagaimana mencari kawan dan mempengaruhi orang lain.

http://arie5758.blogspot.com/2012/01/kiat-agar-kita-disukai-banyak-orang.html#axzz1quGRZSXH

Wednesday, March 14, 2012

Sakit Ini Membuatku Semangat


Tuhan...! Sakit ini membuatku semangat untuk hidup... karena aku tahu begitu mahalnya hidup ini...

Aku tahu engkau tak berbelas kasih....
yang baik dan ta'at padamu engkau beri kenikmatan....
        kau terangi siang mereka dengan terang... kau gelapkan malam mereka dengan kegelapan....
Bahkan yang jahat dan bangkang padamu pun engkau beri kenikmatan....
        sama saja kau pun menrangi siang mereka tanpa belas kasih...... apa dengan sikap jahat dan tidak ta'at padamu mereka engkau gelapkan siang mereka...???

uuuuukh sungguh masyaallah... "kenikmatan nyata dari Tuhan Allah dzatu robbil 'aalamiin"....

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(Al-Quran Al-Karim Surah An-Nahl [16]: ayat 18)

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
“..Rabbi aw zi’niy an asykura ni’matakallatiy an’amta ‘alayya wa’alaa waalidayya wa an a’mala shaalihan tardhaahu wa adkhilniy birahmatika fiy ‘ibadikashshaalihiin..”

“Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (Q.S. An-Naml : 19)

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“..Rabbi aw zi’niy an asykura ni’matakallatiy an’amta ‘alayya wa’alaa waalidayya wa an a’mala shaalihan tardhaahu wa ashlihliy fii dzurriyyatiy inniy tubtu ilayka wa inniy minal muslimiin..”

“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni`mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (Q.S. Al-Ahqaf : 15)

Sakit Ini Membuatku Semangat

         Dengan Bersyukur Padamu, Sakit membuatku lebih kuat. Rasa takut membuatku berani. Patah hati membuat diriku lebih bijak.....

Dengan Sakit mungkin saja tuhan sedang mengurangi sedikit nikmat yg di berikan padaku untuk menjadikanku lebih baik, yang dengan sakit terhenti sejenak kemaksiatan dalam keseharianku.....
        yang dengan sakit mataku tertahan / terhijab untuk melihat syurganya orang2 kafiir...
        yang dengan sakit hatiku selalu ingat padamu dan tidak mengingat selain padamu....

Yaa Allah..... Ya robbi..... Aku tahu
Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan sunatullah dalam kehidupan. 

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (QS. al-Anbiyaa’: 35).
Sahabat Ibnu ‘Abbas -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir al-Qur’an- menafsirkan ayat ini: “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan.” (Tafsir Ibnu Jarir).

Sakit Ini Membuatku Lebih Semangat

semangat ikhwanKarena di balik cobaan ini, terdapat berbagai rahasia/hikmah yang tidak dapat di gambarkan oleh akal manusia.

Empat Utusan malaikat Pada Orang yang Sakit

Rasulullah bersabda dalam satu hadis riwayat Abu Imamah al Bahili yang mafhumnya :

"Apabila seorang hamba mukmin sakit, maka Allah mengutus 4 malaikat untuk datang padanya."
Allah memerintahkan :
1. Malaikat pertama untuk mengambil kekuatannya sehingga ia menjadi lemah.
2. MAlaikat kedua untuk mengambil rasa lazat dan selera makan dari mulutnya
3. Malaikat ketiga untuk mengambil keceriaan pada wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat lesi.
4. Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya , maka berubahlah si pesakit menjadi suci dari dosa.

Tatkala Allah akan menyembuhkan hamba mukmin itu, Allah memerintahkan kepada malaikat 1, 2 dan 3 untuk mengembalikan kekuatannya, rasa lazat pada selera makannya, dan keceriaan di wajah sang hamba.

Namun untuk malaikat ke 4 , Allah tidak memerintahkan untuk mengembalikan dosa-dosanya kepada hamba mukmin. Maka bersujudlah para malaikat itu kepada Allah seraya berkata : "Ya Allah mengapa dosa-dosa ini tidak Engkau kembalikan?”

Allah menjawab : “Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikan dosa-dosanya setelah Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit. Pergilah dan humbankan segalam dosa-dosanya itu.

Dengan ini , maka kelak si sakit itu kembali ke alam akhirat dan keluar dari dunia dalam keadaan suci dari dosa sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Sakit panas dalam sehari semalam, dapat menghilangkan dosa selama setahun.” >> Rujukan Kitab Al Mawa'ish al Ushfuriah

Wahai saudaraku,
ketahuilah di balik cobaan berupa penyakit dan berbagai kesulitan lainnya, sesungguhnya di balik itu semua terdapat hikmah yang sangat banyak. Maka perhatikanlah saudaraku nasehat Ibnul Qoyyim rahimahullah berikut ini: “Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah (yang dapat kita gali, -ed). Namun akal kita sangatlah terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia di bawah sinar matahari.” (Lihat Do’a dan Wirid, Yazid bin Abdul Qodir Jawas)

Ingatlah saudaraku, cobaan dan penyakit merupakan tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan.” (HR. Tirmidzi, shohih).

Sakit Ini Harus Membuatku Terus Semangat

doa
Ya Allah, jadikanlah sakitku sebagai penawar atas dosa dan
kesalahan ku, yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui, 
yang kecil maupun yang besar.
Ya Allah, jadikanlah sakitku sebagai penguat keimananku
agar aku lebih kokoh dalam mengarungi bahtera kehidupan
Ya Allah, jadikanlah sakitku sebagai pengingat untukku
agar aku tak kembali lalai untuk selalu bersyukur kepadaMu
agar aku tak sombong kepada orang yang berada di bawahku
agar aku lebih loyal untuk mengeluarkan uangku dijalan dakwah dan fakir miskin, agar mulut dan lidah tak kembali mengelurakan kata2 yang mampu menyakiti hati orang yang mendengarkannya.

Ya Allah, Ya Robbi, anugerahkanlah kepada kami keyakinan dan kesabaran yang akan meringankan segala musibah dunia ini., Aamiin....ya Robbal 'alamin.

Wednesday, March 7, 2012

Indahnya Hidup Rukun Bertetangga


tetangga social
Salah satu yang harus kita nikmati dalam hidup adalah bagaimana rukun dengan tetangga kita. Kita tidak bisa memilih tetangga yang selalu sesuai dengan keinginan kita.

Tetapi kita harus bisa menyikapi setiap tetangga dengan sikap terbaik kita.Kelebihannya kita sikapi dengan sikap terbaik, sehingga menjadi ladang yang kita syukuri. Kita bisa mendapatkan manfaat dari tetangga yang banyak kebaikan.Demikian pula kekurangan tetangga pun harus menjadi ladang amal bagi kita.Karena, dia juga adalah saudara kita, yang harus kita bantu menjadi lebih baik dalam hidupnya.

Kita pun harus senang untuk melupakan, jangan merasa berjasa, merasa lebih. Karena, kalau kita banyak berharap dari tetangga kita, akan banyak terluka hati kita. Karena ingin dihargai, ingin dihormati,ingin dipuji, maka akan makin tertekan diri kita. Pendek kata merdekakan diri ini dengan banyak berbuat, bukan banyak berharap dari tetangga-tetangga kita.

Kita tidak akan pernah rugi dengan situasi apapun jika kita selalu bersikap benar di jalan yang Allah sukai. Tapi kita akan rugikalau kita menjadi zalim kepada orang lain. Kalau kita berbuat kebaikan, makakebaikan itu akan kembali kepada kita.

Tetapi, kalau kita berbuat keburukan, maka keburukan itu pula yang akan kembali kepada kita. Mudah-mudahan dengan latihan hidup rukun dalam bertetangga, lingkungan akan bisa kita nikmati di dunia inidan bisa menjadi amal untuk kelak di akhirat nanti.

Alangkah beruntungnya jika kita hidup danbertetangga dengan orang-orang yang mulia. Walaupun rumah sempit, kalau tetangganya baik, akan terasa lapang. Dan, alangkah ruginya, jika rumah kita dikelilingi oleh tetangga-tetangga yang busuk hati. Walaupun rumah lapang,niscaya akan terasa sempit.

Memang sungguh nikmat jika kita memilikitetangga-tetangga yang baik ahlak, ramah, dan penuh perhatian. Kendati demikian, kita tidak pernah bisa memaksa orang lain untuk selalu bersikap baik,kecuali kita paksa diri kita sendiri untuk bersikap baik terhadap siapapun.

Musik yang bagus berawal dari suara dan tangga nada yang berbeda-beda, namun kalau dipadukan akan menjadi indah. Artinya, kitatidak bisa mengharapkan tetangga-tetangga kita persis sama dengan kita. Bisajadi perbedaan keadaan tetangga malah memperindah ahlak kita. Ada tetangga yang melimpah rizkinya, ada yang kurang rizkinya, ada yang berkedudukan tinggi, adayang tidak berkedudukan, ada yang rumahnya di gang sempit (berdempet-dempet),ada yang bertipe menengah, perumnas, atau BTN, bahkan ada yang besar luas sampai tidak tahu tetangga kanan kiri. Ini adalah sebuah simponi yang kalau disikapi dengan niat yang indah, niscaya akan menjadi sesuatu yangmenyenangkan.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda,"Hak tetangga ialah, bila dia sakit, kamu kunjungi. Bila wafat, kamu mengantarkan jenazahnya. Bila dia membutuhkan uang, maka kamu pinjami. Dan bila mengalami kesukaran/kemiskinan, maka jangan dibeberkan, aib-aibnya kamu tutup-tutupi dan rahasiakan. Bila dia memperoleh kebaikan, maka kita turutbersuka cita dan mengucapkan selamat kepadanya. Dan bila menghadapi musibah, kamu datang untuk menyampaikan rasa duka. Jangan sengaja meninggikan bangunanrumahmu melebihi bangunan rumahnya, lalu menutup jalan udaranya (kelancaran anginbaginya). Dan janganlah kamu mengganggunya dengan bau masakan, kecuali kamumenciduknya dan memberikan kepadanya."

Inilah keadaan rumah Rasul, ketika beliau memasak maka tetangga yang mencium bau masakan tersebut ikut mendapat makanan. Namun,yang paling penting, kita melihat bahwa kebahagiaan kita itu bukan soal kitamendapat sesuatu atau tidak dari tetangga. Yang harus kita latih, kenikmatan bertetangga bukan mengharapkan sesuatu dari tetangga, tapi berupaya agar kitabisa berbuat yang terbaik untuk tetangga.

Kita akan tertekan ketika kita berharap banyak.Sebab, yang namanya rizki tidak selalu bermakna apa yang telah kita dapatkan,melainkan apa yang bisa kita lakukan. Jangan sampai gorden rumah kita copotgara-gara terlalu sering melihat tetangga. Makin sering nengokin tetangga, bisajadi akan semakin menderita, sebab kedengkian kita kepada tetangga tidak akan mempengaruhi rizki tetangga, sebab yang membagikan rizki adalah Allah.

Sialnya jika kita dengki sama tetangga namuntetangga tambah nikmat. Tentu kita tambah menderita. Tetangga makin pulas, kitanggak bisa tidur. Mau keluar rumah susah, mau masuk juga susah. Bagaimana tidak, sosok tetangga yang kita dengkikan itu terus muncul di depan kita.

Maka disini kita harus mampu mengemas kehidupan bertetangga menjadi ladang amal kita.Kalau kita punya tetangga kaya, sukses, jangan iri hati dan jangan sukamengintip. Apabila tetangga memperoleh kesuksesan atau keluasan rizki,belajarlah senang dengan kesuksesan orang. "Alhamdulillah, dia ternyatasekarang dititipi rizki. Mudah-mudahan barokah, mudah-mudahan bisa banyakmanfaat."

Kalau ada tetangga kita yang kekurangan, harusmenjadi ladang amal bagi kita. Tidak termasuk orang yang beriman kalau kitakenyang dan pada saat yang sama tetangga kita lapar. Tidak akan miskin denganmenyantuni tetangga. Jika beras cukup, sisihkan sebagian untuk tetangga. Bajubekas anak-anak yang masih layak pakai, kalau belum sanggup memberikan bajubagus, berikan pada anak tetangga. Panci kita sudah agak penyok-penyok, berikanpada tetangga yang membutuhkan, kalau kita belum sanggup memberinya panci yangbagus. Tentu saja, jika mampu, berikanlah barang-barang yang berkualitas terbaik.

Di sinilah sebenarnya hasil ibadah kita akan terlihat, karena alat ukur ibadah kita bukan ketika sedang shalat saja, tapi bagaimana sesudahnya. Misalnya, shalat itu 5 x 10 menit atau 50 menit,dibulatkan menjadi sekitar 1 jam sehari, sedangkan 1 hari 24 jam. Bagaimanamungkin yang 1 jam baik, sedang yang 23 jam jelek semuanya?

Tidak akan rugi berbuat baik pada tetangga. Makin tetangga merasa nikmat dengan kita, dengan sendirinya mereka akan ikut membelakita. Sehebat apapun kita, tetap butuh tetangga. Misalnya, kita punya saudaradokter, tapi saat anak sakit yang duluan menolong pasti tetangga. Punya saudaraanggota pemadam kebakaran, jika kompor di rumah meletus, yang lebih dulumembantu memadamkan pasti tetangga. Punya saudara jendral atau polisi, datangmaling ke rumah, lantas kita teriak, yang duluan ngejar juga tetangga.

Maka kalau punya tetangga, terus perhatikan.Setiap kebahagiaannya, kita ikut bahagia. Anaknya lulus, alhamdulillah. Anaknyadapat kerjaan, alhamdulillah. Anak tetangga dapat jodoh, alhamdulillah. InsyaAllah, kita akan bahagia terus. Hidup penuh kesyukuran kepada Allah Yang MahaPemurah.

Makin tetangga sayang kepada kita, makinberbahagia hidup kita. Karena itu, bersilaturahmi dengan tetangga itu jangancuma sisa waktu. Maksudnya, luangkan waktu, tenaga, fikiran untuk terusbersilaturahmi memperhatikan tetangga. Kalau mereka ingin maju, majulahbersama-sama. Karena, kalau kita maju sendirian dan tetangga tidak ikut maju,bisa jadi muncul kecemburuan sosial. Hal ini tentu akan merusak iklim pergaulansosial di sekitarnya.

Jika kita jadi orang kaya namun tinggal dilingkungan perumahan sederhana, kemudian bikin rumah lima lantai sendiri tapidi sekelilingnya gubuk, tentu bisa menimbulkan sakit hati. Usahakan kalau kitapunya rumah jangan sampai terlalu menyolok, membuat orang lain dengki. Sepertikata Rasul, jangan sampai menutupi cahaya, kecuali kalau mereka ridha. Kalautidak, berikan kompensasi yang memadai. Pokoknya jangan berbuat yang membuattetanga tidak suka kepada kita.

Pertanyaannya, bagaimana kalau tetangga kita yang kurang baik ahlaknya? Ini juga bisa jadi ladang amal. Kalau dalam satu RT adatetangga yang ahlaknya kurang bagus, kita jangan meladeni dengan hal yang sama,sebab nanti di tempat itu jadi ada dua yang sama jeleknya: dia dan kita.

 Tetangga yang kurang baik, yang kurang bijaksana,harus menjadi ladang amal bagi kita. Kita berkewajiban memberi contoh bagaimanasikap bertetangga yang baik. Sikap emosional, sikap  membalas dendam, hanya akan membuat kehidupan bertetangga bagai api disiram bensin. 

Bila kita sudah berusaha berbuat baik terhadap tetangga kita, namun ternyata tetangga kita berbuat sebaliknya, misalnya dia kurang mengetahui etika bertetangga, kita perlu pahami bahwa orang berbuat salah, berbuat jelek, belum tentu orang itu ingin berbuat zhalim. Ada orang berbuat salah karena dia merasa hal itu adalah benar menurut standar dia. Diabelum tahu, maka tugas kita adalah memberi tahu. Ada yang sudah tahu, tapimasih susah menghilangkan kesenangannya, maka kita bantu agar secara pelan tapipasti dia bisa mengganti kesenangannya tanpa merugikan orang lain.

Sebagai pelajaran, hati-hati dalam berbuat. Jangan sampai tetangga merasa teraniaya. Yang paling penting adalah jangan hadapi tetangga dengan kebencian, karena kalau kita sudah benci kita akan cenderung menjatuhkan, menyakiti, membeberkan aib, dan semua ini tidak menjadi solusi.

Tetangga memang orang terdekat dengan kita.Menurut Imam Syafi'i, mereka adalah empat puluh rumah di samping kiri, kanan,depan, dan belakang. Mau tidak mau, setiap hari kita berjumpa dengan mereka.Baik hanya sekadar melempar senyum, lambaian tangan, salam, atau malah ngobrol di antara pagar rumah. Tetangga adalah orang terdekat dengan kita. Orang tuabilang, mereka adalah 'andalan' untuk segala suasana.

  Rasanya, kita senantiasa harus melakukan instrospeksi terhadap diri pribadi. Apakah tetangga kita menyukai kehadirankita atau jangan-jangan mereka malah terganggu dengan kehadiran kita. Makasudah saatnya kita menebarkan salam, senyum, pada orang yang berada di sekitartempat tinggal kita. Menjaga perasaan mereka, mengulurkan bantuan sekuattenaga.
sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia memuliakantetangganya." (HR Muslim).

Bertetangga adalah bagian kehidupan manusia yang hampir tidak bisa kita tolak. Manusia, bukan semata-mata personal-being(makhluk individu), tapi juga merupakan social-being (makhluk sosial).Seseorang tidak bisa hidup secara sendirian atau menyendiri. Mereka satu samalain harus selalu bermitra dalam mencapai kebaikan bersama. Ini merupakan hukum sosial. Islam bahkan  memerintahkan segenap manusia untuk senantiasa berjama'ahdan berlomba dalam berbuat kebaikan. Sebaliknya Islam melarang manusia bersekutu dalam melakukan dosa dan permusuhan.

Isyarat hidup berjama'ah dalam kebaikan dan harussenantiasa memeliharanya, misalnya termaktub dalam surat Al-Maidah ayat 2, yangartinya sebagai berikut;

"Bertolong-tolonganlah kamu dalam berbuatkebaikan dan taqwa dan janganlah kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa danpelanggaran. Dan bertaqwalah kepada Allah, karena sesungguhnya Allah sangatberat siksa-Nya."

nDalam menumbuhkan dan mensosialisasikan budaya kebaikan dan taqwa itu, tetangga merupakan objek yang patut didahulukan(setelah anggota keluarga tentunya). Ini hirarki penyebaran kebaikansebagaimana diarahkan Al Qur'an.

"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah baratdan timur itu suatu kebaikan. Akan tetapi sesungguhnya kebaikan itu ialahberiman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi,dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim,orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yangmeminta-minta.".

Bahwa urutan kebaikan menurut ayat di atas adalah,setelah beriman (dalam pengertian menyeluruh), maka urutan berikutnya adalah membangun perilaku sosial yang sehat. Jadi Islam menginginkan budaya kesalehanitu tidak terbatas pada sekup personal (pribadi), tapi juga terciptanya kesalehan secara sosial. Maka, dalam konteks ini hidup rukun dan harmonis dengan tetangga menjadi sangat penting dan wajib.

Rasul memerintahkan kita untuk selalu menghormati tetangga jika kita benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Akhir, sepertit ermaktub dalam hadits beliau di bawah ini;

"Barangsiapa yang beriman kepada Allah danHari Akhir, hendaklah ia menghormati tetangganya." (HR Bukhori)

Anjuran untuk menghormati tetangga, tentu maknanya amat luas. Menghormati berarti juga tidak menyakiti hatinya, selalu berwajah manis pada tetangga, tidak menceritakan aib tetangga kita, tidak menghina dan melecehkannya, dan tentu juga tidak menelantarkannya jika dia benar-benar butuh pertolongan kita. Rasululullah saw misalnya, melarang kita berbuat gibah(menjelek-jelekkan kehormatan) pada tetangga kita. Seorang sahabat bertanyapada Rasulullah, "Wahai Rasulullah, apakah gibah itu?" Beliaumenjawab; "Engkau menyebut sesuatu yang tidak disukai dari saudaramu." (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).

Dari Aisyah Radhiyallahu Anha, Nabi saw bersabda;"Jibril senantiasa menasihatiku mengenai tetangga, sehingga aku mengira diaakan mewariskannya." (Muttafaqun 'Alaih)

Syaikh Abu Muhammad bin Abi Jamrah mengatakan;"Memelihara hubungan dengan tetangga, termasuk bagian dari kesempurnaan iman." Paralel dengan pernyataan ini, Syeikh Yusuf Qorodhowi menyebutkan,seorang tetangga memiliki peran sentral dalam memelihara harta dan kehormatan warga sekitarnya. Dengan demikian seorang Mukmin pada hakikatnya merupakan penjaga yang harus bertanggung jawab terhadap keselamatan seluruh miliktetangganya. Bahkan, seorang tidak dikatakan beriman jika dia tidak bisamemberi rasa aman pada tetangganya.

Ya Allah 'Azza wa Jalla,  jadikanlah kami warga yang baik bagi tetangga kami.

http://wildanhasan.blogspot.com/2010/04/indahnya-hidup-bertetangga.html
@ http://senyumkudakwahku.blogspot.com/

Related Search :

Etika, Hak, Islam, Miskin, Muslim, Rukun, Sombong, Sosial, Tetangga, Yatim

Thursday, February 23, 2012

Menahan Pandangan


Secara bahasa, غَضُّ البَصَرِ (gadh-dhul bashar) berarti menahan, mengurangi atau Menundukkan Pandangan [1]. Menahan pandangan bukan berarti menutup atau memejamkan mata hingga tidak melihat sama sekali atau menundukkan kepala ke tanah saja, karena bukan ini yang dimaksudkan di samping tidak akan mampu dilaksanakan. Tetapi yang dimaksud adalah menjaganya dan tidak melepas kendalinya hingga menjadi liar. Pandangan yang terpelihara adalah apabila seseorang memandang sesuatu yang bukan aurat orang lain lalu ia tidak mengamat-amati kecantikan/kegantengannya, tidak berlama-lama memandangnya, dan tidak memelototi apa yang dilihatnya [2]. Dengan kata lain menahan dari apa yang diharamkan oleh Allah swt dan rasul-Nya untuk kita memandangnya [3]. Dalil Kewajiban Menahan Pandangan 

1. Al-Quran:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya.” (An-Nur [24]: 30-31)

Para ulama tafsir menyebutkan bahwa kata min dalam min absharihim maknanya adalah sebagian, untuk menegaskan bahwa yang diharamkan oleh Allah swt hanyalah pandangan yang dapat dikontrol atau disengaja, sedangkan pandangan tiba-tiba tanpa sengaja dimaafkan. Atau untuk menegaskan bahwa kebanyakan pandangan itu halal, yang diharamkan hanya sedikit saja. Berbeda dengan perintah memelihara kemaluan yang tidak menggunakan kata min karena semua pintu pemuasan seksual dengan kemaluan adalah haram kecuali yang diizinkan oleh syariat saja (nikah).[4]

Larangan menahan pandangan didahulukan dari menjaga kemaluan karena pandangan yang haram adalah awal dari terjadinya perbuatan zina.

2. Hadits Rasulullah saw:

عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِي أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِي (رواه مسلم).

Dari Jarir bin Abdillah ra berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah saw tentang pandangan tiba-tiba (tanpa sengaja), lalu beliau memerintahkanku untuk memalingkannya. (HR. Muslim).

Maksudnya jangan meneruskan pandanganmu, karena pandangan tiba-tiba tanpa sengaja itu dimaafkan, tapi bila diteruskan berarti disengaja.

((لاَ يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ، وَلاَ تَنْظُرُ الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ، وَلاَ يُفْضِي الرَّجُلُ إِلَى الرَّجُلِ فِي الثَّوْبِ الْوَاحِدِ، وَلاَ الْمَرْأَةُ إِلَى الْمَرْأَةِ فِي الثَّوْبِ الْوَاحِدِ)). (رواه مسلم وأحمد وأبو داود والترمذي).

Seorang laki-laki tidak boleh melihat aurat laki-laki lain, dan seorang perempuan tidak boleh melihat aurat perempuan lain. Seorang laki-laki tidak boleh bersatu (bercampur) dengan laki-laki lain dalam satu pakaian, dan seorang perempuan tidak boleh bercampur dengan perempuan lain dalam satu pakaian. (HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud & Tirmidzi).

((يَا عَلِيُّ، لاَ تُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ؟ فَإِنَّ لَكَ الأُوْلَى، وَلَيْسَتْ لَكَ الآخِرَةُ)) [رواه الترمذي وأبو داود وحسنه الألباني].

Wahai Ali, jangan kamu ikuti pandangan pertama dengan pandangan berikutnya, karena yang pertama itu boleh (dimaafkan) sedangkan yang berikutnya tidak. (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud dan di-hasan-kan oleh Al-Bani).

((الْعَيْنَانِ تَزْنِيَانِ، وَزِنَاهُمَا النَّظَرُ)) [متفق عليه].

Dua mata itu berzina, dan zinanya adalah memandang. (Muttafaq ‘alaih).

Penyebab Mengumbar Pandangan

Di antara faktor-faktor yang menyebabkan seseorang mengumbar pandangannya adalah:

1. Mengikuti hawa nafsu dan ajakan syaithan
2. Jahil (tidak tahu) terhadap akibat negatif mengumbar pandangan, di antaranya bahwa mengumbar pandangan itu penyebab utama zina.
3. Hanya mengandalkan dan mengingat ampunan Allah swt dan lupa terhadap ancaman siksa-Nya.
4. Melihat atau menyaksikan media yang porno atau berbau pornografi baik cetak, elektronik, atau internet.
5. Tidak menikah atau menunda pernikahan bagi mereka yang sebenarnya telah siap untuk menikah.
6. Sering berada di tempat-tempat bercampurbaurnya laki-laki dan perempuan, seperti pasar atau mall.
7. Merasakan kelezatan semu ketika memandang yang haram sebagai akibat dari lemahnya iman dan tidak hadirnya keagungan Allah swt dalam hatinya. Karena orang yang merasakan keagungan-Nya pasti akan bersedih kalau berbuat maksiat kepada-Nya.
8. Godaan dari lawan jenis berupa pakaian yang membuka aurat, ucapan, atau gerakan tubuh yang menarik perhatian.

Akibat Negatif Memandang yang Haram

1. Rusaknya hati.

Pandangan yang haram dapat mematikan hati seperti anak panah mematikan seseorang atau minimal melukainya. Seorang penyair berkata:

لِقَلْبِكَ يَوْمًا أَتْعَبَتْكَ الْمَنَاظِرُ وَكُنْتَ إِذَا أَرْسَلْتَ طَرْفَكَ رَائِدًا
عَلَيْهِ وَلاَ عَنْ بَعْضِهِ أَنْتَ صَابِرُ رَأَيْتَ الَّذِي لاَ كُلَّهُ أَنْتَ قَادِرٌ

Kau ingin puaskan hatimu dengan mengumbar pandanganmu

Suatu saat pandangan itu pasti kan menyusahkanmu.

Engkau tak kan tahan melihat semuanya,

Bahkan terhadap sebagiannya pun kesabaranmu tak berdaya.

Atau seperti percikan api yang membakar daun atau ranting kering lalu membesar dan membakar semuanya:

وَمُعْظَمُ النَّارِ مِنْ مُسْتَصْغَرِ الشَّرَرِ كُلُّ الحَوَادِثِ مَبْدَؤُهَا النَّظَرُ

Segala peristiwa bermula dari pandangan,

dan api yang besar itu berasal dari percikan api yang kecil.

2. Terancam jatuh kepada zina.

Ibnul Qayyim berkata bahwa pandangan mata yang haram akan melahirkan lintasan pikiran, lintasan pikiran melahirkan ide, sedangkan ide memunculkan nafsu, lalu nafsu melahirkan kehendak, kemudian kehendak itu menguat hingga menjadi tekad yang kuat dan biasanya diwujudkan dalam amal perbuatan (zina). Penyair berkata:

فَكَلاَمٌ فَمَوْعِدٌ فَلِقَاءُ نَظْرَةٌ فَابْتِسَامَةٌ فَسَلاَمٌ

Bermula dari pandangan, senyuman, lalu salam,..

Lantas bercakap-cakap, membuat janji, akhirnya bertemu.

3. Lupa ilmu.

4. Turunnya bala’

Amr bin Murrah berkata: “Aku pernah memandang seorang perempuan yang membuatku terpesona, kemudian mataku menjadi buta. Ku harap itu menjadi kafarat penghapus dosaku.”

5. Merusak sebagian amal.

Hudzaifah ra berkata: “Barangsiapa membayangkan bentuk tubuh perempuan di balik bajunya berarti ia telah membatalkan puasanya.”

6. Menambah lalai terhadap Allah swt dan hari akhirat.

7. Rendahnya mata yang memandang yang haram dalam pandangan syariat Islam.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: ((لَوِ اطَّلَعَ أَحَدٌ فِي بَيْتِكَ وَلَمْ تَأْذَنْ لَهُ، فَخَذَفْتَهُ بِحَصَاةٍ فَفَقَأْتَ عَيْنَهُ، مَا كَانَ عَلَيْكَ جُنَاحٌ)) (متفق عليه).

Dari Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabda: “Jika seseorang melongok ke dalam rumahmu tanpa izinmu, lalu kau sambit dengan kerikil hingga buta matanya, tak ada dosa bagimu karenanya.” (Muttafaq ‘alaih).

Manfaat Menahan Pandangan

Di antara manfaat menahan pandangan adalah:

1. Membebaskan hati dari pedihnya penyesalan, karena barangsiapa yang mengumbar pandangannya maka penyesalannya akan berlangsung lama.

2. Hati yang bercahaya dan terpancar pada tubuh terutama mata dan wajah, begitu pula sebaliknya jika seseorang mengumbar pandangannya.

3. Terbukanya pintu ilmu dan faktor-faktor untuk menguasainya karena hati yang bercahaya dan penuh konsentrasi. Imam Syafi’i berkata:

شَكَوْتُ إِلَى وَكِيْعٍ سُوْءَ حِفْظِي فَأَرْشَدَنِي إلَى تَرْكِ الْمَعَاصِي
وَأَخْبَرَنِي بِأَنَّ العِـلْمَ نُـوْرٌ وَنُوْرُ اللهِ لاَ يُهْـدَي لِعَاصِي

Kuadukan kepada Waki’, guruku, tentang buruknya hafalan

Arahannya: “Tinggalkanlah maksiat.”

Diberitahukannya bahwa ilmu itu cahaya,

Dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada pelaku maksiat.

4. Mempertajam firasat dan prediksi

Syuja’ Al-Karmani berkata:

مَنْ عَمَرَ ظَاهِرَهُ بِاتِّبَاعِ السُّنَّةِ، وَبَاطِنَهُ بِدَوَامِ الْمُرَاقَبَةِ، وَغَضَّ بَصَرَهُ عَنِ الْمَحَارِمِ، وَكَفَّ نَفْسَهُ عَنِ الشَّهَوَاتِ، وَأَكَلَ مِنَ الْحَلاَلِ- لَمْ تُخْطِئْ فِرَاسَتُهُ.

“Siapa yang menyuburkan lahiriyahnya dengan mengikuti sunnah, menghiasi batinnya dengan muraqabah, Menundukkan Pandangannya dari yang haram, menahan dirinya dari syahwat, dan memakan yang halal maka firasatnya tidak akan salah.”

5. Menjadi salah satu penyebab datangnya mahabbatullah (cinta Allah swt).

Al-Hasan bin Mujahid berkata:

غَضُّ البَصَرِ عَنْ مَحَارِمِ اللهِ يُوْرِثُ حُبَّ اللهِ.

Menahan pandangan dari apa yang diharamkan Allah swt akan mewarisi cinta Allah.

Faktor-faktor Penyebab Mampu Menahan Pandangan

Di antara faktor yang membuat seseorang mampu menahan pandangannya adalah:

1. Hadirnya pengawasan Allah dan rasa takut akan siksa-Nya di dalam hati.
2. Menjauhkan diri dari semua penyebab mengumbar pandangan seperti yang telah disebutkan.
3. Meyakini semua bahaya mengumbar pandangan seperti yang telah disebutkan.
4. Meyakini manfaat menahan pandangan.
5. Melaksanakan pesan Rasulullah saw untuk segera memalingkan pandangan ketika melihat yang haram.
6. Memperbanyak puasa.
7. Menyalurkan keinginan melalui jalan yang halal (pernikahan).
8. Bergaul dengan orang-orang shalih dan menjauhkan diri dari persahabatan akrab dengan orang-orang yang rusak akhlaqnya.
9. Selalu merasa takut dengan su’ul khatimah ketika meninggal dunia.

  http://ridhaallah.wordpress.com/2010/08/24/menahan-pandangan/

Saturday, February 18, 2012

Kompak dalam Rumah Tangga


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Postingan kali ini tentang materi dalam kehidupan rumah tangga! cukup menarik untuk kita bahas, yaitu membahas bagaimana agar pasangan suami istri bisa kompak, dalam memutuskan berbagai perkara kerumahtanggaan, selamat menyimak…..

Di dalam kehidupan rumah tangga, tentunya kita sering mendengar adanya pertengkaran-pertengkaran kecil antara suami istri. Hal seperti ini sebenarnya hal yang wajar, karena kita ketahui bersama, bahwa merupakan sebuah keniscayaan, terjadinya konflik atau pertengkaran di dalam rumah tangga. Namun yang perlu kita pahami bersama adalah agar konflik yang terjadi, tidak menjadikan kedua pasangan suami istri semakin saling menjauh, dan kurang adanya komunikasi yang sehat.

Maka dari sinilah, suami maupun istri perlu memiliki bekal ilmu, dan juga kesiapan jiwa dalam menghadapi konflik yang terjadi di dalam rumah tangga. Hal ini sangat dibutuhkan, karena dengan ilmu yang dimilikinya, seorang suami ataupun istri, dapat saling memahami kekurangan yang ada pada diri pasangan hidupnya, sehingga ketentraman senantiasa hadir, walau pertengkaran kecil biasa terjadi.

Banyak sekali bentuk konflik yang biasa terjadi di dalam rumah tangga, dan bisa kita jadikan contoh, juga pelajaran bagi kita. Seperti halnya kita pernah mendengar ada suami yang tidak puas dengan apa yang dilakukan istrinya, begitupun sebaliknya, istri pun tidak puas dengan apa yang dilakukan suaminya. Akibatnya, antara suami dan istri senantiasa saling tuntut-menuntut. Suami merasa dirinya capek karena harus mencari nafkah untuk menghidupi istri dan anak. Istri pun merasa sudah begitu letih disibukkan oleh setumpuk pekerjaan kerumahtanggaan yang rasanya tak ada habis-habisnya. Kalau sudah demikian, pertengkaran adalah perkara yang sangat mudah terjadi. Rasanya tak ada lagi kebahagiaan yang mampu diharapkan dari kebersamaannya sebagai suami-istri. Yang tersisa hanyalah kekecewaan.

Nah, mari kita renungkan bersama, seperti apakah seharusnya menjalani kehidupan suami-istri. Tentunya kita sadari betul, ketika kita mengawali pernikahan dulu, pastinya kedua insan yang baru menemukan pasangan hidupnya, memiliki harapan untuk mewujudkan, kebahagiaan, ketenangan dan kasih sayang. Namun, seringkali berbagai harapan keindahan itu sirna ditelan oleh pertengkaran-pertengkaran, yang berawal dari ketidakpahaman baik pihak suami maupun istri akan arti sebuah pernikahan.

Islam sebagai sebuah aturan kehidupan telah memberi pesan kepada kita, bahwa sebuah kehidupan suami-istri adalah kehidupan persahabatan. Kehidupan persahabatan yang terjalin diantara suami-istri, tidak didasarkan pada ada tidaknya keuntungan ataupun kerugian dari kebersamaan mereka. Suami sebagai sahabat sejati bagi istri, begitupun sebaliknya, istri sebagai sahabat sejati bagi suami, dimaksudkan untuk mewujudkan sebuah kedamaian dalam kebersamaan kehidupan yang mereka jalani.

Islam telah memberikan aturan, dan telah menggariskan hak dan kewajiban kepada suami ataupun istri. Seorang suami oleh Islam telah diberikan hak untuk menduduki posisi sebagai pemimpin rumah tangga. Namun, dengan posisi ini suami tidaklah lantas bertindak secara otoriter bak seorang raja yang tak bisa dilanggar perintahnya. Seorang istri berhak untuk menjawab atau menanggapi ucapan suaminya, berdiskusi dengannya, serta membahas apa saja yang dikatakannya. Sebab pada dasarnya keduanya adalah dua orang sahabat, bukan pihak yang memerintah dan diperintah, bukan atasan dan bawahan.

Seperti yang kita pahami bersama, bahwa kewajiban nafkah ada di tangan suami, sehingga secara ekonomi seorang istri pasti sangat bergantung kepada sang suami. Meski nafkah adalah urusan yang sangat urgen menyangkut hidup dan mati, dan suamilah yang paling berperan dalam masalah ini, namun kondisi ini bukan berarti membolehkan suami berlaku layaknya seorang majikan yang bebas memperlakukan istri semaunya sendiri, menjadikannya sebagai alasan untuk berbuat semena-mena terhadap istri, mengancam ataupun mencela istri lantaran kehidupan istri ada di tangannya.

Di dalam Islam, seorang suami diharuskan untuk bersikap lemah lembut kepada istri, menghargai istri, penuh kasih sayang, serta menjauhkan diri dari sikap ororiter dan semena-mena. Dalam sebuah hadits Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan suami agar berbuat baik kepada istrinya, pesan hadits tersebut adalah agar suami jangan pernah mengetuk pintu rumah pada malam hari sampai wanita atau istrinya itu menyisir rambutnya yang kusut dan istri yang ditinggal suaminya itu mempercantik diri. Hadits ini menggambarkan betapa seorang suami diajarkan untuk berbuat baik pada istrinya.

Sebagaimana Islam meletakkan kewajiban nafkah di tangan suami, Islam juga sekaligus menempatkan seorang istri sebagai penanggung jawab urusan rumah tangga suaminya. Istrilah yang harus mengelola segala perkara yang menyangkut kerumahtanggaan dengan sebaik-baiknya. Kita akui bersama, tugas istri tidaklah ringan, mulai dari melayani keperluan suami, menuntaskan pekerjaan-pekerjaan rutin seperti menyiapkan makanan sekeluarga, membereskan pakaian, merapikan rumah, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, sampai memegang tanggung jawab penuh dalam pengasuhan dan pendidikan anak. Dengan peran ini, seorang istri tidak boleh berpikiran bahwa dirinya telah diposisikan sebagai pembantu, lantaran jenis-jenis pekerjaan kerumahtanggaan yang dibebankan kepadanya. Para istri jangan sampai termakan oleh anggapan-anggapan yang berkembang di masyarakat, bahwa pekerjaan seorang istri dalam lingkungan rumah tangga dianggap pekerjaan yang kurang bergengsi. Justru dalam kaca mata Islam, peran istri dinilai sangat mulia. Peran istri tak pernah bisa dinilai dengan uang. Bayangkan dengan peran yang disandangnya untuk hamil, menyusui, mengasuh, mendidik dan membesarkan anak, perusahaan mana yang mampu menggaji pekerjaan sehebat itu…??? Jika seorang istri memahami peran tersebut, niscaya ia akan begitu banyak bersyukur telah dipercaya untuk mengemban peran besar tersebut.

Begitulah, Islam memberikan koridor pembagian peran suami-istri dalam sebuah kehidupan rumah tangga. Jika hal ini dipahami baik oleh suami maupun istri, maka pertengkaran-pertengkaran yang terjadi di dalam rumah tangga yang akhirnya berujung saling membenci diantara keduanyaakan jarang terjadi. Jika demikian, maka model rumah tangga sakinah mawadah wa rahmah tentu akan mudah diwujudkan.

Demikianlah, sedikit pesan yang bisa kita bahas kali ini, semoga kehidupan suami istri yang dilalui bersama berjalan dengan semestinya seperti halnya seorang sahabat yang selalu kompak dalam memutuskan suatu perkara dan menjalankan tanggung jawabnya masing-masing..…

Wallohu’alam Bisshoaab…..

Lihat sumber aslinya disini

Tuesday, January 10, 2012

Kata-Kata Bijak Motivasi dalam Kehidupan


Assalmu'alaikum Wr.Wb. – Kumpulan kata - kata bijak, dan kata - kata motivasi – .. Untuk Anda semua yang sedang mencari kumpulan kata - kata bijak , berikut ini Saya bagikan koleksi pribadi kata - kata bijak, dan kata - kata motivasi dalam kehidupan. semoga dapat menjadikan hari-hari anda lebih baik lagi.

Dua Pencuri Saat Ini
Penyesalan akan hari kemaren, dan ketakutan akan hari esok adalah dua pencuri yang mengambil kebahagiaan saat ini.

Sikap Kehidupan
Kelakukan kita terhadap kehidupan, menentukan sikap kehidupan terhadap kita.
Our attitude toward life determines life’s attitude towards us.
~ Earl Nightingale

Masalah Kita Manusia
Masalah-masalah kita adalah buatan manusia, maka dari itu, dapat diatasi oleh manusia. Tidak ada masalah dalam takdir manusia yang tidak terjangkau oleh manusia.
Our problems are man-made, therefore they may be solved by man. No problem of human destiny is beyond human beings.
~ John F. Kennedy

Jalan yang Kita Lalui
Kadang kala, jalan yang sedang kita lalui, tidak sepenting arah yang kita tuju.
Sometimes the path you’re on is not as important as the direction you’re heading.
~ Kevin Smith

Memberi dan Menerima
Mereka yang dapat memberi tanpa mengingat, dan menerima tanpa melupakan akan diberkati.
Blessed are those that can give without remembering and receive without forgetting.
~ Author Unknown

Pikiran Ibarat Parasut
Pikiran kita ibarat parasut, hanya berfungsi ketika terbuka.
Minds are like parachutes – they only function when open.
~ Thomas Dewar

Hidup Ini Singkat
Hidup ini singkat. Tidak ada waktu untuk meninggalkan kata-kata penting tak terkatakan.
Life is short. There is no time to leave important words unsaid.
~ Paulo Coelho

Tentang Visi
Visi tanpa eksekusi adalah lamunan. Eksekusi tanpa visi adalah mimpi buruk.
Vision without execution is a daydream. Execution without vision is a nightmare.
~ Japanese Proverb

Hal Kecil dengan Cinta
Dalam kehidupan ini kita tidak dapat selalu melakukan hal yang besar. Tetapi kita dapat melakukan banyak hal kecil dengan cinta yang besar.
In this life we cannot always do great things. But we can do small things with great love
~Mother Teresa

The Truth
The truth about the truth is… it hurts.. so … we lie… ~Meredith Grey (Grey’s Anatomy)



Reff  : http://www.katakatabijakmotivasi.com/

 

Related search :

Emosi, Kehidupan, Kata Bijak Persahabatan, Mutiara Kata, Cinta Indah, Puisi Persahabatan