Sunday, April 4, 2010

Syaikhul Azhar: "Kami Akan Hadapi Setiap Upaya Penyebaran Syi'ah"



Dr. Ahmad Al-Tayyib, Syaikhul Azhar menyatakan bahwa, Al-Azhar akan menolak setiap upaya untuk menyebarkan ideologi Syiah di negara-negara Muslim atau untuk penyebaran sel-sel Syiah di komunitas pemuda Sunni.
Syaikhul Azhar 'mengkritik' Iran terhadap semua jenis upaya mereka untuk menyebarkan pemahaman Syi'ah di dunia Sunni Islam, hal ini menunjukkan bahwa Al Azhar akan melanjutkan perannya dalam isu 'pergaulan' intelektual, yang dimulai dengan upaya dialog yang dilakukan sejak era mantan Syaikhul Azhar Mahmud Syaltut, sebuah dialog yang sedikit banyak telah mengurangi ketegangan dan kepekaan antara Sunni dan Sy'iah.
Imam besar Al-Azhar menyatakan hal tersebut di hadapan pers dalam program "Meet the Press", yang ditayangkan pada jam sebelas pada Jumat lalu di televisi Arab.
Dr. Ahmad Tayyib menekankan bahwa perlu adanya kewaspadaan dan perhatian penuh dan ia akan berusaha membatalkan semua agenda politik dari setiap mahasiswa Syiah yang belajar di Mesir, dan ia tidak meninginkan para mahasiswa Syi'ah yang belajar di Mesir membuat "perangkap" bagi para anak muda Sunni masuk ke Syi'ah.
Syaikhul Azhar dalam penampilan pertamanya di televisi Al Arab, bukan televisi Mesir, menyatakan juga bahwa 'pergaulan' yang akan terjadi merupakan 'pergaulan' pada tingkat intelektual dan dalam batas-batas ilmiah saja, dan dirinya menyambut para mahasiswa Syi'ah untuk belajar di Al-Azhar karena dia melihat hal ini sebagai kesempatan untuk memperkenalkan mereka ke dalam pemahaman Sunni.(fq/aby) eramuslim

Perlunya Debat Terbatas Sunni dengan Syiah di MUI



Pihak Syiah Indonesia mengaku senang jika dipertemukan debat paham Syiah dan Sunni

Hidayatullah.com-- Koordinator aksi penolakan acara Silaturahmi Nasional Ahlul Bait Indonesia V, Ustadz Farid Ahmad Okbah menyatakan, debat antara Ahlussunnah dan Syi'ah agar dilakukan secara terbatas, tidak diadakan terbuka di depan umum. Farid menginginkan debat dilakukan di Majelis Ulama Indonesia.

Karena, kata Farid, pembahasan tentang hakikat ajaran Syi'ah – yang dalam acara Silatnas disebut Ahlul Bait – memerlukan rujukan kitab-kitab induk yang ajaran Syi'ah yang asli.

“Dalam kitab-kitab asli rujukan mereka itulah terdapat ajaran mereka yang sesungguhnya. Ada mengkafirkan para sahabat Rasulullah, hujatan terhadap istri-istri Rasulullah, juga tentang perbedaan rukun Islam dan rukun Iman antara Sunni dan Syi'ah,” kata Farid dalam keterangannya kepada pers, di sela-sela acara Silatnas 2/4, kemarin.

Menanggapi ajakan debat terbatas, Ketua Panitia Silatnas Ahlul Bait, Ahmad Hidayat mengatakan, pihaknya siap dan bersedia. “Kami masyarakat Syi'ah di Indonesia dengan senang hati bersedia kalau debatnya betul-betul netral,” kata Ahmad kepada www.hidayatullah.com, Sabtu, 3/4, siang tadi.

Ahmad mengatakan, menjadikan MUI sebagai penengah acara debat cukup representatif. Asalkan, kata Ahmad, MUI diwakili oleh orang-orang yang punya sikap terbuka seperti Umar Shihab atau Din Syamsudin. Pihak lain yang representatif, kata Ahmad, adalah Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj, dan Prof. Quraish Shihab. [sur/www.hidayatullah.com]

SNADA

Profile Personel Snada


ERWIN YAHYA

Panggilan
Ewink
Ttl
Jakarta, 16 Juli
E-mail
erwin@xl.co.id
Pendidikan
DIII FISIP-UI Jur. administrasi Perkantoran
Hobby
Bulutangkis, Jogging
Motto
"Be creative & Professional"
Aktifitas
Learning Specialist, Human Capital Competency Development

Kenangan berkesan di SNADA: Nyanyi bareng sama temen2 SNADA ...


IKHSAN NUR RAMADHAN


Panggilan
Ikhsan
Ttl
Magelang, 5 September
E-mail
ikhsannr@internationalsos.com
Pendidikan
S1 Fakultas Ekonomi, Universitas Riau, lulus th.1996
Hobby
Baca, dengarin & main musik, komputer, jogging n traveling
Motto
Selalu berfikirlah yang positif dan bersabarlah menghadapi segala sesuatu
Aktifitas
Inventory Analyst,
International SOS Medical Clinic




IQBAL TAQIUDIN

Panggilan
Dingo
Ttl
Pontianak, 29 Oktober
E-mail
m.iqbal@pnm.co.id
Pendidikan
S1 FISIP Universitas Indonesia, Jur. Kesejahteraan Sosial th.2001
Hobby
Baca apa aja, apalagi komik
Jalan-jalan sama teman
Nonton film drama, komedi (pokoknya yang lucu-lucu)
Motto
Kerja keras, kreatif, inovatif dan ikhlas
Aktifitas
Staf di PT PNM (Persero)
Munsyid

Pengalaman berkesan di SNADA: Melihat hadirin tersentuh mendengarkan senandungnya SNADA hingga haru berurai air mata. Ada juga yang mendapat hidayah sampai kemudian mengenakan jilbab, setelah menonton konsernya SNADA. Ini semua sebagai motivator dalam bernasyid ????"




M. LUKMAN

Panggilan
Lukman
Ttl
Jakarta, 30 Juli
E-mail
lukmansnada@yahoo.com
Pendidikan
D3 FISIP, Univ.Indonesia - jur. administrasi Fiskal
S1 FISIP, STEI - jur. administrasi Fiskal th.1999
Hobby
menulis syair yang memuji kebesaranNya
Motto
Lakukanlah segala sesuatu dengan penuh keikhlasan hati
Aktifitas
Staf bag. Promosi, Corporate Secretariat - Bank Syariah Mandiri Pusat

Pengalaman berkesan di SNADA: Saat ramai-ramainya kerusuhan bulan May di Jakarta beberapa waktu lalu, SNADA tengah berangkat ke Airport Cengkareng. Menjelang akhir perjalanan, mobil yang di tumpangi dihadang oleh massa, yang hampir semuanya tampak beringas dengan beberapa diantaranya membawa alat-alat menyerupai senjata. Bukan main terkejutnya kami, hingga hanya mampu pasrah dan berserah diri padaNya. Namun ketika kami bertatap muka langsung dengan mereka, ternyata sikap mereka perlahan mencair. Diantara kerumunan massa tersebut ada yang menyangka kami adalah rombongan haji dan tengah mengejar pesawat (karena kami semua berpeci & berkoko). Alhamdulillah, akhirnya kemudian kami diberi jalan untuk menuju airport, sehingga tidak tertinggal pesawat ke Palembang. Begitulah, bila kita aktif dalam kegiatan apapun yang mensyiarkan kebenaran Allah, insya Allah kita akan dimudahkan dari segala macam kesulitan!




TEDDY TARDIANA


Panggilan
Kank Teddy
Ttl
Bandung, 16 Desember
E-mail
kankteddysnada@yahoo.com
Pendidikan
S1 FISIP Univ. Pasundan ? Jur.administrasi Negara, 1992
Hobby
Olah vokal, photography, seni lukis, baca buku, traveling, berteman
Motto
Usahakan tetap Istiqomah dalam segala hal
Aktifitas
Selain bernasyid, kerja cari uang donks...

Kenangan berkesan di SNADA: Bisa jadi dekat dengan banyak orang sholeh dan masyarakat luas...

download snada nasyid mp3 islamic nasyid
Album : Recordings
Lentera Hati
Harta Titipan Semata
Mengemis Kasih
Pada Kesangsian
Pandangan Mata
Buka Mata Hati
Perjalanan Di Malam Hari
Segala Puji
Shalawat Barzanji

Album : ?
Pasrahkan Diri
Arti Cinta
Jagalah Hati
Demi Matahari
Neo Shalawat

Album : Dari Jakarta ke Kuala Lumpur
Cinta Ilahi
Arti Cinta
Surilang
Alif Kecil
Pasrahkan Diri
Satu dalam Damai
Membaca
Jagalah Hati
Pagi yang Cerah
Just Giving Once
Teman Sejati

Edcoustic : Nasyid Asal Bandung

PROFIL EDCOUSTIC

EDCOUSTIC merupakan salah satu artis indie asal Bandung yang mengusung konsep musik humanis religius. Lahir sejak 25 Mei 2002, dengan dua personilnya yakni Aden (Vokalis) dan Eggie (Gitaris). Group ini mengambil jalur musik pop progressif dengan sentuhan akustik.

Album perdana “Masa Muda” edCoustic yang dirilis Oktober 2004 telah menjadi satu fenomena diblantika musik religi Indonesia. Sejak kemunculannya yang menawarkan keunikkan tersendiri edCoustic berhasil menarik perhatian pendengar pop religi. Keunikkannya dapat terlihat dari formasi duo personilnya, karakter vocal yang khas, warna musik, juga didukung lagu yang tematik & easy listening.

Album pertama edC telah terjual hampir 20.000 keping. Sebuah pencapaian luar biasa bagi album sekelas indie, yang hanya mengandalkan promo melalui radio segmentif diseluruh Indonesia.

Ramadhan 2008 edCoustic dibawah label MIKAMUSIK meluncurkan album keduanya bertajuk SEPOTONG EPISODE. Single "Muhasabah Cinta" berhasil menarik perhatian pecinta lagu-lagu religi. Hampir seluruh radio islami di Indonesia memberikan apresiasi yang sangat besar terhadap lagu ini. 8 lagu lainnya yang disuguhkan dalam album ini masih dengan tema lagu yang humanis religius, dibalut aransemen musik yang simple dan easy listening.

NAMA

edCoustic

BERDIRI

Bandung 25 Mei 2002

VISI

Menjadi group musik legendaris yang mengusung konsep humanis & religius

MISI

Melahirkan trend musikalitas yang berkualitas dan bernilai jual, kreatif inovatif, sarat nilai religi & kemanusiaan, melalui penampilan yang profesional, sehingga memberikan inspirasi positif menuju peradaban manusia yang lebih baik.

GENRE MUSIK

Pop Progressif

POSITIONING

Group Band Humanis Religius

SLOGAN

Musik Hidupku

Website : http://edcoustic.blogspot.com

DISKOGRAFI

1. Album 1 “Masa Muda” Rilis Oktober 2004

2. VCD Karaoke “Masa Muda” Rilis Februari 2006
3. Album Repackage “Masa Muda” Rilis Juni

Karyanya yang fenomenal adalah Ost. Ketika Cinta Bertasbih, hasil kerjasama dengan Melly Goeslaw sebagai penulis lirik dan penyanyi. Aden yang hobby menyanyi dan membuat lagu telah memberi warna tersendiri bagi edcoustic. Vokalnya yang khas dipadu dengan lagu-lagunya yang simple dan easy listening menjadikan edcoustic salah satu grup yang diperhitungkan diblantika pop religi Indonesia



Download MP3 nya :


Oman Larang Umat Gunakan Speaker untuk Khutbah Jumat dan Ceramah Agama


MUSCAT (voa-islam.com) - Kesultanan Oman mulai menerapkan keputusan pelarangan menggunakan speaker eksternal di masjid-masjid Kesultanan berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Departemen Wakaf dan Urusan Agama Oman sebelumnya secara khususnya mengenai larangan penggunaan speaker eksternal selain keperluan adzan.

Pejabat resmi di Departemen Wakaf menyangkal bahwa pelarangan tersebut disebabkan tekanan asing, dia mengatakan kepada "Alarabiya.net" bahwa Keputusan tersebut keluar dari departemen terkait berangkat dari perannya dalam menjaga kepentingan agama, dengan menekankan bahwa banyak keluhan dari warga yang menuntut hal ini, dan mereka menanggapi tuntutan para pengadu.

Keputusan pelarangan penggunaan pengeras suara telah diterbitkan beberapa tahun yang lalu, namun belum diterapkan lagi sehingga Departemen terkait menerbitkan sebuah pengumuman dalam surat kabar harian "Arruya" meminta kepada para pejabat di masjid-masjid di Kesultanan Oman harus mematuhi larangan penggunaan speaker eksternal selain untuk keperluan adzan, dan meminta semua pihak untuk mematuhi hal itu " sebagai perhatian Departemen Wakaf dan Urusan Agama  kepada kepentingan publik dan untuk menerapkan peraturan dan sistem yang  berlaku "

Pengumuman tersebut menjelaskan bahwa khutbah hari Jumat dan ceramah-ceramah agama dan pelajaran-pelajaran dan lain-lainnya dilarang menggunakan speaker eksternal untuk menghindari kebisingan terhadap warga negara dan penduduk.
...khutbah Jumat dan ceramah-ceramah agama dan pelajaran-pelajaran dan lain-lainnya dilarang menggunakan speaker eksternal untuk menghindari kebisingan...
Departemen Wakaf di Kesultanan Oman yang dibentuk berdasarkan dekrit kerajaan pada tahun 1997 membina lebih dari 10 ribuan masjid, melalui Direktorat khotbah dan konseling yang mengurusi segala sesuatu yang melibatkan khotbah dan bimbingan seperti pidato, kuliah, penelitian, imam dan khatib, serta kepentingan nilai-nilai spiritual dan agama dan mengatur pertemuan besar agama di dalam dan diluar masjid.

Dalam sebuah pernyataan eksklusif kepada "AlArabiyanet" Dirjen ceramah dan bimbingan DR. Salem Kharousi menolak bahwa keputusan tersebut ditujukan untuk mengkodifikasi dakwah atau semacamnya, dan berkata: "Kami masih mengizinkan penggunaan pengeras suara didalam masjid, semua kami lakukan, yaitu kami melarang meletakkan pengeras suara diatas masjid, menara, dan kami meminta para imam dan orang-orang yang bertanggung jawab di masjid untuk mematuhi keputusan kementerian dan melarang penggunaan sarana apapun untuk mengeraskan suara diluar masjid, berdasarkan aturan syariah (laa dhororo walaa dhiror) tidak ada bahaya dan tidak boleh membahayakan, selama orang-orang yang sholat didalam masjid masih dapat mendengarkan suara Imam dengan baik,jadi mengapa kita harus membuat setiap orang yang di sekitar masjid mendengarkannya, barangkali saja ada yang sakit atau orang usia lanjut yang perlu istirahat. "

Dia menambahkan "ada beberapa masjid yang berjarak kurang dari satu kilo meter dari masjid terdekat, dan selama shalat Jumat kita menemukan jamaah sholat di masjid setiap mendengar suara lebih dari satu syaikh dan khatib yang berbicara tentang berbagai topik, yang mengakibatkan hilangnya tujuan utama dari pidato tersebut yaitu untuk mendengarkan, diam dan belajar dari agama yang benar."

Direktur Jenderal khutbah dan bimbingan menegaskan bahwa keputusan tersebut sudah bulat dan telah dikeluarkan pengumuman departemen dan administratif untuk menegaskan hal ini. [ar/alarabiya]

Status "Jahili" Renungan Di Balik Layar Facebook



Oleh Abdul Mutaqin
Saya tertegun membaca note seorang teman yang dikutipnya dari ISLAMIC LIBRARY “Ketika Iffah mulai luntur” (dibalik fenomena facebook). Sebuah note yang mengusik harga diri, moral etik dan kesantunan dalam komunikasi komunal. Wajah facebook semakin menampilkan mike up penggunanya yang tak terhingga.
Sebagai sebuah fenomena yang rata menggejala, facebook semakin bergeser dari sekedar alternatif jalinan komunikasi di dunia maya. Ada user yang begitu cerdas memanfaatkan statusnya untuk menyampaikan pesan yang bermanfaat. Menjadikannya sebagai alat penggerak solidaritas yang massif untuk menghimpun dukungan atas penderitaan orang lain. Ada yang mendisainnya sebagai link dakwah dan pesan Islam rahmatan lil alamin atau aktifitas lain dalam kerangka amar ma’ruf nahyi munkar. Alhamdulillah, terhadap yang demikian ini, kita patut bersyukur dan mengapresiasinya dengan tulus.
Ada pula user yang menjadikan wallnya bagai “tembok ratapan” atas apa yang dialaminya seharian begitu naif. Ada yang sekedar iseng mengumbar kata yang tidak jelas apa makna dibalik apa yang ia tulis. Yang lebih dari itu, ada pula facebooker yang memanfaatkan status pertemanan mayanya sebagai alat mengelabui orang lain. Bahkan ada yang sengaja memasang “jerat” untuk orang yang dibidiknya. Terhadap yang demikian, sangat terasa bahwa pertemanan di dunia maya hanyalah mendiskon waktu tanpa mendapatkan manfaat apa-apa selain kesenangan semu belaka. Bahkan bisa jadi, facebook tak ubahnya seperti menggali lubang ”sial” bagi penggunanya.
Yang cukup rawan adalah fasilitas audio visual di facebook. Memang, video, film atau gambar, membuat pesan yang ditampilkan di wall begitu jelas dan hidup. Dalam hitungan detik pesan itu diterima ke seberap pun jumlah relasi dalam pertemanan di account facebook. Namun lagi-lagi, ada video atau potongan film atau gambar yang sangat kental nuansa moral etiknya. Ada pula yang sangat rendah nilai moral etiknya. Maka facebook, seperti sebilah pisau bermata dua. Note teman saya itu membuat saya tersadarkan akan hal itu. Katanya, “STATUS FB KAMU...HARGA DIRIMU”. Sebuah catatan menyindir dan menohok atas status pertemanan di dunia maya.
Berteman pada dasarnya adalah naluri. Siapapun memiliki kecenderungan mencari teman, menerima teman dan ingin diterima dalam status pertemanan. Sebab sifatnya yang naluriah (fitrah) itu, Islam mengajarkan agar pertemanan hendaknya diikat dalam bingkai saling menghormati, menghargai dan masing-masing pihak menjaga kehormatan pribadi orang lain dalam jalinan pertemanannya. Bahkan sangat dianjurkan apabila memilih atau menerima teman diniatkan untuk menjalin sillaturrahim dan persaudaraan. Inilah kerangka dasar pertemanan yang patut dikembangkan ddan diindahkan.
Rambu-rambu jalinan pertemanan yang sehat dan hanif sebenarnya sudah sangat jelas kita miliki dalam khazanah Islam; dien yang kita junjung kemuliaannya. Begitu juga dari sisi kejiwaan maupun nilai-nilai moral. Baik nilai-nilai moral yang berkembang di masyarakat (sosial), apatah lagi nilai-nilai Islam sebagai nilai yang paling luhur dalam pola hubungan antar individu seperti telah disinggung. Seyogyanya, seorang facebooker muslim atau muslimah harus setia menampilkan nilai-nilai Islami dan mengembangkannya setiap kali berinteraksi dengan teman di dinding facebooknya. Namun kesadaran demikian belumlah merata dipahami setiap kita.
Memang bagian dari sifat bawaan dalam konteks naluri berteman, manusia memiliki kecenderungan yang beragam. Seseorang memilih teman akan selalu mengikuti kata hati dan kecenderungan yang ada pada dirinya. Setiap orang pastilah begitu. Tetapi kepastian itu beraneka ragam bergantung masing-masing pribadi. Maka dapatlah dimaklumi apabila ada yang menolak berteman dengan seseorang karena menurutnya tidak sesuai dengan type atau selera kecenderungannya. Sebaliknya, ada orang yang baru beberapa saat berkenalan telah merasa akrab sebab keduanya merasa memiliki kesamaan dalam beberapa hal. Benarlah isi dari sebuah riwayat yang menyatakan:
”Ruh-ruh manusia tersusun laksana prajurit yang berbaris. Mana yang saling kenal (cocok/sesuai/se-ideologi) akan saling berpadu. Dan mana yang saling mengingkari akan berselisih/berpisah.” (HR. Al-Bukhari).
Riwayat ini bukan saja menjelaskan fakta kecenderungan setiap orang dalam memilih teman. Tetapi menjadi dasar untuk mencermati ke mana arah pertemanan itu dibawa. Riwayat ini hemat saya bersesuaian dengan satu riwayat yang menyatakan bahwa:” Setiap yang dilahirkan mengikut fitrah, kemudian ibu bapaknya menjadikannya Yahudi atau Nasrani ataupun Majusi”. Dengan kata lain, seseorang membawa kecenderungan berteman sejak lahir kepada siapa yang cocok dengannya berteman. Dan kecenderungannya semakin berkembang sebab lingkungan pertemanannya mendukung penuh disebabkan persamaan karakter yang melekat pada jiwanya. Apabila lingkungan pertemanannya bernuansa tauhid, maka besar kemungkinan tauhidnya berkembang subur. Tetapi ketika lingkungannya adalah jahil, tidak tertutup kemungkinan ia menjadi layaknya manusia jahiliyah. Karena itu, idiologi seorang teman patut dicermati.
Sebagaimana kita ketahui, sebuah idiologi akan mengikat seseorang dengan amat sangat kuat. Idiologi itu akan mewarnai pola pikir, pola ucap, pola baca, pola tulis dan segala relasinya yang kemudian menjadi pola dalam setiap interaksinya. Sangat mungkin sekelompok orang akan berteman secara komunal dan akrab karena idiologi marxis yang sama-sama mereka anut. Begitu juga orang yang berpaham pluralis, liberalis atau skuleris akan saling merasa cocok satu sama lain karena sebab yang sama. Maka tidaklah aneh, apabila ada pribadi yang merasa risih berdekatan dengan penjudi, pemabuk atau pezina. Bahkan ia ingin berlari sejauh-jauhnya dari mereka lantaran dirinya lebih banyak berkumpul dan merasa dekat dengan orang-orang yang berakhlak kariimah. Sebaliknya juga begitu. Secara naluriah, remaja pelaku dan pegiat maksiat yang akrab dengan narkoba, seks bebas, diskotik dan hiburan malam akan menghindari remaja masjid yang senang berlama-lama di masjid, doyan ngaji dan memperdalam agama yang menjadi idiologinya.
Alangkah relevannya riwayat Imam Ahmad yang dengan amat jernih menegaskan bahwa teman seperti idiologi. Dinyatakan dalam riwayatnya:
”Seseorang akan mengikuti agama/keyakinan sahabat karibnya. Maka hendaklah setiap orang memperhatikan siapa yang menjadi sahabatnya itu.” (HR. Imam Ahmad).
Catatan teman saya yang mengutif sorotan atas beberapa status yang banyak muncul di layar facebook memang boleh dikata sudah tidak wajar. Bahkan terkesan vulgar dan seronok. Mungkin bagi yang merasa cocok karena memiliki kesamaan kecenderungan, status itu dianggap biasa-biasa saja, wajar dan lumrah. Tapi ternyata tidak oleh teman saya, dan saya menilainya pun demikian vulgarnya. Namun bisa jadi karena perbedaan karakter dan kecenderungan, yang menilai vulgar itulah yang dituduh memiliki pikiran ngeres, jorok dan seronok.
Cobalah cermati status berikut yang dikutip teman saya dari “Ketika Iffah mulai luntur” (dibalik fenomena facebook). Tertulis status seorang wanita:
“Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya ....?”
Sekilas, bunyi status seperti ini memang biasa saja apabila hanya untuk dinikmati sendiri oleh penulisnya. Tetapi ketika status seperti itu dibagikan kepada sekian ribu isi kepala, maka segera akan menjadi masalah. Komentar-komentar lah yang mempertegas bahwa status itu mengundang masalah seperti ditulis salah seorang lelaki yang dalam komentarnya:
”mau ditemanin? Dijamin puas deh…” Apa yang Anda bayangkan kemudian? Bukankah coretan dinding seperti ini terkesan liar meskipun dapat ditebak arahnya? Lain hal kalau komentar itu berbunyi misalnya,” minum wedang jahe Mba, pasti menghangatkan”. Atau,” gosok gigi, cuci kaki, ambil selimut tebal, tidur deh”. Bukankah kesan yang ditimbulkannya berbeda dari yang pertama?
Kutipan selanjutnya, seorang wanita lainnya menuliskan statusnya:
“bangun tidur, badan sakit semua, biasa ... habis malam jumat ya begini...”. Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya, “habis minum jamu nih…., ada yang mau menerima tantangan? Status dan komentar seperti itu bersahut-sahutan tak terkendali. Sampai kepada status yang berbunyi, “ mau tidur nih, panas banget…bakal tidur pake dalaman lagi nih”.
Status kurang elok seperti ini langsung memancing berpuluh2 komentar datang. Ada komentar yang nakal dan bernada melecehkan juga bermunculan. Maka sebuah status jahil, akan diaminkan dengan bahasa yang jahil pula. Seperti koor paduan suara, saling sambut penuh ”nafsu’ mengumandangkan suaranya. Tak disadari, status serta komentar seperti itu laksana interaksi persahabatan tanpa hati nurani dan rasa malu. Fenomena di atas menjadi tanda besar bagi facebooker muslim, bahwa hegemoni ‘kesenangan semu’ yang dibungkus dengan ‘persahabatan fatamorgana’ tengah ditampilkan facebook yang melindas semua rasa malu, tata krama dan kehormatan diri. Inikah ciri khas pertemanan maya?
Lalu terngianglah di telinga bait syair yang ditulis sastrawan Taufik Ismail yang dinyanyikan Chrisye. Chrisye memang telah berpulang ke haribaan Allah. Tetapi pesan dalam lagunya seperti tetap hidup dalam konteks menata diri dalam berbagai spektrum. Sangat relevan saat menulis status di facebook yang menyelamatkan.
Akan datang hari
Mulut dikunci
Kata tak ada lagi
Akan tiba masa
Tak ada suara
Dari mulut kita
Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita
Bila harinya
Tanggung jawab, tiba…
Rabbana Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah Kukuhkanlah Di jalan cahaya
Sempurna Mohon karunia
Kepada kami
HambaMu Yang hina
Menilik secara jujur riwayat Imam Ahmad di muka, sesungguhnya teman adalah cermin diri setiap orang. Orang yang berkawan karib dengan pribadi seronok, adalah pantulan bayangan atas cermin dirinya. Begitu pun sebaliknya, senang bergaul dekat dengan orang-orang soleh adalah juga bayangan atas dirinya.
Maka kriteria teman baik dan buruk menjadi sangat jelas. Teman baik bagi seorang muslim adalah teman yang bisa menyelamatkan. Teman yang meneguhkan saat berada di jalan yang lurus dan mengingatkan saat keliru bermain-main di jalan yang salah. Teman baik seperti ini hanya bisa ditemukan pada pribadi yang seiman dan seagama. Sedangkan teman buruk adalah teman yang menjerumuskan pada kehinaan. Teman yang menjauh saat ingat pada kebaikan dan amal saleh, tetapi mengajak semakin jauh tersesat di saat terlena pada kedurhakaan dan maksiat. Dengan demikian, berhati-hati memilih teman jauh lebih bijak dari sekedar alasan memperbanyak teman tanpa memilah dan memilih siapa di antara semuanya yang layak dijadikan sebagai teman.
Apabila diri kita dianggap sebagai teman, tolonglah teman yang dizalimi dengan memberikannya perlindungan dari kezaliman. Tolong pula teman yang zalim dengan menghentikan perbuatan zalimnya. Dengan begitu kita telah menjadi teman yang baik. Teman yang bukan semata-mata menunjukkan jalan ke surga, tetapi juga teman yang mampu menyelamatkan sahabt dari jilatan api neraka meskipun sebelah kakinya telah tercebur ke jurangnya yang menganga.
Duhai sahabat, mari menulis, menulis yang menyelamatkan
Mari membaca, membaca yang mencerdaskan
Mari berbagi, berbagi yang memuliakan
Depok, April 2010.
abdul_mutaqin@yahoo.com

eramuslim.com

(Subhanallah) Sungai 5 Warna di Kolumbia

Sungai ini namanya Cano Cristales, terletak di Kolombia. Sungai ini memiliki 5 warna diairnya. Dikenal juga dengan "Sungai Lima Warna" atau "Sungai Pelangi." Nah, yang bisa bikin airnya jadi berwarna itu adalah ganggang khusus yang ada pada bebatuan disungai tersebut.
haxims.blogspot.com
Arus air sungai mengatur jumlah matahari yang bisa mencapai ganggang, dan selama musim hujan, arus tersebut menjauhkan sinar matahari dari dasar sungai. Pada musim kemarau, airnya terlalu dangkal jadi tidak akan mengeluarkan warna-warna tersebut. Tapi saat-saat diantara kedua musim tersebut merupakan waktu yang tepat bagi Cano Cristales untuk memamerkan warnanya.

haxims.blogspot.com


Selama waktu-waktu tersebut, dasar sungai ditutupi oleh berbagai warna, mulai dari biru, hingga hijau dan merah, dengan banyak gradasi warna. Sayangnya keindahan ini hanya bertahan beberapa hari, antara musim hujan dan musim kemarau. Tapi hal itu yang justru membuat sungai ini menjadi lebih spesial.
haxims.blogspot.com
Sayangnya, atau mungkin untungnya, sungai ini terletak didaerah yang terpencil, didekat kota La Macarena. Sungai dengan lebar 20 meter dan panjang 100 meter ini hanya bisa dicapai dengan menggunakan kuda atau bagal dan hanya sedikit agen perjalanan yang menawarkan perjalanan kesana.
haxims.blogspot.com

 sumber : http://haxims.blogspot.com/2010/04/sungai-5-warna-di-kolumbia.html

Saturday, April 3, 2010

Menjadi Penulis yang Bertanggung Jawab (Pelajaran dari Kasus “Wahai PKS, Itu Bukan Gambar Al Aqsho!”)

Menulis itu memang mudah, namun mempertanggungjawabkannya itu yang berat.  Inilah salah satu masalah besar bagi para blogger pemula, karena belum apa-apa mereka sudah membayangkan begitu banyak beban yang dipikul di bahunya kalau sampai tulisannya dibaca orang.  Takut tulisannya kurang bernas, takut dihina orang, takut referensinya kurang valid, takut ilmunya belum cukup mantap, dan seterusnya.  Meskipun ketakutan semacam ini tidak boleh terlalu diperturutkan, namun kehadirannya memang sangat patut.  Sebab, memang sudah sewajarnya seorang Muslim merasa malu kalau berbuat kesalahan.  Inilah rasa malu yang dipuji oleh Allah dan Rasul-Nya, sehingga Rasulullah saw. pun bersabda, ”Jika tak ada lagi rasa malu, maka perbuatlah semaumu.”

Salah satu pilar dakwah telah diterangkan dengan sangat baik oleh Aa Gym.  Prinsip itu berbunyi sebagai berikut: ”Jika ingin menyentuh hati, maka gunakanlah hati.  Jika tidak menggunakan hati sendiri, maka pasti tidak akan menggapai hati orang lain.“  Artinya, dakwah dengan bermodalkan pengetahuan hitam dan putih itu nonsense.  Seorang da'i harus bisa merasakan riak-riak perasaan masyarakat di sekitarnya dan berusaha menyentuh hati mereka dengan lembut agar mau diajak ke jalan yang benar.

Ada lagi prinsip lain yang mengatakan bahwa kebenaran harus disampaikan, meski pahit.  Akan tetapi, prinsip ini seringkali disalahtafsirkan secara fatal.  Pahit adalah sensasi yang dirasakan di lidah, bukan di telinga.  Maka rasa pahit yang dimaksud adalah perasaan tidak enak yang dirasakan oleh yang menyatakan kebenaran, bukan oleh yang menerimanya.  Yang menyatakan kebenaran tetap wajib menimbang-nimbang perasaan orang yang sedang dinasihatinya, bahkan kalau perlu ia mengabaikan perasaannya sendiri.  Misalnya seorang mantan pecandu narkoba menceritakan kisah kehancuran hidupnya akibat narkoba, dengan tujuan agar para pendengarnya mau menjauhkan diri dari narkoba.  Tentu saja menceritakan kisah pahit semacam ini terasa sangat berat, namun justru dengan cara demikianlah muncul ikatan personal dengan yang dinasihatinya, sehingga nasihat menjadi lebih mudah untuk dicerna.

Dalam membahas masalah artikel Wahai PKS, itu Bukan Gambar Al Aqsho!, saya tidak akan melangkah kepada masalah-masalah yang terlalu teknis.  Mari gunakan perasaan terhalus kita, karena halusnya perasaan adalah tanda cinta, dan cinta pada sesama Muslim adalah tuntutan iman.

Sebagian orang menganggap artikel tersebut hanyalah sebuah nasihat dari seorang saudara kepada saudara lainnya.  Tapi cobalah perhatikan judulnya, dan gunakanlah rasa bahasa yang umumnya dimiliki oleh para pengguna bahasa Indonesia.  Adakah seruan ”Wahai PKS” terdengar mesra, atau justru menciptakan jarak yang menganga?  Apakah pemberian tanda seru di akhir judul hanya sebagai penunjuk kalimat seruan, atau justru terdengar menantang?  Gunakanlah perasaan yang halus sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah saw., yang mengajari kita untuk tidak menunjuk dengan satu jari, melainkan dengan seluruh jari, dan yang mengajari kita untuk saling berpelukan di masa-masa ketika orang dengan ringannya membunuh anaknya sendiri.

Andaikan masih juga belum dipahami efek buruk dari seruan ini, maka ingatlah bahwa manusia itu berbeda-beda.  Ada orang yang perasaannya seperti kain yang lembut, ada juga yang tidak terlalu sensitif.  Bahkan Abu Dzar ra. pun pernah kelepasan mengatakan hal buruk kepada Bilal ra., dan beliau tidak menyadarinya hingga Rasulullah saw. menegurnya.  Abu Dzar ra. kemudian memberikan reaksi terbaik, hingga ia tempelkan pipinya ke tanah agar saudaranya mau memaafkannya, dan Bilal ra. pun memberikan reaksi terbaik, yaitu dengan memaafkan saudaranya.  Perasaan adalah masalah yang sangat relatif, sehingga apa yang dipandang biasa oleh seseorang bisa jadi dianggap sangat kasar oleh orang lain.  Perhatian kepada perasaan orang adalah salah satu ukuran kebesaran jiwa seorang da’i.

Mari melangkah pada isi artikelnya secara keseluruhan, lihatlah the big picture (gambaran besar) tentang kegiatan yang dibicarakan dalam artikel tersebut, yaitu Munashoroh untuk Palestina yang diadakan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).  Artikel itu, sebagaimana yang dijelaskan oleh penulisnya, hanya menyoroti masalah kesalahan penggunaan imej Dome of Rock sebagai Masjid Al-Aqsha.

Sudah banyak orang yang membantah bahwa Dome of Rock pun bisa dijadikan simbol Masjid Al-Aqsha, karena sejak dulu yang disebut Masjidil Aqsha adalah keseluruhan kompleknya, dan bukan hanya satu masjid di dalamnya.  Akan tetapi, argumen ini tidak akan dibahas lebih lanjut di sini.  Dengan menggunakan visi dakwah (yang tidak digunakan oleh para penulis umum), gunakanlah lagi perasaan kita untuk menimbang-nimbang efek yang ditimbulkan dari artikel tersebut terhadap kegiatan Munashoroh.

Munashoroh Palestina telah menyedot banyak perhatian, baik di dalam maupun di luar negeri.  Banyak ikhwah yang telah membagi link situs-situs berita Israel yang gempar karena melihat lebih dari 150 ribu manusia dikerahkan ke jalan untuk mengutuk penjajahan di Palestina.  Hebatnya lagi, pengerahan massa tidak hanya terjadi di Jakarta, tapi juga terjadi di berbagai kota, meskipun skalanya tidak sebesar yang di ibu kota.  Penolakan terhadap Zionisme telah menjadi gerakan nasional yang tidak main-main.  Di situs-situs berita tersebut, kita bisa melihat sendiri betapa gusarnya warga Israel dan para pendukungnya dari seluruh belahan dunia.

Pada saat yang sama, muncullah artikel ini, yang hanya sekedar menyoroti masalah imej Al-Aqsha yang digunakan saat Munashoroh.  Ini bagaikan mengomentari seorang ikhwah yang begitu bersemangat mengejar shalat Subuh berjama'ah, dan karena terburu-buru mendengar imam bertakbir, maka ia pun terlupa melangkah ke dalam masjid dengan kaki yang salah.  Kesalahannya sebenarnya bisa dianggap lalu saja, dan sebenarnya kita bisa memacu motivasi ibadahnya dengan memuji komitmennya terhadap shalat Subuh.  Akan tetapi, yang disoroti malah kekhilafan kecilnya saja.  Bagaimanakah kira-kira efek yang akan ditimbulkan dari nasihat semacam ini?

Artikel yang dimuat di sebuah media massa tentu berbeda dengan nasihat yang disampaikan secara langsung.  Pembaca dan penulis tidak berhadapan secara langsung, bahkan keduanya sangat boleh jadi tidak saling kenal.  Justru karena itulah, nasihat melalui tulisan harus lebih berat lagi pertimbangannya.  Lagipula, dengan dimuatnya nasihat dalam bentuk artikel di media massa, maka yang terlibat bukan hanya pemberi dan penerima nasihat, melainkan juga umat secara keseluruhan.  Kembali pada analogi jama'ah shalat Subuh tadi, jika nasihat disampaikan secara terbuka (misalnya ditulis di mading masjid), maka orang akan memiliki interpretasinya masing-masing, dan besar kemungkinan orang akan melupakan kebaikan yang banyak karena kekurangan yang sedikit, karena yang sedikit itulah yang disoroti.

Sungguh ironis, betapa kegiatan yang dianggap begitu menakutkan oleh media-media massa Israel justru dikecilkan di tanah air.  Kenyataannya, artikel ini telah digunakan oleh sebagian kalangan yang tidak bertanggung jawab untuk mengolok-olok PKS.  Seolah-olah dukungan PKS terhadap Al-Aqsha hanya retorika belaka, karena mereka sebenarnya tidak tahu Masjid Al-Aqsha itu yang mana.  Hal ini memang tak pernah dikatakan dalam artikel, namun begitulah tanggapan orang.  Akibatnya, pembentukan opini untuk mendukung Palestina justru menjadi tidak optimal.  Dalam hal ini, bukan kerugian PKS yang harus dipertimbangkan, tapi justru kepentingan Al-Aqsha itu sendiri.

Sebenarnya insiden tak perlu terjadi kalau saja kita mau berpikir panjang.  Kalaupun penggunaan imej Dome of Rock dianggap tidak tepat, marilah kita bertanya: Apakah kader-kader PKS memang tidak kenal Masjid Al-Aqsha?  Pada kenyataannya, ikhwah PKS-lah yang dulu mempelopori penyebarluasan informasi bahwa Dome of Rock bukanlah Masjid Al-Aqsha.  Banyak pula kader PKS yang telah mengunjungi Masjid Al-Aqsha yang sebenarnya.  Dan yang paling penting, perhatian PKS tidak hanya terbatas pada Masjid Al-Aqsha, melainkan pada keseluruhan kompleknya, sedangkan Dome of Rock sudah terlanjur menjadi ikon yang dikenali orang sebagai perlambang Masjidil Aqsha.  Bahkan ketika menyebut nama Al-Aqsha, yang terbetik dalam benak bukan hanya komplek Masjidil Aqsha, melainkan Palestina secara keseluruhan.  Tanyakanlah pada seluruh kader PKS, apakah mereka menghadiri Munashoroh untuk membela Dome of Rock, Masjid Al-Aqsha, keseluruhan komplek Al-Aqsha, ataukah seluruh jengkal tanah Palestina beserta penduduknya?  Saya jamin, jawabannya adalah yang terakhir.  Wajar, karena semulia-mulianya Masjid Al-Aqsha, ia hanyalah bangunan.  Bahkan Rasulullah saw. pun mengatakan bahwa Ka’bah tidak sebanding harganya dengan nyawa seorang Muslim.  Oleh karena itu, Masjid Al-Aqsha, Dome of Rock, apa pun imej yang digunakan dalam Munashoroh, hanyalah sebuah simbol bagi tanah Palestina yang telah dibasahi oleh darah para syuhada.

Dengan sedikit saja usaha untuk memahami jalan pikiran orang lain, kita bisa mengatasi kesalahpahaman yang fatal.  Sebagai da'i yang berdakwah melalui tulisan, kita dituntut untuk mempertimbangkan hal-hal tertentu yang tidak dipertimbangkan oleh para penulis umumnya.  Mengantisipasi efek yang akan muncul dari sebuah tulisan, baik perasaan maupun asumsi yang muncul di tengah-tengah masyarakat yang membaca tulisan kita, adalah suatu hal yang membedakan kita dari para penulis sekuler.

sumber : http://akmal.multiply.com/journal/item/779/779

MUI: Pemain dan Suporter Sepak Bola Dilarang Menjamak Shalat


SURABAYA (voa-islam.com) – Kandas sudah, wacana Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang yang mengusulkan fatwa shalat jamak bagi suporter sepak bola. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menyatakan bahwa shalat jamak demi menonton atau bermain sepak bola adalah terlarang.
   
Demi menonton klub sepak bola kesayangannya, para suporter biasanya meninggalkan kewajiban shalat. Kalaupun ada yang shalat, biasanya mereka menjamak shalat zuhur dengan ashar.

Terhadap orang yang menjamak shalat demi menonton sepak bola, MUI Jatim menegaskan bahwa suporter sepak bola dilarang melakukan jamak shalat (melaksanakan dua waktu shalat wajib dalam satu waktu). Kecuali bila suporter itu berasal dari kota atau daerah lain yang berjarak sekitar 96 kilometer dari stadion.
...MUI Jatim menegaskan bahwa suporter sepak bola dilarang menjamak shalat, kecuali bila suporter itu berasal dari daerah lain yang berjarak sekitar 96 kilometer dari stadion...
"Tidak ada hukum fikih yang memperbolehkan suporter lokal menjamak shalatnya," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur K.H. Abdusshomad Buchori di Surabaya, Sabtu (3/4/2010).

Pernyataan Kiai Shomad itu untuk menanggapi wacana dari MUI Kota Malang yang mengusulkan dikeluarkannya fatwa tentang jamak shalat bagi suporter sepak bola.

Munculnya wacana itu dilatarbelakangi oleh dugaan banyaknya suporter sepak bola yang meninggalkan shalat asar karena menyaksikan tim kesayangannya bertanding sehingga memberikan kesempatan kepada mereka untuk menjamak taqdim shalat asar dengan saat zuhur.

Hal itu juga terlihat pada saat Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) Arema Malang yang mewajibkan para penonton memasuki Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, sebelum pukul 13.30 WIB, karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan rombongan menonton pertandingan antara tim tuan rumah melawan Persitara Jakarta Utara di ajang kompetisi Liga Super Indonesia, Selasa (30/3).
... Suporter sepak bola yang menonton pertandingan sepak bola di lapangan tidak dalam kondisi darurat...
Menurut Kiai Shomad, suporter sepak bola yang menonton pertandingan sepak bola di lapangan tidak dalam kondisi darurat sehingga sesuai aturan syariah tidak diperkenankan menjamak shalatnya.

Begitu juga dengan pemain sepak bola, tidak ada hukum yang membolehkan menjamak shalatnya karena alasan sedang bertanding. Hal itu juga berlaku bagi suporter dan pemain cabang olah raga lainnya.

"Setiap pertandingan sepak bola ada waktu istirahat. Panitialah yang berkewajiban memberikan kesempatan kepada pemain dan penonton untuk melaksanakan shalat," katanya.

Oleh sebab itu, MUI Jatim tidak akan mengeluarkan fatwa yang membolehkan suporter dan pemain sepak bola menjamak shalat karena aturan syariah yang ada sudah jelas. [taz/ant]

Dengan Fikih Almaun, Muhammadiyah Jawab Problem Bangsa



Munas Tarjih Muhammadiyah Ke-27  dihadiri ulama dan cendekiawan Muhammadiyah dari anggota Tarjih se-Indonesia

Hidayatullah.com--Hari kedua (2/4) musyawarah nasional (Munas) ke-27 Tarjih Muhammadiyah diisi sejumlah seminar. Seminar tersebut berkaitan dengan sejumlah perspektif fikih guna menjawab permasalah bangsa; sosial, pendidikan, tata kelola, dan pemberdayaan ekonomi syari’ah kerakyatan.

Acara tersebut menghadirkan  langsung narasumber, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dan Dr. Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) dan juga Wakil Ketua Majelis Ketua Diktilitbang PP Muhammadiyah, Dr. Edy Suandi Hamid.

Kepada hidayatullah.com, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Syamsul Anwar mengatakan seminar tersebut guna menggali sejumlah nilai dasar Islam seperti yang terkandung dalam fikih almaun. Menurutnya, universalitas fikih alma'un memiliki muatan untuk memberikan pelayanan kepada umat yang termaljinalkan.

“Setidaknya, membangkitkan etos kerja dan pelayanan kepada umat,” ujarnya usai acara.

Lebih lanjut dia mengatakan, seluruh pandangan yang dihasilkan dari acara tersebut untuk mencari formulasi dan pandangan pokok berbagai persoalan keummatan. Nantinya hal tersebut akan ditanfidzkan oleh PP Muhammadiyah menjadi putusan tarjih yang mengikat secara organisasi. Karena itu, menurutnya, Tarjih akan membuat buku pedoman yang akan menjadi rujukan.

Hal yang sama disampaikan Rektor UMM Dr. Muhadjir  Effendy, surat alma'un konteksnya begitu kompleks dan luas. Karena itu, kompleksitas yang beragam itulah, menurutnya, jangan sampai ada hal yang tidak diketahui status hukumnya. “Berbagai problem harus diketahui status hukumnya, agar jelas” terangnya. 

Banyak Aspek Yang Harus Diperjelas Status Hukumnya


Sementara, dalam acara seminar banyak hal keummatan yang mengemuka. Terutama ketika sesi tanya jawab dengan gubernur Jatim, Soekarwo. Para peserta mengeluhkan banyaknya sektor usaha rakyat kecil yang menimbulkan banyak masalah. Seperti pengiriman TKI dan TKW ke luar negeri. Fenomena yang ada, TKW dan TKI banyak menimbulkan problem moral.

“Gara-gara ditinggal suami jadi TKI, seorang perempuan harus tinggal sendirian bertahun-tahun,” ujar salah seorang peserta. Begitu juga TKW yang berada di luar negeri, selama ini banyak masalah yang timbul; tidak mendapat gaji, moral bahkan nyawa. “Karena itu, pemerintah harus membuat kebijakan agar Tarjih bisa membuat fatwa yang jelas,” terangnya.  Tidak hanya itu, penertiban lapak-lapak oleh Satpol PP juga sering menimbulkan problem. Gara-gara mempertahankan dagangannya, para penjual kerap membuka aurat.

Sementara, dalam masalah ekonomi syariah, peserta mengeluhkan adanya bank yang berlabel syariah namun faktanya sama dengan bank konvensional kapitalistik. Label syari’ah masih sebatas akadnya saja, sedang dalam praktiknya setali tiga uang dengan bank-bank konvensional lainnya. Tidak hanya itu, dikatakan juga selama ini ekonomi Islam terkesan simbolik dan melangit. Belum dibreakdown ke dalam kerangka kerja yang jelas.

Sementara, Dr. Edy Suandi Hamid mengatakan, di Timur Tengah sendiri tidak ada label ekonomi Islam tapi secara substansi Islam.

“Mungkin perlu dibicarakan lebih luas oleh Muhammdiyah terkait hal itu. Dan pembahasan ekonomi Syariah tidak hanya berhenti pada skala lokal dan perserikatan Muhammadiyah, tapi dalam skala internasional,” ujarnya.

Selain dihadiri Gubernur Jatim, Munas Tarjih ini juga dihadiri para ulama dan cendekiawan Muhammadiyah dari anggota Tarjih. Mereka terdiri dari personil PP Muhammadiyah, Pimpinan dan Anggota Majelis tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Tidak hanya itu, hadir juga utusan Majelis tarjih dan Tadjid PW Muhammadiyah se-Indonesia. [ans/www.hidayatullah.com]

Friday, April 2, 2010

Subhanallah! KEINDAHAN 12 Air Terjun Paling Indah saat Membeku pada Musim Dingin !!


Climbers on Curtain Calls. Canada

Starved Rock State Park, Illinois

Fournel. Alps, France

Lokasi: Unknown

Le Tabernacle, Canada

Temple of Mother Earth on the West Fork Trail, Sedona, Arizona, USA

Provo Canyon, Utah. USA

Niagara Falls, USA

Hokaido, Jepang


Lokasi: Unknown

Lower Weeping Wall. Canada

Lokasi: Unknown


Colorado, Denver, USA

Rifle Canyon, Colorado. USA

Hamilton, Canada

Baiser de Lune, Fournel. Alps, France

St. Louis Falls in Beauharnois, Quebec, Canada

Rifle Canyon, Colorado. USA

Lokasi: Unknown

Provo Canyon, Utah. USA



sumber :http://www.melonproperty.com/blog/in/12-Air-Terjun-Paling-Indah-saat-Membeku-pada-Musim-Dingin

Penelitian: Rokok Mungkin Mengandung Hemoglobin Dan Protein Babi




Mungkin selama ini Anda berpikir bahwa Anda mengetahui semua efek samping negatif dari merokok? Sebuah studi baru di luar negeri menunjukkan rokok mungkin mengandung darah babi yang jelas-jelas terlarang untuk kaum Muslim. Ini adalah penelitian terbaru dari The Australian.
Profesor Simon Chapman yang berasal dari Universitas Sydney, yang melakukan penelitian yang sudah dirintis oleh sebuah institusi Belanda, mengidentifikasi bahwa saat ini setidaknya 185 industri yang mengandung unsur babi, termasuk penggunaan hemoglobin dalam filter rokok, The Australia melaporkan.
"Saya pikir bahwa ada beberapa kelompok, khususnya mereka yang relijius, yang menganggap produk babi dalam rokok sangat ofensif," ujar Chapman. Menurut Chapman, bukan hanya orang Islam yang dirugikan oleh hal ini, tapi juga orang Yahudi dan kaum vegetarian.
Menurut studi ini, hemoglobin protein dan hemoglobin babi digunakan dalam rokok untuk membuat filter lebih efektif.
Chapman mengatakan bahwa tidak ada cara untuk mengetahui dengan pasti merek rokok apa saja yang menggunakan hemoglobin babi. "Perusahaan rokok hanya mengatakan bahwa 'bisnis kami merupakan rahasia dagang kami.'"
"Jika Anda seorang perokok dan Anda adalah seorang Muslim, maka Anda akan mencari tahu hal itu." pungkas Chapman. (sa/aby) eramuslim

Coca Cola & Israel : Is Not the Real Thing



Coca-Cola mendapat penghargaan sebagai perusahaan terbaik yang mendukung negara Israel

Hidayatullah.com--Banyak disebutkan bahwa Coca-Cola mendukung negara Israel, tapi belum banyak orang yang mengungkapkannya secara terbuka.

Fahri Hassan membuat sebuah film dokumenter singkat "Coca Cola & Israel : Is Not the Real Thing" yang membeberkan fakta-fakta nyata seputar hubungan perusahaan softdrink raksasa Coca Cola dengan Zionis Israel. Film tersebut tayang perdana di Festival Film Palestina di Cape Town, Afrika Selatan, pada Oktober 2009. IslamOnline mewawancarai sang sutradara, berikut kutipannya.

IOL:
Bisa menceritakan kepada kami tentang Coca-Cola: Is not The Real Thing?

Hassan: Itu adalah sebuah dokumenter pendek tentang hubungan antara Israel dan Coca-Cola. Film ini aslinya sebuah presentasi PowerPoint yang saya buat setelah melakuan penelitian. Saya ingin agar informasi itu menjangkau audiens yang lebih luas, oleh karena itu saya membuat dokumenter pendek ini.

Isinya adalah apa yang kita ketahui tentang beberapa isu menyangkut Coca-Cola di seluruh dunia, seperti pembunuhan orang-orang Kolombia, deplesi dan pengolahan air di India dan kekejaman lain semacamnya, dan saya sadar tidak ada tindakan yang diambil atas Coca-Cola dan Israel.

IOL: Judul Anda, mempermainkan slogan Coca-Cola, apa latar belakang dari pemilihan judul tersebut?

Hassan: Ya, itu mempermainkan slogan Coca-Cola "Coke is the real thing". Saya (ingin) mengatakan bahwa Coca-Cola is not the real thing (bukanlah hal nyata). Itu adalah tipu muslihat, karena mereka menegakkan negara Israel dengan uang mereka.

Banyak orang yang tidak tahu bahwa Coca-Cola berhubungan dengan Isreal. Gambaran umum yang saya lukis dalam dokumenter itu adalah hubungan inses (sedarah) di antara keduanya.

IOL: Apa saja "faktanya"?

Hassan:
Ada hubungan kerjasama di mana Kamar Dagang Amerika-Israel (AICC) akan mencari peluang bisnis di Amerika Serikat untuk mendanai proyek-proyek di Israel atas nama negara Israel. Sebagai contoh, imigrasi dibayar untuk memindahkan orang-orang Yahudi dari sebuah negara ke Israel.

Itu didukung dan dibayari oleh negara Israel. Kamar Dagang Amerika-Israel memiliki proyek ini untuk memfasilitasi imigrasi orang-orang Yahudi ke Israel. Sebagai contoh, AICC menggelar malam penghargaan pada tahun 2001, dan acara itu diselenggarakan di markas besar Coca-Cola di Atlanta. Coca-Cola adalah sponsor penghargaan tersebut. Salah satu anggotanya adalah pengurus AICC. Ada hubungan yang sangat dekat antara dunia usaha Amerika dengan negara Israel. Saya tidak menuduh, semua [informasi] ini berasal dari situs web mereka.

Coca-Cola diberi penghargaan sebagai perusahaan terbaik yang mendukung negara Israel. Sekali lagi, ini bukan kata-kata saya: Coca-Cola mensponsori pelatihan dan pendidikan bagi para pekerja mengenai ideologi Zionisme. Semua itu ada di situs-situs web, di laporan-laporan penelitian. Juga, Coca-Cola telah membangun sebuah pabrik di Qiryat, di atas tanah Palestina. Dan dikatakan bahwa Coca-Cola membangun pabrik itu bekerjasama dengan Israel dalam upaya mempekerjakan para pemukim miskin. Jika ini bukan hubungan sedarah, maka saya tidak tahu lagi apa namanya. Begini, saya meminta orang-orang untuk menarik kesimpulannya sendiri.

IOL: Bagaimana (membuktikan) bahwa film Anda bukan sebuah film konspirasi lain?

Hassan: Saya berupaya menjauhi hal itu. Saya berpegang pada fakta-fakta dan saya hanya memaparkan hubungan antara Israel dengan Coca-Cola. Saya tidak menyarankan untuk memboikot Israel. Dan terserah orang untuk menilai, dengan melihat contoh-contoh yang ada dalam film itu. Saya seorang peneliti dan hanya membeberkan semua fakta. Orang tidak bisa menyalahkan fakta yang Anda lihat.

IOL: Anda menampilkan hubungan antara Coca-Cola dan Israel. Anda mengklaimnya bukan sebuah upaya langsung menggiring orang-orang untuk boikot. Apa tujuan dari film Anda?

Hassan: Ini pertanyaan menarik. Begini, yang jelas boikot global dan kampanye disinvestasi adalah sebuah realita. Ada seruan internasional untuk memboikot berbagai macam perusahaan yang bekerja sama dengan Israel.

Coca-Cola juga masuk daftar perusahaan yang diboikot, tapi siapa yang saya seru untuk melakukan boikot. Terserah orang untuk membuat keputusan.  Saya tidak menyerukan boikot atas sesuatu. Saya sudah mewawancarai perwakilan Coca-Cola mengenai isu ini dan mereka tidak memberikan saya jawaban yang memuaskan. Dari sudut pandang pribadi, menurut saya berat rasanya untuk membeli produk-produk Coca-Cola.

IOL:
Film itu terdiri dari susunan gambar dan narasi, Mengapa dibuat dengan cara demikian dan mengapa tidak ada perwakilan dari Coca-Cola yang digambarkan?

Hassan: Saya tidak sanggup berkeliling melakukan wawancara. Itu adalah film dengan anggaran rendah, dan dikerjakan di rumah. Ini merupakan usaha sederhana, dan saya tidak bertujuan untuk membuat heboh. Gagasan film itu dibuat dalam format seperti sekarang, adalah untuk memancing diskusi dan mengajak orang untuk membicarakan isu tersebut. Dan yang paling dasar, menghapus mitos yang menyelubungi Coca-Cola. Saya menyimpan email komunikasi dengan perwakilan Coca-Cola di Afrika, dan saya mengajukan pertanyaan kepada mereka lewat email, dan mereka membalas bahwa mereka tidak mendukung Israel.

IOL: Film ini premier dalam festival ini. Kemana film ini akan di bawa selanjutnya?

Hassan:
Saya belum memikirkan hal ini. Saya akan beristirahat beberapa hari setelah festival ini, dan kemudian memikirkan rencana atas film ini. Saya sudah mendapatkan sejumlah permintaan agar film ini ditayangkan di beberapa kota. Selain itu, saya belum punya rencana. [di/iol/www.hidayatullah.com]

Menggugat Hari Wafat Isa Almasih alias Hari Ulang Tahun Kematian Tuhan


HARI INI, Jum’at 2 April 2010 adalah hari libur nasional bertepatan dengan hari raya umat kristiani, yaitu hari wafat Isa Almasih.
Bagi umat Islam, istilah hari wafat Isa Almasih ini kurang tepat, karena menurut aqidah Islam, Nabi Isa alaihissalam tidak mati dan tidak pula disalib. Agama yang meyakini kematian Yesus di tiang salib adalah Kristen. Maka istilah yang lebih tepat adalah Hari Kematian Yesus Kristus. Karena dalam pandangan Kristen, Yesus adalah salah satu oknum Tuhan, maka istilah yang lebih pas lagi adalah “Hari Ulang Tahun Kematian Tuhan Kristiani.” Di kalangan Kristen, hari kematian Yesus itu masyhur dengan sebutan Jum’at Agung.

Ulang tahun kematian Yesus di tiang salib adalah salah satu inti iman Kristiani. Dalam 12 Pengakuan Iman Rasuli (Credo Nicaeano-Constantinopolitanum), umat Kristen memakai tiga perkataan untuk menekankan keyakinan akan kematian Yesus: “Dan kepada Yesus Kristus, Anaknya yang tunggal, Tuhan kita... disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut.”

Sedemikian pentingnya makna salib dalam iman kristiani, sehingga tanpa adanya penyaliban Yesus, maka gugurlah keyakinan Kristen tentang dosa waris, penebusan dosa, Trinitas, dan ketuhanan Yesus.

Terkait dengan Hari Ulang Tahun Kematian Yesus, beberapa waktu lalu penulis mendapati buku berjudul Memfitnah Yesus karya Dr Erwin Lutzer di toko buku Gramedia. Buku setebal 167 halaman yang diterbitkan oleh Light Publishing Jakarta ini adalah terjemahan dari edisi asli dalam bahasa Inggris Slandering Jesus.

Secara khusus, buku apologetika kristiani ini didedikasikan untuk memerangi berbagai pandangan teologi yang menentang doktrin Kristen tentang penyaliban, kematian dan ketuhanan Yesus Kristus. Dengan telak, Erwin menuding paham-paham tentang Yesus yang bertolak belakang dengan Kristen sebagai kebohongan.

Dalam bab II, secara khusus Erwin menghantam Al-Qur'an sebagai kebohongan, karena membantah penyaliban Yesus. Dalam judul “Kebohongan 2: Yesus Tidak Disalibkan.” Di bawah judul tersebut, ia mencantumkan terjemah Al-Qur'an surat An-Nisa’ 157” (hlm. 39).

Menurut Erwin, kisah Al-Qur'an tentang kegagalan penyaliban Yesus adalah kebohongan. Alasannya, jika Tuhan menggagalkan penyaliban dengan membuat orang Yahudi salah tangkap, berarti Tuhan dalam Al-Qur'an bersalah atas tindak penipuan. Erwin menulis:
“Menurut Al-Qur'an, orang-orang Yahudi tidak berhasil membunuh Yesus, yang disebut sebagai rasul Tuhan.  Beberapa penerjemah Muslim mengatakan bahwa orang-orang Yahudi membunuh seseorang yang dibuat Yesus tampak seperti Yesus. Tetapi hal ini akan membuat Tuhan bersalah atas penipuan dan ilusi. Mengapa Tuhan mau ikut serta dalam suatu tindakan yang menipu dan tidak jujur dengan menciptakan seseorang yang tampak seperti Yesus dan membuat orang yang tidak bersalah ini mati sebagai ganti Yesus? Tuhan pastinya bersalah karena tindak penipuan, memimpin orang-orang untuk percaya bahwa yang disalibkan itu adalah Yesus padahal kenyataannya itu adalah orang lain.” (hlm. 41).
Ayat Al-Qur'an yang digugat DR Erwin adalah sbb: “Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina), dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah,” padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa” (Qs An-Nisa’ 157).

Menurut ayat tersebut, orang-orang kafir tidak berhasil menangkap dan menyalib Nabi Isa, apalagi sampai membunuhnya. Karena yang mereka tangkap lalu mereka salibkan ialah orang lain yang diserupakan dengan Nabi Isa.
...laporan penyaliban dalam Bibel penuh kontradiktif dan keraguan...
Para mufassir memahamkan surat An-Nisa’ 157 bahwa Nabi Isa sama sekali tidak disalib dan dibunuh, karena yang disalib dan dibunuh adalah orang lain yang diserupakan dengan Nabi Isa. Prof Dr H Mahmud Yunus dalam Tafsir Al-Qur’anul Karim menerjemahkan ayat tersebut, “Sebenarnya Isa itu bukan mereka bunuh atau mereka salibkan, tetapi yang mereka salib itu, adalah orang yang serupa dengan Isa, yang telah dibuat samar” (hlm. 94). Prof Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menyatakan, “Syubbiha artinya disamarkan. Yaitu diadakan orang lain, lalu ditimbulkan sangka dalam hati orang yang hendak membunuh itu bahwa orang lain itulah Isa” (Juz 6 hlm. 21).

Penyerupaan wajah orang lain menjadi Yesus sehingga proses penyaliban menjadi salah alamat tersebut, juga didukung data-data dalam Bibel bahwa:
  1. Penangkapan dilakukan pada waktu gelap (Yohanes 18:3).
  2. Salah tangkap menjadi semakin mungkin, karena Yesus punya mukjizat dapat merubah wajah (Matius 17:2).
  3. Para tentara yang melakukan penangkapan tidak ada yang mengenal wajah Yesus, sehingga mereka harus menyewa Yudas untuk menunjukkan siapa Yesus, dengan upah 30 keping uang perak (Matius 26:15).
KISAH PENYALIBAN YESUS PATUT DIRAGUKAN
Pernyataan Al-Qur'an bahwa orang-orang berselisih paham dan ragu-ragu tentang pembunuhan Isa adalah kebenaran yang tak dapat disangkal. Buktinya, laporan penyaliban dalam Bibel penuh kontradiktif dan keraguan, misalnya soal waktu penyaliban.
  1. Menurut Injil Markus 15:25, Yesus disalib pada jam 9: “Hari jam sembilan ketika ia (Yesus) disalibkan.”
  2. Padahal menurut Injil Yohanes 19:14, pada jam 12 Yesus masih belum disalib: “Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas.”
  3. Sementara kedua Injil lainnya, yaitu Matius dan Lukas abstain tidak menulis apapun tentang waktu penyaliban.
Kontradiksi penyaliban Yesus masih banyak lagi, bisa dibaca dalam buku Dokumen Pemalsuan Alkitab terbitan Victory Press.

Penyelamatan terhadap Nabi Isa dari penyaliban adalah tindakan yang sangat tepat dan terhormat. Bukankah Bibel sendiri mengakui bahwa orang yang mati di tiang salib adalah manusia terkutuk:
“…Sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” (Galatia 3: 13).

Penyelamatan Tuhan dalam terhadap Nabi Isa dari penyaliban orang-orang kafir adalah tindakan yang Maha Tepat, bukan tipuan seperti tudingan Erwin Lutzer.

“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”
(Qs. Ali Imran 54).

Maka sungguh aneh tudingan Dr Erwin Lutzer bahwa Tuhan dalam Al-Qur'an melakukan kesalahan dan penipuan. Rupanya Erwin lebih memihak orang kafir yang menginginkan kematian Nabi Isa dengan cara yang terkutuk.
LAPORAN BIBEL TENTANG PENYALIBAN YESUS DIRAGUKAN
Setelah menuding Al-Qur'an berbohong soal keselamatan Yesus dari penyaliban, Dr Erwin Lutzer, mencoba membandingkan validitas Al-Qur'an dan Bibel. Menurutnya, Bibel lebih dipercaya karena Injil saksi mata sehingga laporannya lebih akurat ketimbang Al-Qur'an yang ditulis lebih dari 500 tahun kemudian oleh seorang Muhammad yang bukan saksi mata. Erwin menulis:
“Kitab Injil melaporkan mengenai kematian Yesus dengan kesadaran akan keadaan yang sebenarnya dan secara mendetail yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang merupakan saksi mata dari peristiwa tersebut. Selain para  tentara Romawi, banyak orang yang berkumpul untuk melihat apa yang sedang terjadi saat itu” (hlm. 44).
Dalam pernyataan tersebut, Lutzer berdusta terhadap para murid Yesus, karena para murid Yesus bukanlah saksi mata penyaliban. Terbukti, menurut Bibel, ketika Yesus dibekuk tentara kafir, semua muridnya lari tunggang-langgang meninggalkan Yesus (Markus 14: 46-50).
...Lutzer berdusta terhadap para murid Yesus, karena para murid Yesus bukanlah saksi mata penyaliban...
Bahkan ketika dihadapkan di pengadilan, Yesus sangat membutuhkan pembelaan para muridnya. Tetapi semua murid Yesus tak satupun yang melakukan pembelaan. bahkan Petrus, murid kesayangan Yesus, justru menyangkal dan mengaku tak kenal dengan Yesus (Markus 14: 68-71).

Para penulis keempat Injil pun tak satupun yang menyaksikan peristiwa dengan mata kepalanya. Semua penulis Injil ini bukan murid Yesus, bahkan Injil Markus sampai sekarang masih belum diketahui dengan pasti siapa pengarangnya, karena ia tidak menperkenalkan diri dalam Injil yang ditulisnya. Perhatikan komentar Lembaga Biblika Indonesia dalam Tafsir Injil Markus berikut:

“Pengarang Injil Markus adalah murid Petrus dari Roma, yang menyebutnya 'Markus, anakku'” (I Petrus 5: 13). Belum jelas apakah Markus ini sama dengan Yohanes Markus dari Yerusalem, anak Maria, yang tempatnya digunakan untuk berkumpul dan berdoa jemaat Kristen pertama (Kisah Para Rasul 12: 12).

Tanpa memperkenalkan diri, Markus memulai penulisannya: “Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.” Dalam karyanya, Markus tidak menonjolkan diri. Juga tidak menyebut nama sendiri atau menambahkan sesuatu yang dapat menyingkapkan kepribadiannya” (hlm. 9-10).

Jika pengarang Injil itu masih misterius, maka mempercayai karya tulisnya sebagai dasar keimanan adalah kepercayaan yang misterius.
...Jika para penulis Injil itu adalah saksi mata terjadinya penyaliban Yesus, maka bisa dipastikan kontradiksi kronologis itu tidak perlu terjadi...
KONTRADIKSI CERITA PENYALIBAN DALAM BIBEL
Kesimpulan bahwa para penulis Injil bukan saksi mata cerita penyaliban dalam Bibel, semakin diperkuat dengan banyaknya kontradiksi kronologis kisah penyaliban Yesus, misalnya:

a. Tulisan apa yang ada di atas kayu salib?
Injil Matius 27:37 melaporkan bahwa di atas salib Yesus terpampang tulisan “Inilah Yesus Raja orang Yahudi”. Sedangkan Injil Markus 15: 26 melaporkan bahwa tulisan itu berbunyi “Raja orang Yahudi”. Lukas 23:38 membaca bahwa tulisan di salib Yesus adalah “Inilah raja orang Yahudi”. Sangat berbeda dengan laporan Yohanes 19:19 “Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi”. Ini adalah pertentangan yang nyata.

b. Berapa orang yang mencaci maki Yesus di atas kayu salib?
Menurut Matius 27:44 dan Markus 15: 32, ada dua orang yang mencaci maki Yesus di atas kayu salib. Sedangkan Lukas 3:39 me¬la¬por¬¬kan bahwa yang mencaci Yesus hanya satu orang saja. Jelas kontradiksi, bukan?

c. Apakah Yesus mengecap anggur bercampur empedu?
Matius 27: 33-34 melaporkan bahwa Yesus mengecapnya. Sebaliknya, Markus 15: 23 melaporkan bahwa di atas tiang salib Yesus malah menolak anggur. Bukankah ini sangat kontradiktif?

d. Apakah teriakan Yesus waktu disalib?
Menurut Matius 27: 46-52 dan Markus 15: 34-38, sebelum mati Yesus berteriak “Eli, Eli, lama sabakhtani”, sedangkan Lukas 23: 45-46 mengatakan bahwa teriakan Yesus itu adalah “Ya Bapa, ke dalam tanganMu kuserahkan nyawaku”. Ini pertentangan ayat yang tidak bisa ditemukan, bukan??

e. Siapakah yang menurunkan tubuh Yesus dari tiang salib?
Matius 27: 59-60, Markus 15: 45-46 dan Lukas 23: 53 melaporkan bahwa yang menurunkan mayat Yesus dari tiang salib adalah Yusuf Arimatea sendiri. Tetapi Yohanes 19:38-42 membantah dan melapor¬kan bahwa yang menurunkan adalah Yusuf Arimatea dan Nicodemus. Ini jelas dua versi kisah yang saling berbeda!!
Jika para penulis Injil itu adalah saksi mata terjadinya penyaliban Yesus, maka bisa dipastikan kontradiksi kronologis itu tidak perlu terjadi. Adanya kontradiksi kronologis itu membuktikan bahwa para penulis Injil itu bukanlah saksi mata. Kemungkinan lainnya, kontradiksi itu terjadi bila para penulis Injil adalah orang-orang yang ceroboh atau lemah ingatan.
...Daripada menggugat kitab suci agama lain, lebih bermanfaat bagi Dr Erwin Lutzer jika ia menyelidiki dan memperbaiki kekisruhan Alkitab (Bibel)...
Maka, gugatan Dr Erwin Lutzer terhadap Al-Qur'an tidak relevan dan upaya pemborosan energi. Daripada menggugat kitab suci agama lain, lebih bermanfaat bagi Dr Erwin Lutzer jika ia menyelidiki keruwetan dan problematika Alkitab (Bibel) yang mengisahkan penyaliban Yesus dengan seribu satu kerumitan. [a ahmad hizbullah mag/voa-islam.com]

Banyak Gayus di Ditjen Pajak. Padahal Satu Gayus Bikin Bangkrut Negara

JAKARTA (voa-islam.com) - Gayus Tambunan bukanlah satu-satunya pelaku mafia pajak di Ditjen Pajak Kementerian Keuangan. Banyak Gayus lain yang belum terungkap dan itu harus ditangkap agar pemerintah mampu membongkar mafia pajak kakap, tidak hanya kelas teri.

Aktivis Islam Eggi Sudjana geram melihat praktik kotor yang dilakukan pejabat pajak Gayus Tambunan.

Sebab, PNS dengan golongan IIIA bisa mengeruk uang negara mencapai Rp 25 miliar. Dalam perkiraan Eggi, di Kantor Pajak masih banyak Gayus-Gayus lain yang masih bergentayangan.

Eggi pun kemudian berandai-andai. Kalau di Indonesia ada 32 ribu pejabat pajak dan yang mengorupsi uang pajak seperti Gayus ada 10%, maka rata-rata uang pajak yang dikorupsi jumlahnya mencapai 3.200 x Rp 25 miliar atau Rp 28 triliun.

Eggi yakin praktik yang dilakukan oknum-oknum pejabat pajak sudah berlangsung lama. Dan ini merupakan bukti lain kegagalan Sri Mulyani Indrawati dalam memimpin Departemen Keuangan. Kegagalan Mulyani lainnya, menurut Eggi, menjaga amanat sebagai ketua Komisi Stabilitas Sistem Keuangan (KKSK) yang mengakibatkan terjadinya kasus Bank Century.

Maka, langkah terbaik yang harus dilakukan Mulyani sebagai pejabat publik adalah mundur dari jabatannya. "Kalau di Jepang pejabat seperti Mulyani sudah bunuh diri atau paling tidak mundur dari jabatannya," ujar Eggi, Kamis (1/4/2010).
...salah satu hambatan berat dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih di Indonesia adalah pejabat-pejabat yang bersalah tidak mau mundur...
Menurut Eggi, salah satu hambatan berat dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih di Indonesia adalah pejabat-pejabat yang bersalah tidak mau mundur. Hal tersebut sangat berbeda dengan yang terjadi di Jepang. "Ke depan kita harus mendorong adanya budaya malu di kalangan pejabat yang bersalah," lanjut Eggi.

Sebelumnya, pernyataan senada juga diungkapkan oleh Dradjad Wibowo. Politisi yang juga ekonom Partai Amanat Nasional ini menilai kasus penggerogotan pajak yang diduga dilakukan Gayus Tambunan laiknya gunung es. Kasus Gayus hanya bagian kecil dari kasus korupsi yang terlihat di Kementerian Keuangan.

Kasus ini harus menjadi momen untuk membongkar mafia pajak, cukai, penerimaan negara bukan pajak, dan kekayaan negara di Kementerian Keuangan.

"Kalau pegawai baru seperti gayus saja sudah berani 'menelan kerbau', bisa dibayangkan 'dinosaurusnya' segede apa yang ditelan seniornya?" kata dia melalui sms.
...Jika satu Gayus saja sudah merepotkan orang satu negara, bisa dibayangkan bagaimana bila Indonesia punya banyak gayus?...
Satu orang Gayus gegerkan saja sudah bikin ribut banyak institusi pusat, dari kepolisian, kementerian keuangan, Kejaksaan Agung, dll. Jika satu Gayus saja sudah merepotkan orang satu negara, bisa dibayangkan bagaimana bila Indonesia punya banyak gayus? [taz/dari berbagai sumber]