Friday, August 15, 2008

MERDEKA DALAM BERFIKIR



"kenapa kamu tidak berpikir?"
(Al an'am:50)

Al Qur'an menyuruh menggunakan akal

salah satu dari tiang tiang ajaran islam yang penting ialah :menghargai akal manusia dan melindunginya daripada tindakan tindakan yang mungkin dilakukan orang atas ni'mat Tuhan yang tak ternilai itu.junjungan kita meletakkan akal pada tempat yang terhormat ,menjadikan akal itu salah satu alat untuk mengetahui Tuhan.



Bertebaran didalam al Qur'an beberapa pertanyaan pertanyaan untuk memikat perhatian menyuruh mempergunakan pikiran,mendorong manusia suapaya menjalankan akalnya: " kenapakah mereka tidak berpikir? kenapakah mereka tidak ingat? kenapakah mereka tidak mempergunakan akalnya?" dan demikainalah seterusnya.

Disuruh orang memperhatikan tumbuh tumbuhan yang hidup dan ditanya ,apakah dan siapakah yang menghidupkan dan menumbuhkan tumbuh tumbuhan itu.disuruh orang memperhatikan api yang menyala, dan ditanya apakah dan siapakah yang menyalakan nya.disuruh memperhatikan air hujan yang turun dari langit dan ditanya siapakah dan apakah yang menurunkan nya,apakah manusia atau siapa.disuruh orang memperhatikan binatang hewan yang berguna bagi manusia seperti unta( bagi orang arab) ,disuruh memperhatiakn bumi yang terhampar,memperhatikan langi yang melengkung,gunung yang tegak bertumpuk,awan dan mendung yang berduyun beriringan ,disuruh pikirkan dan disuruh mengambil konklusi sendiri tentang kebenaran dan kekuasaan Tuhan,disuruh dan diajar manusia supaya "melihat" hikmah,serta qudrat dan iradah kholiqnya "dibelakang" semua makhluk yang dapat dilihatnya dengan mata kepala.

demikiankah Al Qur'an berkata antara lain:
"tidakkah kamu pikirkan bibit yang kamu tanam?

"kamukah yang menumbuhkan ataukah kami yang menumbuhkan?

"tidakkah kamu pikirkan air yang kamu minum?"

"tidakkah kamu yang menurunkan dari awan ataukah kami yang menurunkan nya?"

"tidakkah kamu pikirkan api yang kamu keluarkan dari pohon kayu?"

"kamukah yang mengadakan pohon kayu itu atukah kami yang mengadakan nya?"


siapakah diantara orang orang yang berakal yang tidak akan terpikat hati dan perhatian nya oleh cara agama islam membawakan manusia kepada mengetahui Tuhannya seperti terlukis dalam ayat ayat yang kita cantumkan diatas itu.

sudah tak salah lagi ,bahwa salah satu dari jasa islam bagi manusia dan kemanusian ialah "mobilisasi akal" pembukaan dan penggerak akal manusia yang lama tidak mendapat tempat yang semestinya dalam perikehidupan rohani dan jasmani manusia.

Bukalah Al Qur'an ,dihalaman mana jua pun.sudah tentu akan terasa oleh tiap tiap seseorang yang membacanya,bagaimanakah dorongan islam yang tak kurang kurangnya untuk memakai akal, mempergunakan pikiran sebagai satu ni'mat Tuhan yang tak ternilai harganya.

Kita orang islam diwajibkan memakai akal untuk memikirkan ayat ayat al-Qur'an supaya mengerti akan maksud dan ma'na nya:lantaran ayat ayat al Qur'an itu diturunkan untuk yang mau berpikir ,mau mengambil ma'na ,mau mengetahui ,mau beristinbath,mengambil konklusi.

" sesungguhnya kami terangkan ayat ayat itu untuk orang orang yang mengetahui"( Al an'am :97)

"sesungguhnya kami terangkan ayat ayat itu bagi kaum yang suka mengambil pengertian"( Al an'am:98)

AL-QUR'AN MENCELA ORANG YANG TIDAK MENGGUNAKAN AKAL

Agama Islam amat mencela orang yang tidak menggunakan akal nya,orang yang terikat pikirannya dengan kepercayaan kepercayaan dan faham faham manusia yang tak berdasarkan dasar yang benar;mereka yang tidak mau memeriksa,apakah kepercayaan dan faham faham yang disuruh orang terima itu betul dan berdasar kepada kebenaran atau tidak.

Tegasnya, agama islam melarang kita bertakliq buta kepada faham dan itikad yang tak berdasar kepada wahyu illahi yang nyata,hanya sekadar menurut faham faham lama (pikiran pikiran tradisional) yang turun temurun dengan tidak mengetahui dan memeriksa terlebih dahulu ,apakah faham itu berguna dan berfaedah dan suci atau tidak.

"dan janganlah engka turut turut saja dalam hal hal yang enkau tidak mengetahui pengetahuan tentangnya,(karena)sesungguhnya pendengaran dan peblihatan dan hati ,semuanya itu akan ditanya tentang (turut turutan) itu" ( Al isra':36)

"mereka berkata: tidak ,tetapi kami menurut apa yang dikerjakan oleh nenek moyang kami (saja)".apakah mereka juga menurut nenek moyang mereka walaupun mereka ini tidak memikirkan sesuatu apapun dan tidak mendapat petunjuk?"(Al bagarah:170)

"apakah (juga turut menurut nenek moyang mereka) apabila mereka ini tidak mempunyai pengetahuan sedikit jua pun,dan tidak terpimpin kejalan yang benar?"(Al maidah:104)

demikianlah contoh dari pernyataan pernyataan yang mengandung jawaban dalam Qur'an yang tepat dan tajam,dihadapkan kepada manusia,supaya mereka menghargai akal dan memakai akal sebagaimana mestinya.


METODE BERFIKIR DALAM ISLAM

Kalau ditanah barat orang menyangka bahwa baco van verulam lah yang mulai mengemukakan apa yang disebut "inductive method" dalam berpikir ,maka Rasulullah SAW sudah mengajarkannya beberapa abad sebelum itu.mengajarkan satu cara berpikir ,yang sampai sekarang menjadi dasar bagi tiap tiap penyelidikan ,yang berhak dinamakan "ilmiah" (scientific).


Dalam islam akal mendapat tempat yang mulia.dalam islam akal tidak ditindas melainkan dipergunakan dan diberi jalan,diberi aliran untuk kemanfaatan kita manusia.

tetapi, apakah ini juga berarti bahwa islam memberi kemerdekaan berpikir dengan tak terbatas?

apakah ini juga berarti bahwa orang islam harus melemparkan semua faham faham yang dianggap "lama" dan harus menjadikan "akal merdeka" nya sebagai hakim yang tertinggi dalam semua hal?!

AKAL MERDEKA YANG MEMIMPIN

Manakah dia,akal merdeka itu?
akal merdeka telah memerdekakan kaum muslimin dari kekolotan yang membekukan otak.akal merdeka telah melepaskan kaum muslimin dari kebekuan berpikir .akal merdeka telah melahirkan seorang washil bin 'atha' , yang telah berani menentang arus mazhab imam hasanul basri.akal merdeka telah melahirkan seorang abdul huzhail al allaf,seorang an nazzam dan lain lain pujangga mu'tazilin,yang tidak kalah ketajaman otaknya dari filosof filosof barat yang termasyur.

akal merdeka telah melahirkan seorang mufassir fachruddin ar razi ,yang menciptakan satu tafsir Qur'an yang tetap up to date sampai sekarang.akal merdeka telah melahirkan seorang Al Asy'ari yang diwaktu kecilnya dididik dalam suasana madzab "ahlis sunnah" kemudian berani berpisah (beri'tizal)dari madzab tersebut.dan kemudian tak gentar pula meninggalkan madzab muta'zilah dan membantah beberapa ajaran ajaran "rasioanal" dari kaum mu'tazilah dengan senjata mu'tazilah sendiri,yakni dengan "akal merdeka" pula.

Al asy'ari yang dalam teori falsafahnya tentang "ainusy syai " tak kalah bila dibandingkan denga teori "das ding an sich" dari immanuel kant.Al asy'ari yang teori qadha dan qadarnya tak kalah jika dibandingkan dengan teori "harmonia praestabilia" dari seorang leibnizt.akal merdeka melahirkan seorang ghozali,seorang ibnu taimiyah,seorang muhammad abduh dan lain lain.

KESESATAN AKAL MERDEKA

Sebaliknya!
lantaran akal merdeka pula timbulnya faham kaum karramiet yang mengemukakan iti'kad "anthopomorphisme" yang bertentangan dengan dasar dasar aqaid islam,apalagi roh dan spirit islam.

Lantaran akal merdeka itu pula timbulnya i'tikad "pantheisme" dalam kalangan tasauf.yaitu lantaran akal merdeka yang tak mau tahu dengan tradisi hadist dan al Qu'ran,dan merdeka membelok belokkan makna hadist dan Qur'an itu sebagaimana yang cocok dengan si akal merdeka itu sendiri.

Lantaran akal merdeka pula seorang al hallajj bisa berkata: " ana al haqq" "akulah Tuhan...!"

Lantaran akal merdeka orang mungkin mengadakan bermacam upacara dan menghukumkan yang demikian itu selaku ibadah.memang,lantaran akal merdeka yang tidak mau peduli dengan tidak adanya contoh yang demikian itu dari yang satu satunya berhak menentukan cara peribadahan kepada Tuhan,yakni Rasulullah SAW sendiri.

Lantaran akal merdeka itu pula timbulnya upacara azan dikubur ,meminta syafaat kekubur dan lain lainnya.

Lantaran merdekalah mula mula timbul macam barang baru dalam urusan ibadah,terjadi bermacam macam khurafat ,khurafat kuno dan khurafat modern.

Sepintas lalu seolah olah berlawanan terdengarnya,seolah olah paradoxaal bunyinya,akan tetapi sesungguhnya memang begitu.

Dengan akal merdeka orang kita bisa mencela ,mengeritik dan menjelek jelaekkan orang pergi kemeriam si jagur dengan alasan alasan tidak ma'kul,tidak rasional!mereka yang dicela pandai pula mempertahankan perbuatannya dengan akal merdekanya!


AKAL MERDEKA YANG TERBEBAS


Akal yang merdeka dari patokan patokan agama ,yang merdeka dari "spirit" agama,mungkin akan menjadikan kuburan kuburan Dr.sutomo dan cokroaminoto tempat berkaul dan berniat.akal merdeka pula mungkin mencari cari alasan untuk mendirikan diatas kuburan pemimpin islam seperti cokroaminoto satu qubbah,ya satu gedung dengan gambar yang indah dan permai,yang membukakan pintu bermacam macam khurafat,yang selama ini dicela akal merdeka itu sendiri.

akal merdeka mungkin mencela orang yang percaya kepada azimat dan maskot,mencela orang yang memuja kepala patung ,lantaran tak " logis" , "tak masuk akal" .akan tetapi akal merdeka itu pula pandai menceritakan alasan dan helah ,untuk bersalut kepada bendera ,dan bersalut kepada api unggun.pandai menceritakan alasan yang " rationeel" untuk mengadakan patung raden ajeng kartini ,meletakkan patung itu ditempat terang terang laras,mengatur upacara berdiri dan berta'jub tafakur dihadapan benda yang tak bernyawa itu.

semua khurafat,semua bid'ah,semua takhayul bisa di "logis" kan , di "rasional" kan oleh siakal merdeka.

akal merdeka ada pada sisi sipintar dan sibodoh.sipintar berakal akal secara pintar.sibodoh berakal merdeka secara bodohnya.taqlid ada,pada sisi si jahil dan si intelek.si jahil berturut munding secara jahil , si intelak bertaqlid buta


Walloohu A'lam Bishowab

ANUGERAH KEMERDEKAAN



KEMERDEKAAN adalah suatu anugerah dari Allah swt. Begitu dilahirkan di dunia, telah melekat pada diri setiap manusia hak untuk hidup bebas. Manusia bebas untuk menentukan jalan hidupnya, untuk memilih cara dan gaya menjalani kehidupan lengkap dengan ketentuan dan konsekuensinya. Manusia dipersilakan untuk mengembangkan diri dan potensinya dengan landasan kemerdekaan itu

Tetapi dalam sejarah yang dipopulerkan selama ini, ummat Islam Indonesia sempat mengenyam pengalaman pahit selama tiga setengah abad. Masa itu disebut sebagai masa kolonial lantaran bumi ummat Islam di nusantara diaku sebagai milik para pendatang --yang non-muslim. Pengakuan itu jelas tidak sah, tetapi mereka menegakkannya dengan segala daya dan kekuatan, yang ternyata tidak bisa diatasi oleh kaum muslimin.
Betapa pedihnya kehidupan pada saat itu. Kita tidak mempunyai kesempatan untuk membangun dan mendayagunakan kemampuan. Gerak dan kreativitas dibatasi. Kita hidup di bawah bayang-bayang dan ancaman. Kaum penjajah itu telah menindas bukan saja secara fisik dan harta benda, tapi juga secara moral dan spiritual.
Secara fisik para pendahulu kita mendapat penyiksaan mulai dari yang ringan sampai yang paling berat. Para pejuang telah mereka perlakukan ibarat budak di Eropa, bahkan lebih kejam lagi. Kaum pribumi yang dianggap lebih bodoh dan lemah itu telah ditipu dan dipaksa untuk menyerah bulat-bulat, lalu dijadikan bulan-bulanan.
Yang lebih menyedihkan lagi adalah, mereka telah membawa lari harta kekayaan negeri ini sekuat alat pengangkutnya. Kekayaan itulah yang mereka gunakan sebagai modal untuk memodernisasi negeri dan menyejahterakan rakyat mereka sendiri.
Secara moral dan spiritual, kaum muslimin khususnya, mendapatkan tekanan yang tidak kalah beratnya. Para juru dakwah, kiai dan ulama mendapatkan perlakuan yang tidak terhormat. Bahkan kelompok ini termasuk dalam kelompok yang paling dicurigai dan dicap 'ekstremis' yang tidak boleh ada di muka bumi. Sebab mereka memang yang paling anti penindasan dan ketidakadilan. Dari para pemuka agama itu pula tumbuh semangat yang tak pernah padam pada rakyat jelata untuk terus menentang segala pentuk perampasan hak asasi. Musuh utama kaum penjajah itulah yang telah mendidik rakyat awam tentang hak-hak pribadinya, lewat sentuhan dan pendekatan agama.
Islam dan kemerdekaan
Islam tidak mengenal penjajahan. Ajaran-ajaran Islam justru menunjung tinggi persamaan hak dan kebebasan (kemerdekaan). Islam menegakkan tinggi-tinggi akhlak yang mulia dengan sikap saling menghargai antar sesama. Menjajah atau (bersedia) dijajah atau diperbudak, sama-sama tidak dibenarkan oleh Islam.
Dalam pergaulan masyarakat antar bangsa, Islam tidak mengenal penindasan dan diskriminasi. Hadirnya bangsa-bangsa di dunia yang beragam adalah untuk saling membantu, tolong-menolong dan saling memberi ta'aruf (berkenalan) sebagaimana ditetapkan oleh Allah swt:
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS Al-Hujurat: 13)
Bahkan, satu hal yang tidak dapat diragukan lagi ialah bahwa Islam --dengan prinsip kemerdekaan itu-- telah meninggikan peradaban dunia dan meluaskan khazanah ilmu pengetahuan. Ilmu Islam telah pula menerangi bangsa-bangsa yang mau menerima ajaran-ajarannya, dari perbatasan negeri Cina di sebelah timur hingga Andalusia (Spanyol) di Barat. Pada waktu itu, penduduk di belahan Eropa pada umumnya mengirimkan siswa-siswanya untuk belajar pusat-pusat ilmu di Kordoba maupun Baghdad. Mereka mempelajari bahasa Arab, kemudian menerjemahkan berbagai buku ilmu pengetahuan ke dalam bahasa mereka.
Islam tidak membenarkan ummatnya pelit dalam memberikan sumbangan ilmu pengetahuan kepada masyarakat dunia. Tidak seperti halnya dengan Barat sekarang, yang dikenal sangat hati-hati (baca: pelit) untuk mentrasfer ilmu pengetahuan yang telah mereka kembangkan, khawatir akan menggeser dominasi mereka.
Kehadiran Islam memang untuk memberi rahmat bagi seluruh alam, bukan untuk kepentingan suatu golongan atau kelompok tertentu semata. Kaum muslimin sangat mematuhi undang-undang ad-Din yang sangat berwibawa, yang dalam hal ilmu ini diwakili oleh salah satu sabwa Rasulullah saw:
"Barangsiapa yang menyembunyikan ilmu ketika ditanya, maka di hari kiamat ia akan dikekang dengan tali kekang dari api neraka." (HR. Jama'ah, Ahmad, dan Abu Hurairah)
Syukur nikmat
Angin kemerdekaan yang telah kita nikmati sekarang menuntut kita untuk pandai-pandai mensyukurinya. Wujud kesyukuran itu, di samping bekerja keras untuk membenahi infra struktur fisik maupun non-fisik, juga menegakkan nilai-nilai kebenaran.
Tugas yang terakhir inilah yang dirasakan cukup berat, di tengah era kompetisi seperti saat ini. Karena itulah Islam dan kebenaran ajarannya sudah sangat layak untuk ditegakkan. Nilai-nilai ajarannya sudah saatnya dibumikan di alam yang sudah bebas ini. Bila tidak, maka penjajahan dalam bentuknya yang lain, dengan jumlahnya yang lebih banyak akan kembali mencengkeram negeri ini.
Para penjajah secara fisik boleh pergi, akan tetapi ideologi mereka kini perlahan-lahan telah merembas masuk ke dalam tata nilai kehidupan bermasyarakat. Gejala-gejala itu sudah kita rasakan dari sekarang.
Musuh dan para penjajah tidak akan pernah berhenti melakukan penyerangan, sebelum kita benar-benar telah menjadi miliknya, dikuasainya. Allah swt berfirman:
"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi, dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh Allah." (QS. Al-Anfal: 60)
Dalam bahasa Al-Qur'an, kewaspadaan diseluruskan dengan syukur. Barangsiapa yang tidak bersyukur terhadap anugerah yang telah Allah berikan, dengan tidak meningkatkan kewaspadaan dan keberhati-hatian, maka Allah akan menggantinya dengan adzab yang sangat pedih:
"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.'" (QS. Ibrahim: 7)
Peringatan Allah ini mengandung pelajaran yang sangat mendalam. Agar manusia tidak terlena setelah memperoleh salah satu bentuk kenikmatan. Termasuk dalam hal ini, nikmat hidup di alam kemerdekaan. Sebab, jangan-jangan, secara tidak sadar kita sedang menyerahkan diri kepada bentuk penjajahan yang lebih canggih, yakni perbudakan halus manusia oleh manusia. Buktinya, kita lebih suka menghambakan diri kepada kepentingan dunia ketimbang mematuhi peringatan-peringatan Allah menyangkut kehidupan dunia ini. Kita beranggapan bahwa agama adalah urusan akhirat, sedangkan yang kita hadapi adalah kenyataan dunia yang penuh liku dan keruwetan. Kita lupa, bahwa agama, atau aturan Allah itu diturunkan, justru untuk mengatur hidup kita selama masih berada di dunia. Setelah urusan dunia selesai, kiamat datang, aturan agama tidak ada gunanya lagi. Pola pikir seperti ini adalah salah satu hasil penjajahan aqidah yang telanjur merasuk ke relung hati kita.
Kita masih mempunyai kesempatan untuk memperbaikinya. Agar kehidupan masa depan generasi yang kita tinggalkan, tidak tumbuh menjadi generasi yang mudah diperbudak apapun juga. Sebab sungguh sangat malang negeri ini, bila generasi yang hidup di dalamnya adalah mereka yang hidupnya mudah diperbudak. Kita berlindung kepada Allah dari hadirnya generasi yang seperti ini.


ISLAM DAN KEMERDEKAAN




Besok taggal 17 Agustus kemerdekaan RI genap berusia 63 tahun. Ibarat seorang manusia, usia 63 tahun adalah usia tua dan sekaligus fase kematangan berfikir dan puncak produksi. Ia telah melewati beberapa fase dalam hidupnya seperti masa kanak-kanak, remaja, dan dewasa. Tetapi bila hal itu kita terapkan pada bangsa ini, kondisi riilnya sama sekali tidak membenarkan idealita itu. Bahkan sepertinya kita masih berada pada fase belajar dewasa. Ibarat manusia, pada dirinya terjadi pertumbuhan yang tidak normal, mengalami kelambanan dalam berfikir dan bertindak. Kenapakah hal itu bisa terjadi?

Itulah yang harus sama-sama kita fikirkan melalui renungan ini. Dalam pandangan Islam kemerdekaan tidak hanya diukur dari terbebasnya sebuah bangsa dari penjajahan kolonial. Memang itu tidak dipungkiri sebagai salah satu alat ukur. Karena kondisi terjajah membuat suatu bangsa bergantung kepada pihak yang menjajah. Kemudian tidak adanya kebebasan (hurriyah) bertindak dan menentukan nasib sendiri dari bangsa terjajah. Segala keputusannya tergantung pada si penjajah. Namun kemerdekaan yang hakiki baru dapat dirasakan bila semua makna ‘penjajahan’ tersebut betul-betul sirna dan berakhir dalam kehidupan suatu bangsa. Suatu bangsa baru dikatakan merdeka yang sesungguhnya, bila bangsa itu hidup mandiri, tidak menggantungkan nasibnya kepada negara lain. Kemandirian di sini khususnya menyangkut hal-hal yang general, seperti kemandirian ideology, ekonomi, politik, hukum, budaya, pendidikan, dan sebagainya. Kemandirian tidak berarti menutup pintu untuk bekerjasama dengan bangsa lain untuk meraih suatu tujuan yang menguntungkan bersama.
Kemandirian ekonomi berarti bangsa itu tidak menggantungkan hidupnya dan perputaran roda perekonomiannya dari bantuan dan pinjaman luar negeri. Kemandirian poilitik berarti bangsa itu betul-betul bebas dalam menentukan kemauan dan kebijakannya, tidak dipengaruhi oleh kemauan dan kepentingan negara-negara maju. Bila bangsanya menginginkan agar Islam diterapkan dalam hidup bernegara, penguasa negeri itu mengikuti tuntutan rakyatnya, bukan mendengar gertakan-gertakan negara maju yang senantiasa mengkhawatirkan pelaksanaan aturan Islam di negerinya sendiri. Kemandirian hukum lebih jelas lagi. Bangsa yang merdeka adalah bangsa yang mampu melahirkan perundang-undangannya sendiri. Bukan menggunakan hukum produk negara penjajah. Bangsa muslim baru dikatakan merdeka, bila mereka sudah mampu menerapkan syari’ah Islam dalam semua segi kehidupan mereka, bukan memilah-milah bagian yang sifatnya pribadi dan keluarga saja. Di sinilah perbedaan pokok antara Islam dengan ideologi lain. Islam mengharuskan pemeluknya untuk patuh dan tunduk kepada aturan hukumnya. Dalam masalah-masalah pokok, Islam tidak menyerahkan aturan itu kepada manusia, karena hal tersebut akan rentan dengan perebutan kepentingan. Oleh karenanya diambil alih oleh Allah swt yang mengetahui persis hal-hal yang sesuai dengan kebaikan manusia dan bahaya yang mengancamnya. Demikian juga dengan kemandirian budaya, apabila budaya bangsa itu tidak diwarnai oleh infiltrasi budaya asing (barat), dalam kehidupan remaja, rumah tangga, etika pergaulan dsb. Dan lebih prinsip lagi adalah pola pikir atau sering disebut sebagai ‘ideologi’. Insan yang merdeka adalah insan yang tidak mengkopi pemikiran dan tidak mewarisi pola pikir kaum penjajah, seperti sekularisme, materialisme, hedonisme dan isme-isme lainnya. Akan tetapi insan yang berpegang teguh pada ideologinya sendiri. Bila ia seorang muslim, maka ideologi yang dianutnya seharusnya Islam. Sehingga pemikiran dan pola berpikirnya senantiasa mengacu kepada kerangka berfikir Al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw.
Apabila pilar-pilar tersebut belum terpenuhi secara global, maka sulitlah untuk mengatakan bangsa itu telah merdeka. Yang ada hanyalah merdeka dari penjajahan fisik dan militer sebagaimana yang lazim dikenal pada awal abad kedua puluh lalu. Bagaimana mungkin dapat disebut suatu bangsa merdeka bila masalah bangsa itu dari persoalan politik hingga budaya sangat dipengaruhi oleh kekuatan asing. Dari ujung rambut ke ujung kaki disetir oleh orang luar. Yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah ketergantungan –untuk tidak menyebut keterjajahan- ini disebabkan karena kelemahan dalam diri bangsa-bangsa yang baru merdeka atau sebuah kondisi yang dipaksakan oleh pihak penjajah kepada mereka, yang betapapun mereka mau lepas dari kerangkeng penjajah itu tetap saja akan terikat oleh rantai-rantai lainnya?
Kedua kemungkinan ini dapat terjadi secara bersamaan. Bahwa bangsa-bangsa muslim sekarang belum menyadari sepenuhnya arti keterbebasan itu (yang ada hanya pada segelintir orang saja), memang suatu realita yang tidak dapat ditolak. Tetapi dari percaturan politik internasional kemungkinan kedua tadi juga tak dapat ditampik adanya. Tapi yang sadar akan hal ini hanya kalangan tertentu dari bangsa-bangsa muslim. Pada umumnya mereka sudah tertidur dengan nyanyian kemerdekaan dan ‘kesenangan’nya. Sungguh amat jelas konspirasi negara-negara barat terhadap negara-negara muslim yang ingin melepaskan jerat penjajahan itu. Tetapi mereka yang betah dengan kondisi terjajah, akan dibiarkan begitu saja dan dimamahi oleh si penjajah. Penguasa yang ada di negara-negara muslim hanyalah perpanjangan tangan kaum kolonial saja. Sebab, kaum penjajah tidak bakal meninggalkan negara jajahannya sebelum yakin bahwa yang menggantikannya di kursi kekuasaan adalah orang-orang yang bercorak pikiran serupa dengan si penjajah. Jadi, –seperti mengutip istilah Sayed Quthb- keluar "Inggris putih", masuk "Inggris cokelat". Sebenarnya kaum kolonial barat tidak mengizinkan kita merdeka dengan sesungguhnya? Sehingga mereka berupaya dengan berbagai cara untuk tetap mempertahankan ketergantungan itu, yang diawali dari ketergantungan ekonomi, kemudian merembes kepada ketergantungan politik, dan tidak disadari masuk dalam jerat ketergantungan budaya, sementara ikatan hukum belum bisa dilepaskan, karena elit-elit yang masih terbelit oleh jerat ideologis.
Dalam konsep Islam kemerdekaan diawali dari keterbebasan `aqidah dan pola pikir manusia dari mengikuti ‘hawa nafsu’. Sebab menurut terminologi `aqidah hanya dikenal dua arus, 1. arus Allah swt dan 2. arus thaghut (Syaitan). Orang yang tidak mengikuti arus Allah swt –sadar atau tidak sadar- sudah pasti akan terkoptasi oleh arus thaghut. Orang beriman membebaskan diri dan keinginannya dari segala keterikatan di luar Allah. Arus Allah itu rambu-rambunya sudah jelas baik dalam dimensi politik, ekonomi, hukum, budaya, dll. Kesemuanya mengancu kepada ketentuan Allah dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi-Nya. Manusia berfikir bagaimana menerapkan aturan itu dan mengembangkan ke bagian-bagian yang belum terjangkau secara harfiyah oleh aturan itu melalui mekanisme ‘ijtihad’. Manusia jangan seklai-kali berfikir ingin merubah atau lari dari aturan itu. Konsekuensinya harus dibayar dengan biaya yang sangat mahal –ketersesatan di dunia dan neraka di akhirat. Itulah yang terjadi sekarang ini, dimana manusia kehilangan kemanusiaannya karena mengikuti ‘hawa nafsu’nya (thaghut). Sistem-sistem yang mereka ciptakan dengan tujuan awal untuk kesenangan dan kebahagiaan manusia, serta-merta berubah menjadi malapetaka yang mencelakakan kemanusiaan secara umum. Jadi manusia menjadi musuh dari produk-produknya sendiri. Ancaman kehancuran dunia datang dari mana-mana, dari politik, militer, ekonomi, lingkungan, budaya, hukum, dan sendi-sendi lainnya. Sudahkah tiba saatnya manusia –khususnya umat Islam- sadar dan ruju` kepada aturan Allah swt dan petunjuk (hadyu) Nabinya saw. dengan meretas berbagai ikatan dan jeratan pertama sekali dari benaknya (`aqidah), kemudian ke lingkungan sekitarnya. Tanpa dibayang-bayangi oleh perasaan ketakutan yang dihembusklan oleh syaitan dan tentara-tentaranya tentang kondisi kemajemukan bangsa, kebinekaan, nasionalisme dan sejenisnya.

ARTI KEMERDEKAAN


ARTI KEMERDEKAAN
Agustusan…. itu istilah lazim yang sering digunakan oleh sebagian masyarakat Indonesia setiap memasuki bulan Agustus disetiap tahunya.
Kenapa??? karena dibulan itu bangsa Indonesia merayakan peringatan HUT kemerdekaan RI (17 Agustus), oleh karena itu sering disebut dengan Agustusan.
menurutku makna yg terkandung dalam kata agustusan terlalu ringan dibandingkan dgn saat2 dulu para pahlawan berjuang mati2an membela dan mempertahankan negeri ini dari tirani penjajahan.


Agustusan ya brarti bulan Agustus…bukan HUT Kemerdekaan….
HUT Kemerdekaan RI adalah setiap tanggal 17 Agustus.
Menurutku makna kemerdekaan itu……….
Kemerdekaan RI bukanlah suatu hadiah….
Kemerdekaan RI bukanlah suatu hajatan….
Kemerdekaan RI bukanlah milik beberapa org / golongan / kelompok saja….
tetapi….
Kemerdekaan RI adalah suatu rahmat Allah SWT….
Kemerdekaan RI adalah buah hasil perjuangan hidup mati anak-anak bangsa…
Kemerdekaan RI adalah milik seluruh rakyat Indonesia…Presiden, menteri, pejabat, direktur, manager, wiraswasta, ibu rumah tangga, tukang becak, tukang parkir, pengamen, dan lain-lain bahkan juga milik bayi yg msh dalam kandungan ibunya….
tidaklah pantas kita menggembor-gemborkan Kemerdekaan RI dgn berfoya-foya….
tidaklah pantas kita merayakan Kemerdekaan RI dgn berpesta pora….
TIDAKLAH PANTAS KITA MERAYAKAN KEMERDEKAAN RI JIKA DISEKITAR KITA MSH BANYAK YG BERJUANG MELAWAN KERASNYA HIDUP DEMI SESUAP NASI…DEMI MENGHIDUPI ANAK ISTRINYA…SEDANGKAN DISISI LAIN KORUPSI SEMAKIN TUMBUH DAN BERKEMBANG…
TIDAKLAH PANTAS KITA MERAYAKAN KEMERDEKAAN RI JIKA MSH ADA TANGIS ANAK-ANAK YG MENAHAN LAPAR….PENGANGGURAN DIMANA-MANA…GELANDANGAN BERKELIARAN….PERAMPOKAN, PENCURIAN, PENCOPETAN, PEMBUNUHAN, PEMERKOSAAN MERAJALELA…
TIDAKLAH PANTAS KITA MERAYAKAN KEMERDEKAAN RI DIMANA MSH ADA BURUH KERJA TIDAK DIBAYAR….KERUSUHAN, PERKELAHIAN, BAKU HANTAM, ANARKHISME SEMAKIN MEMBUDAYA….
apakah ini buah dari Proklamasi Kemerdekaan ???
apakah ini tujuan Kemerdekaan Republik Indonesia ???
apakah ini cita-cita para pejuang bangsa yg telah tiada ???
BUKANNNN…..
BUKAN INI BUAH DARI PROKLAMASI…
BUKAN INI TUJUAN KEMERDEKAAN RI…
BUKAN INI CITA-CITA PEJUANG BANGSA…
LALU…APA ARTINYA PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI…???
APA MAKNA KEMERDEKAAN NEGERI INI…???
semuanya tidak ada artinya….
semuanya tidak ada maknanya….jika hal-hal diatas masih dan masih saja terjadi…
jika hal-hal diatas msh merudung negeri jamrud khatulistiwa ini…
mari kita smua merenung sedalam-dalamnya….
apakah kita sudah pantas disebut sebagai anak bangsa yg cinta pada negerinya sendiri….
apakah kita sudah pantas disebut sebagai generasi muda penerus pembangunan…
apakah kita sudah pantas disebut sebagai warga negara yg rela berkorban untuk tanah airnya…
lalu…
APAKAH KITA SUDAH PANTAS MERAYAKAN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA…
APAKAH KITA SUDAH PANTAS MEMAKNAI KEMERDEKAAN INI….
renungkanlah…..
pikirkanlah….
rencanakanlah….
lakukanlah…
smuanya hanya untuk negeri kita tercinta…INDONESIA….
SELAMAT HUT KEMERDEKAAN KE-63 REPUBLIK INDONESIA….
SMOGA BANGSA INI DAPAT SEGERA BANGKIT DARI KETERPURUKAN

Monday, July 28, 2008

Opick: OST Mengaku Rasul

About Opick
Opick make his debut for the first time is when he release the Tombo Ati (Religious Song in Bahasa Indonesian). Tombo Ati is a traditional Javanese song composed by Sunan Bonang, one of Wali Sanga . This song is based one of famous hadith of prophet Muhammad. The song is about a Muslim's ways of gaining spiritual peace and tranquility, through tahajjud, reciting the Qu'ran, fasting, gathering with pious people, and in constant remembrance of Allah Most High, all of which are considered to be "Remedies for the Heart".

This song is still being taught at pesantrens, and has been sung, recorded and released by several Indonesian singers.

Five centuries after its composition, this song is still one of the most popular traditional Javanese songs. Its popularity also spread to mostly Muslim Indonesian region such as Sumatra. Islamic song contests, in Indonesia often use it as mandatory song. Due to its spiritual contents, pesantrens often teach it, particularly in traditional inland parts of Java.

Indonesian singer has many times re-released it as modern religious song, often accomopanied with Indonesian translation. One of the latest adaptations, on the album 'Istighfar' by Opick, has sold at least 180,000 copies. Another adaptation, by Emha Ainun Nadjib, is also famous. This song is especially popular during the holy month of Ramadan.

This is the newest Opick Religious Album: Mengaku Rasul
Tuhan lindungilah download
Assalamualaikum download
Taubat download
Rapuh download
Pewaris surga download
Mendambamu download
Haji download
Allah cinta download
Beruntunglah download
Khusnul khotimah download
Sedekah download
Allahu ya salam download

Most Popular Islamic Compilation Song

Kompilasi Tembang Islami Terpopuler:
This album containing the most popular Islamic song. You can find 8 songs sing by most popular artist from Indonesia like Sakha, Cokelat Band, Opick, Debu Group, Idris Sardi, Dessy Ratnasari and Snada Group.

Just clik on the link to download free mp3:

Mutiara Hati Sakha download
Pasrahkan PadaNya Cokelat download
Taqwa Opick download
Cinta Sejati Debu download
Ya Rasulullah Idris Sardi download
Mazhab Cinta Debu download
Hidayah Dessy Ratnasari download
New Shalawat Snada download

Ketika Cinta Bertasbih, dll.

Klik pada judul untuk mendownload:

Ketika cinta bertasbih- Melly Goeslaw free download


Takdir:
Opick ft. Melly G download

Raihan: Demi Masa

About Raihan
Raihan (Fragrance of Heaven in Arabic) is a Malaysian Nasheed group originally composed of five members that took Malaysia by storm with the release of their debut album Puji-Pujian in October of 1996. This group comprised of Nazrey Johani, Che Amran Idris, Abu Bakar Md Yatim and Azhari Ahmad as the leader. Produced by Farihin Abdul Fattah, Puji-Pujian grossed sales of more than 650,000 units.

However, on 29 August 2001, one of the founding members/header, Azhari Ahmad, died of a heart attack shortly after attending the Era Awards ceremony in Genting Highlands, Pahang.

The remaining four members, Nazrey Johani, Che Amran Idris, Abu Bakar Md Yatim and Amran Ibrahim have continued releasing album after album. So far, Raihan has released a total of 11 albums and has won many awards in Malaysia. To date, Raihan had won AIM Anugerah Kembara three time for their extensive international tours.

Nazrey Johani recently resigned from Raihan and is replaced by Nordin Jaafar. However, in early January 2007, Nordin Jaafar himself resigned from Raihan. He was replaced by Zulfadli Bin Mustaza.

Raihan's motto is 'Pray Hard, Work Smart'.

On Demi Masa, Raihan perform the Hadist:
"Pergunakanlah lima perkara sebelum datang lima perkara yang lain. Pertama, masa hidupmu sebelum datang kematianmu. Kedua, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu. Ketiga, masa luangmu sebelum datang masa sibukmu. Keempat, masa mudamu sebelum datang masa tuamu. Kelima, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu." (HR. Hakim).

Download Demi Masa below:

Tihamah download mp3
Demi Masa download mp3
Kasih Sayang download mp3
Mari Berhibur download mp3
Bonds Of Love download mp3

UNGU: Para Pencari-Mu (2007)

This is the Mini Album of UNGU; a band from Indonesia. Actually their music are not base on religious music. Released in September 15, 2007. UNGU Band member are: Pasha, Oncy, Rowman, Enda and Makky.

Download The Mini Album: Para Pencari-MU below:

Para Pencari Mu download
Sembah Sujudku download
Sesungguhnya download
Tuhanku download
Surga Hati (feat Ust Jeffry) download

Sunday, July 27, 2008

Gigi: Raihlah Kemenangan

Gigi; rock Band from Indonesia released this album on Oct 19, 2004.
The personel Armad Maulana, Dewa Budhana, Thomas Ramdan and Gusti Hendy perform this album special for rock lover.

LAILATUL QADAR [download here]
HILANG [download here]
TUHAN [download here]
RAIHLAH KEMENANGAN [download here]

DEBU - MABUK CINTA (Drunk with Love)

About Debu
Debu is a group of Muslim musicians formed in 2001 and currently based in South Jakarta, Indonesia. Most of the band's members are American, with other members from England, Sweden and Indonesia. Their band name is an Indonesian language means “dust”. Debu’s music has sound mix of Middle Eastern strings, thumping drums, flutes, violins, an Irish harp, santur, flamenco guitar, baglama, tambura, oud, dumbek and some Indonesian instruments. Their music lyrics are about peace, the love and longing to the Creator, and other Islamic messages. The songs are mainly in Indonesian, but there are also some in Arabic, English, Persian, Turkish, Spanish and Chinese language. They have released four Indonesian albums and one Turkish album.

From DEBU's vast repertoire of music, these selected songs in this debut represent DEBU's fast journeying and ever evolving musical style.

Drunk with Love represents a synthesis and the impetus for all the songs in this album. Implicitly and explicitly, the Sufi poetry manifests the drunkenness of of the Sufi poet - drunken with the love of his Creator and striving to convey this love adequately.

Buy Here
Download Here:

AMPUNILAH SAYA [Download Debu Mabuk Cinta mp3]
CINTA SAJA.mp3 [Download Debu Mabuk Cinta mp3]
LAUTAN HATIKU [Download Debu Mabuk Cinta mp3]
BADAN DAN HATI [Download Debu Mabuk Cinta mp3]
INSYA ALLAH [Download Debu Mabuk Cinta mp3]
DIDALAM TAMAN KEKASIH] [Download Debu Mabuk Cinta mp3]
ASYIK NAMA ALLAH [Download Debu Mabuk Cinta mp3]
DARI TIMUR TERBIT CAHAYA [Download Debu Mabuk Cinta mp3]
MUSTOFA AINUL WARAA [Download Debu Mabuk Cinta mp3]
ALLAH , HATI MEMANGILMU [Download Debu Mabuk Cinta mp3]


Rahasia Penghasilan Online tanpa perlu Modal
--------> http://penghasilanonlinekita.blogspot.com

Opick: Obat Hati

Nasyid an Alternative

In nine teen, Nasyid is just an interlude, like a kolak pisang in Ramadhan month.
Yet, there are diferent situation. Nasyid become more passionate with the emerge of Nasyid group Raihan in Malaysia, Snada, Izzatul Islam, Suara Persaudaraan, Mupla from Indonesia. Now, we can find Haddad Alwi dan Sulis with their album "Ziarah Rasul" with sold three million copies. It is true that Nasyid as alternative Islam music that we always waiting for.

Click here to download Nasyid:

01. TOMBO ATI - OPICK [download Moeslim mp3]
02. AIR MATA ACEH - SNADA [download Moeslim mp3]
03. DARI BUMI UNTUK LANGIT - ICHA JIKUSTIK [download Moeslim mp3]
04. MADAH ROSUL - DANG FATHURRAHMAN[download Moeslim mp3]
05. PASRAHKAN DIRI - YANA YULIO [download Moeslim mp3]
06. KAU MILIKNYA - AL VEOLI [download Moeslim mp3]
07. DEMI MASA - EL VOICE [download Moeslim mp3]
08. SATU HARAP - HARD [download Moeslim mp3]
09. ANUGRAH YG TERINDAH - GRADASI [download Moeslim mp3]
10. MENGEMIS KASIH - ALJ [download Moeslim mp3]
11. BISMILLAH MULA MULA - KAHFI [download Moeslim mp3]
12. RINDUKU - BPM [download Moeslim mp3]

Thursday, July 24, 2008

Ungu: Surga-Mu (Your Heaven) 2006

Ungu is Indonesia Band base on pop music.
In 2006 thay released Surga-Mu (Your Heaven); the Religious Pop album.

Surga-Mu (Your Heaven) created by Enda and Selamat Lebaran (Happy Idul Fitri) create by Pasha being a fenomenal and sung every where.
Here are 5 song and karaoker version. Click to download.


Surga-Mu | Andai Ku Tahu | Selamat Lebaran | Doa | Shalawat

versi Karaoke:
Surga-Mu (Karaoke) | Andai Ku Tahu (Karaoke) | Selamat Lebaran (Karaoke) | Doa (Karaoke) | Shalawat (Karaoke)

TASAWUF DALAM MENCARAI RIZQI

Tasawuf Dan Mencari Rezeki

Banyak pendapat atau kesan yang kurang tepat atau keliru tentang bagaimana seharusnya kehidupan para sufi. Hal ini adalah wajar dan beralasan, karena salah satu daripada makam yang harus ditempuh oleh calon sufi adalah makam zuhud.

Ada dua pendapat tentang pengertian zuhud ini. Pendapat pertama, zuhud berarti berpaling dan meninggalkan sesuatu yang disayangi yang bersifat material atau kemewahan duniawi dengan mengharap dan menginginkan sesuatu wujud yang lebih baik dan bersifat spiritual atau kebahagiaan akhirati. Pengertian pertama ini akhirnya berkembang ekstrim sehingga zuhud berarti benci dan meninggalkan sama sekali segala sesuatu yang bersifat duniawiyah.



Pendapat kedua, zuhud tidak berarti semata-mata tidak mau memiliki harta dan tidak suka mengenyam nikmat duniawi. Tetapi zuhud sebenarnya adalah kondisi mental yang tidak mau terpengaruh oleh harta dan kesenangan duniawi dalam pengabdian diri kepada Allah SWT.

Menanggapi pengertian ini penulis lebih condong kepada pengertian kedua. Alasan penulis selain Al Qur'an dan Al Hadis yang tidak menyuruh kita kearah pengertian zuhud yang ekstrim pertama, juga kehidupan para sahabat zaman Rasulullah dan kehidupan sahabat semasa Khulafaur rasyidin. Sahabat-sahabat utama Rasulullah seperti Abu As Siddiq, Usman bin Affan dan Abdul Rahman bin 'Auf adalah orang-orang yang kaya. Walaupun mereka orang kaya, mereka tetap hidup sebagai orang zuhud, yaitu hidup sederhana, di mana kekayaan mereka itu tidak akan mengurangi apalagi memalingkan pengabdian diri mereka kepada Allah SWT.
Pengertian zuhud yang kedua ini sesuai dengan firman Allah SWT,

Artinya : (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri (Q.S. Al Hadid 57 : 23).

Firman Allah SWT,
Artinya : Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) kampung akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik padamu (Q.S. Al Qashash 28 : 77).

Pengertian kedua ayat ini adalah bahwa kita manusia tidak dapat memisahkan diri kita sama sekali dari harta dan segala bentuk kesenangan duniawi yang diridlai Allah, sebab kita masih hidup di alam dunia. Pengertian lainnya adalah bahwa harta benda tidak dilarang untuk dimiliki, tetapi harta benda tersebut tidak boleh mempengaruhi atau memperbudak seseorang, sehingga menghalangi yang bersangkutan untuk menghampirkan dirinya kepada Allah SWT, atau dengan kata lain, sikap orang sufi tidak boleh diperbudak oleh harta duniawi, tetapi harta duniawi itu dijadikan persembahan, pengabdian ubudiyah lebih banyak lagi kepada Allah SWT.

Timbul pertanyaan, "Apa sebab terjadinya pengertian dan sikap zuhud ini ?". Kajian dan gerakan zuhud ini muncul di kalangan pengamal tasawuf pada akhir Abad Pertama hijriah. Gerakan ini muncul sebagai reaksi terhadap pola hidup mewah para khalifah dan keluarganya serta pembesar negara, yang merupakan dampak dari kekayaan yang diperoleh kaum muslimin dalam pembebasan, penaklukan negeri-negeri Suriah, Mesir, Mesopotamia dan Persia.
Semasa Dinasti Umayyah pola hidup sederhana berubah menjadi pola hidup mewah di kalangan para khalifah dan pembesar-pembesar negara dan timbulnya jurang pemisah antara rakyat dan penguasa. Pola hidup mewah dan kondisi mental yang demikian ini tidak sesuai dengan pola ajaran dan amal agama seperti dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya. Demikian pula pola hidup zuhud yang ekstrim seperti pengertian pertama adalah tidak selaras dengan arahan Al Qur'an dan Al Hadis.

Pola ajaran dan amal tasawuf harus sesuai dengan Al Qur'an dan Al Hadis, atau dengan kata lain yang bertentangan dengan itu bukanlah pola ajaran dan amal tasawuf. Di dalam Al Qur'an maupun Al Hadis kita disuruh bertebaran di muka bumi ini untuk mencari rezeki sebagai karunia Allah.
Firman Allah SWT,

Artinya : Maka bertebaranlah kamu dan carilah rezeki sebagai karunia Allah (Q.S. Al Jumu'ah 62 : 10).
Firman Allah SWT,

Artinya : Dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari rezeki sebagian dari karunia Allah (Q.S. Al Muzammil 73 : 20)
Firman Allah SWT,

Artinya : Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki dari perniagaan) dari Tuhanmu (Q.S. Al Baqarah 2 : 198).

Yang prinsip adalah usaha-usaha mencari rezeki itu, haruslah dari usaha yang halal dan hasilnya harus disyukuri dengan memanfaatkannya sesuai dengan syariat agama.
Firman Allah SWT,

Artinya : Dan Kami adakan di muka bumi itu sumber penghidupan, tetapi amat sedikitlah kamu yang bersyukur (Q.S. Al A'raf 7 : 10).
Sabda Rasulullah SAW,

Artinya : Pedagang yang jujur pada hari kiamat nanti akan dihimpun bersama orang-orang yang jujur (siddiqin) dan bersama orang-orang yang mati syahid. (H.R. At Tarmizi dan Al Hakim).

Sabda Rasulullah SAW,
Artinya : "Barang siapa mencari dunia dengan halal, menjaga diri dari minta-minta, berusaha untuk keluarganya dan belas kasih kepada tetangganya, maka ia bertemu dengan Allah nanti. Sedangkan wajahnya seperti bulan pada malam purnama." (H.R. Abu Syaikh, Abu Na'im dan Al Baihaqi).

Pada suatu ketika Rasulullah SAW sedang duduk-duduk bersama dengan para sahabatnya, tiba-tiba tampaklah disana seorang yang masih muda, yang mempunyai tubuh kekar dan kuat. Ia pagi-pagi itu telah bekerja dengan penuh semangat. Para sahabat lalu berkata, "Kasihan sekali orang ini, andaikata kemudaan serta kekuatannya itu dipergunakan untuk sabilillah, alangkah baiknya".
Sabda Rasulullah SAW,

Artinya : "Janganlah kamu semua berkata demikian, sebab orang itu kalau keluarnya dari rumah untuk bekerja guna mengusahakan kehidupan anaknya yang masih kecil, maka ia telah berusaha fi sabilillah. Jikalau ia bekerja itu untuk dirinya sendiri agar tidak sampai meminta-minta pada orang lain, itu pun fi sabilillah. Tetapi apabila ia bekerja karena untuk berpamer atau bermegah-megahan, maka itu adalah fi sabilisy syaitan atau mengikuti jalan setan." (H.R. Thabrani).

Allah benci kepada orang yang berpangku tangan dan orang minta-minta.
Sabda Rasulullah SAW,

Artinya : Barang siapa yang membuka pada dirinya pintu meminta-minta, maka Allah membukakan atasnya 70 (tujuh puluh) pintu kefakiran (H.R. Tarmizi).

Diriwayatkan bahwa Isa a.s. melihat seorang laki-laki, maka beliau bersabda, "Apakah yang kamu kerjakan ?". Ia menjawab, "Saya beribadat". Isa bersabda, "Siapakah yang menanggungmu ?". Ia menjawab, "Saudaraku". Isa bersabda,"Saudaramu lebih baik ibadatnya daripada kamu".

Ibnu Mas'ud r.a. berkata, " Sesungguhnya saya benci untuk melihat seorang laki-laki itu menganggur, tidak bekerja pada urusan dunianya dan tidak pula bekerja dalam urusan akhiratnya”.

Demikianlah sebagian dari dalil-dalil Al Qur'an dan Al Hadis maupun Atsar, mengingatkan supaya kita berusaha mencari rezeki sebagai karunia Allah dan mensyukurinya.

Para sufi itu pada umumnya bekerja sendiri untuk mencari nafkahnya dalam segala bidang usaha, sehingga ada di antara mereka itu diberikan julukan-julukan sesuai dengan bidang usahanya itu. Seperti Al Qashar (Tukang Penatu), Al Waraaq (Tukang Kertas), Al Kharraaz (Penjahit Kulit Hewan), Al Bazzaaz (Pengrajin Tikar dari Daun Kurma), Al Hallaaj (Pembersih Kulit Kapas), Az Zujaaji (Pengrajin Dari Kaca), Al Hasriy (Pengrajin Tikar), As Shairafi (Penukar Uang), Al Muqry (Pembaca) dan Al Farraa' (Penyamak Kulit) dll.
Sebagai manusia biasa, mereka itu ada yang kaya dan ada pula yang miskin. Mereka yang kaya konsekwen mengeluarkan zakat hartanya, dan bagi yang tidak sampai nisabnya mereka berinfaq dan bersadaqah sesuai dengan Q.S. Al Ma'arij 70 : 24 - 25.

Mengenai bagaimana sikap mental sufi yang kaya, dapat kami contohkan tokoh-tokoh sufi berikut ini,

a. Sayyidi Syekh Abul Hasan As Syadzili
As Syadzili adalah salah seorang tokoh sufi kenamaan. Seorang tokoh sufi yang kaya raya yang memiliki sawah ladang yang luas, ternak sapi yang banyak dan juga seorang saudagar.
Bagaimana sikap tokoh ini tentang dunia dengan segala kemegahannya, baik wanita, harta dan tahta tercermin dalam do'a beliau yang terkenal,

Artinya : Ya Allah, lapangkanlah rezekiku di dunia ini, tetapi jangan Engkau jadikan rezeki itu penghalang untuk menuju akhiratku. Ya Allah, jadikanlah duniaku ini (harta dan lain-lain) di tangan- tangan kami dan janganlah Engkau masukkan ke dalam hati sanubari kami ini.

Dari do'a ini tergambar sikap kaum sufi terhadap dunia dengan segala kemegahannya itu. Yaitu kaum sufi tidak tunduk kepada dunia dan kaum sufi tidak sudi diperbudak oleh dunia, tetapi menjadikan dunia itu sebagai sarana untuk menuju dan memperoleh akhirat yang lebih sempurna, sesuai dengan surat Al Hadid 57 : 23 dan surat Al Qashash 28 : 77.

b. Ibnu 'Athaillah As Sakandary
As Sakandary berkisah bagaimana seorang sufi yang kaya raya mempraktekkan ajaran Al Qur'anul Karim. Walaupun hartanya berlimpah-limpah tetapi tidak menghalanginya dalam beramal sebagai seorang sufi. As Sakandary berkisah kepada muridnya tentang seorang kawannya di Maroko, yaitu seorang sufi yang hidupnya zuhud terhadap duniawi dan bersungguh-sungguh dalam ibadatnya. Sumber hidupnya hanya apa yang diperolehnya dari memancing. Sebagian dari hasil itu dimakan dan sisanya disedekahkan.

Pada suatu hari ada murid As Sakandary akan pergi ke Maroko dan dia berpesan kepada muridnya yang juga sufi itu. Kalau kamu sampai di suatu desa di Maroko di mana kawanku bertempat tinggal, mintalah do'a kepadanya, sebab dia adalah seorang wali. Setelah sampai di desa tersebut, murid As Sakandary ini menemui rumah kawan gurunya tersebut. Rumah itu adalah rumah besar dan mewah seperti layaknya rumah raja-raja, yang tidak layak sebagai rumah seorang sufi. Waktu ditanya ternyata benar bahwa itu adalah rumah kawan gurunya yang dicari. Ketika itu sang sufi sedang bepergian dan ketika pulang ternyata dia menunggang kuda dengan pakaian kendaraan yang serba mewah, seolah-olah dia adalah seorang raja.
Melihat keadaan ini hampir saja murid As Sakandary ini pulang dan membatalkan niatnya untuk bertemu dengan guru sufi itu, namun terpikir olehnya tidak baik melanggar perintah guru. Lalu dia menemui juga guru sufi tersebut. Ketika diijinkan masuk, dia pun makin heran, setelah melihat banyaknya pelayan yang berpakaian serba mewah, dengan isi rumah yang serba lux dan dimulailah pembicaraan antara keduanya. "Saudaramu si Fulan berkirim salam kepadamu". "Apakah kau dari sana?" tanyanya padaku. "Iya", jawabku. Lalu dia berkata, "Jika kamu kembali kepada saudaraku itu katakan kepadanya", Sampai kapankah kesibukanmu kepada dunia itu berakhir". Keherananku semakin bertambah setelah mendengar pesan orang itu. Ketika aku bertemu dengan guruku, beliau bertanya, "Adakah kamu berjumpa dengan saudaraku ?". "Iya", jawabku. "Adakah suatu pesan untukku ?" tanyanya. "Tidak", sahutku. Lalu beliau berkata, "Aku yakin pasti ada sesuatu pesan untukku". Maka aku ceritakan apa yang aku lihat dan apa yang dipesankan buat beliau. Mendengar ceritaku, guruku lalu menangis.Setelah agak lama,beliau berkata,
Artinya : Sungguh benar ucapan saudaraku itu, memang Allah telah membersihkan hatinya dari duniawi dan duniawi hanya dijadikan di tangannya dan lahirnya saja, sedangkan aku mengambil dunia itu dari tanganku dan aku selalu memikirkannya.

c. Imam Syamsuddin Ad Dirawaty Dimyati
Syekh Syamsuddin adalah seorang tokoh sufi yang saleh, wara' dan zuhud, pejuang, selalu berpuasa, selalu bershalat, gemar menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Pada majelis taklimnya banyak dikunjungi pembesar-pembesar negara dan kepala-kepala suku, sehingga beliau terkenal di negara Mesir. Beliau tinggal di Masjid Jamik Al Azhar dimasa pemerintahan Qanshu Al Ghuury. Pada suatu ketika beliau mengkritik Sultan Al Ghuury di depan umum, karena tidak mau berjihad dengan alasan tidak ada kapal. Pada waktu beliau dipanggil oleh Sultan berkenaan dengan kritik tadi, maka Imam Syamsuddin berkata kepada Sultan :
"Sesungguhnya tuan telah melupakan nikmat yang diberikan oleh Allah, bahkan berani berbuat maksiat kepada-Nya. Tidakkah tuan ingat, semasa tuan memeluk agama Nasrani, kemudian tuan tertawan dan dijual sebagai budak belian, untuk kemudian dipindahkan dari tangan yang satu ke tangan yang lainnya, kemudian Allah menganugerahkan kemerdekaan dan Islam kepada tuan. Derajat tuan menjadi terangkat karenanya, hingga menjadi Sultan. Sebentar lagi, mungkin tuan akan mati, dikafankan, digalikan liang lahat untuk mengubur tuan. Kemudian kubur yang amat gelap akan tuan huni, dan tuan akan dibangkitkan dalam keadaan telanjang, haus, lapar dan akan dihadapkan ke hadirat Allah Yang Maha Adil, yang takkan berbuat kezaliman sedikit pun. Kemudian akan terdengar seruan, 'Barang siapa yang haknya pernah dirampas dan diperkosa oleh Al Ghuury, maka kemarilah !'. Lalu datang berbondong-bondong manusia yang tak terhitung banyaknya".

Nasehat yang diberikan oleh Syekh itu membuat wajah sang Sultan berubah, sampai salah seorang staf dan sekretaris Sultan berkata,"Bacakan Al Fatihah wahai tuan syekh, kami takut kalau sultan akan hilang akalnya". Setelah Syekh itu pergi dan sultan pun sadar, maka sultan pun berkata, "Berikan buat Syekh ini 10.000 (sepuluh ribu) dinar agar dapat digunakan membiayai pembangunan menara benteng di kota Dimyat".
Namun uang itu dikembalikan dan dikatakan oleh beliau, "Aku seorang berharta yang tak butuh bantuan dari siapa pun, kalau tuan perlu uang, akulah yang akan meminjaminya buat tuan". Di Majelis itu tidak seorangpun yang terlihat lebih mulia dari sang syekh dan tidak ada yang lebih rendah dari sang sultan sendiri.

Itulah pribadi Syekh Syamsuddin Ad-Dirawayati yang tergolong ulama yang amat suka beramal. Beliau mengeluarkan biaya 40 000 (empat puluh ribu) dirham untuk pembangunan menara kota Dimyat dari kantongnya sendiri, tanpa bantuan dari seorangpun. Beliau juga menyediakan minuman.

Beliau berdagang mentimun dan sayur mayur lainnya, sedikitpun tidak mau mengambil uang jasa dari jabatannya sebagai seorang Ahli Fikih. Beliau melarang keras para muridnya untuk makan harta wakaf dan sedekah, dan dikatakan bahwa harta itu akan mengotori hati mereka. (Dr. Abdul Halim Mahmoud : 32 - 35).

d. Prof. Dr. H. Saidi Syekh Kadirun Yahya
Prof. Dr. H. Kadirun Yahya adalah seorang tokoh sufi kenamaan masa kini. Beliau adalah seorang tokoh sufi moderen, tokoh sufi Tekhnokrat yang meneruskan amalan Tarikat Naqsyabandiyah sebagai Mursyid yang ke-35 (tiga puluh lima). Semenjak diangkat menjadi mursyid tahun 1952, beliau aktif terus menerus memimpin tarikat Naqsyabandiah Al Khalidiyah. Diperkirakan muridnya berjumlah belasan juta orang dengan jumlah ratusan Surau, di dalam negeri dan luar negeri. Beliau menyelenggarakan suluk untuk para pengamal tarikat ini sepuluh kali dalam setahun, yang setiap kali suluk lamanya 10 (sepuluh) hari. Tempat suluk itu tersebar di Indonesia dan luar negeri yang jumlah pesertanya dalam satu periode suluk mencapai ribuan orang. Penyelenggaraan suluk-suluk ini terlaksana dengan baik berkat bimbingan yang seksama dari Syekh Mursyid dan kerjasama antara petugas-petugas dengan beratus-ratus peserta suluk.

Prof. Dr. H. Kadirun Yahya adalah pakar Ilmu An-Nadhori (Ilmu Al Kasbi) dan banyak sekali menerima limpahan rahmat karunia Allah yang berbentuk Ilmu Al-Kasyfi dan Ilmu Ladunni. Beliau adalah sufi teknokrat yang mahir berbahasa Inggris, Belanda dan Jerman. Beliau adalah seorang sufi yang kaya raya yang memiliki usaha di berbagai bidang unit usaha, antara lain :
- Agrobisnis. Beliau memiliki perkebunan yang arealnya mendekati 100 (seratus) ha. Yang meliputi perkebunan kelapa sawit, apel, jeruk, dan lain-lain. Beliau memiliki usaha ternak, mulai dari ternak unggas seperti puyuh, ayam, ikan, itik dan ternak hewan seperti kambing dan sapi.
- Pabrik. Beliau memiliki pabrik air minum yang bermerek Aminsam di Medan dan Jakarta.
- Pertukangan. Beliau mempunyai usaha bidang meubel dan perbengkelan.
- Keterampilan. Beliau mempunyai beberapa usaha keterampilan, seperti konveksi.
- Pertokoan. Beliau memiliki beberapa toko, di antaranya adalah toko elekronik.
- Jasa. Beliau memiliki biro travel yang mempunyai jaringan internasional.
- Pendidikan. Beliau memiliki beberapa lembaga pendidikan di kampus Universitas Panca Budi, yang berdiri di suatu lokasi yang arealnya 6 (enam) ha. Lembaga-lembaga ini menyelenggarakan pendidikan mulai dari TK, SD, SLTP, SLTA sampai dengan Universitas yang bernama Universitas Panca Budi. Lembaga pendidikan ini mempunyai beberapa cabang di daerah Sumatera Utara.

Seluruh usaha itu bernaung di bawah suatu yayasan yang bernama Yayasan Prof.Dr.H.Kadirun Yahya. Bidang usaha yang begitu banyak telah mempekerjakan beberapa puluh kepala keluarga dan ratusan karyawan. Untuk mengelola semuanya itu beliau mengangkat pimpinan-pimpinan unit usaha yang profesional dalam bidangnya.

Selain itu salah satu dari karunia besar yang dilimpahkan Allah kepada beliau adalah bidang pengobatan. Tidak terhitung banyaknya orang yang telah dibantu beliau untuk menyembuhkan penyakit. Mulai dari penyakit yang ringan sampai dengan penyakit yang berat, bahkan penyakit- penyakit yang tidak dapat disembuhkan dengan dokter, dengan ijin Allah dapat sembuh ditangan beliau. Untuk membantu beliau dalam masalah ini, pada beberapa surau atau beberapa tempat tertentu didirikan klinik pengobatan.

Kegiatan lainnya yang beliau lakukan dan cukup menonjol adalah riset di bidang yang sesuai dengan profesi beliau sebagai seorang ilmuwan dan Syekh Mursyid, yang sampai saat ini telah banyak dihasilkan temuan-temuan ilmiah baik dalam ilmu kimia maupun fisika. Di antara temuan-temuan beliau adalah :

- Teknik pembuatan air mineral yang tidak merusak ozon, tetapi dapat menghasilkan ozon, dengan proses yang sangat sederhana,
- Semir Sepatu yang tahan api,
- Pembuatan kulit imitasi.
-dan lain-lain.

Sebagai top manager yang mengelola sekian unit usaha dengan asset kekayaan yang begitu besar, tidak sedikitpun semua usaha dan kegiatan pengobatan ini mengurangi atau mengganggu apalagi melalaikan kegiatan beliau sebagai pemimpin rohani, yaitu Syekh Mursyid tarikat Naqsyabandiah.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa beliau telah melaksanakan maksud dan tujuan hadis yang artinya, "Mukmin yang kuat lebih disukai dan lebih dicintai oleh Allah daripada seorang mukmin yang lemah". Pengertian kuat di sini adalah meliputi segala bidang duniawiyah maupun ukhrawiyah.

Asset unit usaha, kekayaan dan hasil riset yang begitu besar, lebih banyak diperuntukkan untuk ubudiyah, pengabdian, guna mengembangkan dan membina pengamalan tarikat ini. Beliau telah mengatakan bahwa kekayaan yang begitu banyak adalah karunia Allah dan milik Allah. Karena itu beliau hanya berhak mentasarufkan, menyelenggarakan kekayaan itu untuk mendapatkan cinta dan ridla dari Allah SWT. Sebagian dari kekayaan itu diperuntukkan untuk membina dan membangun surau lama dan surau baru. Sesuai dengan ketentuan syariat agama, beliau selalu mengeluarkan zakat, infaq dan sadaqah secara rutin kepada yang berhak menurut asnafnya. Setiap musim haji tidak kurang dari 60 (enam puluh) ekor lembu sebagai kurban, ditambah berpuluh-puluh ekor kambing.

Demikianlah gambaran pribadi tokoh sufi masa kini yang dengan kekayaannya tidak sedikitpun melalaikan ibadatnya kepada Allah, bahkan kekayaan itu memperkuat barisan untuk menegakkan agama Allah atau ( ....................................................). .

Wednesday, July 23, 2008

Syari'at, Tarekat dan Hakikat

SYARI’AT, TAREKAT DAN HAKIKAT

Syekh Amin Al Kurdi memberikan batasan syariat,
Artinya : Syariat adalah hukum-hukum yang diturunkan kepada Rasulullah SAW yang dipahami dan diijtihadkan oleh para ulama dari Al Kitab, As Sunnah, baik berbentuk nash atau istimbath. Hukum- hukum itu meliputi Ilmu Tauhid, Ilmu Fikih dan Ilmu Tasawuf (Syekh Amin Al Kurdi 1994 : 364).

Sunnatullah berarti ketentuan atau tata hukum Allah dalam mengatur alam semesta ini. Di dalamnya ada hubungan sebab akibat, ada amal ada hasil, dan seterusnya. Termasuk ke dalam syariat, bagaimana mengatur manusia dalam hubungannya dengan Allah dan bagaimana mengatur manusia sebagai makhluk sosial, hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan alam. Agar terwujud keteraturan, keselarasan, keserasian dan keseimbangan, perlu juga di atur dalam suatu aturan yang dinamakan syariah. Syariat itu adalah aturan dari Allah, sedangkan yang memberi peraturan namanya syaari' yaitu Allah SWT sendiri.

Pembahasan mengenai materi hukum dengan manusia sebagai objeknya, mencakup semua disiplin ilmu, seperti Ilmu Fikih, Ilmu Tauhid, Ilmu Akhlak dan lain sebagainya. Dalam ajaran Islam melaksanakan aturan dan ketentuan hukum tanpa memahami dan menghayati apa tujuan hukum itu, maka pelaksanaannya tidak akan menemui sasarannya dan tidak akan memiliki nilai yang sempurna. Tujuan hukum itu adalah kebenaran yang datang dari Allah SWT, yang dalam istilah tasawuf dinamakan hakikat yang merupakan inti dari hukum itu sendiri. Karena itu ada kaedah fikih yang berbunyi:

Artinya : Hukum itu ditetapkan atau beredar menurut ilatnya.

Kalau ilatnya masih ada maka hukumnya ada, kalau ilatnya sudah hilang maka hukumnya akan hilang. Dengan kata lain, syariat itu lahirnya, hakikat itu batinnya.
Untuk mencapai tujuan hukum itu sendiri diperlukan adanya suatu jalan atau cara atau metode supaya kita tidak menyimpang dari tujuannya. Tanpa mengetahui jalannya akan sulit untuk sampai ke tujuan. Jalan atau cara atau metode tersebut dinamakan tarikat.